BerandaHits
Rabu, 23 Des 2025 09:01

Meski Gen Z Semakin Cashless, Aturan Ungkap Pembayaran Tunai Nggak Boleh Ditolak

Ilustrasi: Pembayaran dengan QRIS. (Amartha)

Belakangan gen Z semakin cashless karena seringkali membayar apa pun dengan QRIS. Tapi, bukan berarti kita boleh menolak pembayaran tunai karena masih banyak orang yang nggak terbiasa dengan teknologi tersebut.

Inibaru.id - Dalam beberapa hari terakhir, Wisnu cukup sebal setiap kali membeli makanan di sebuah warung makan padang harga mahasiswa yang berlokasi dekat dengan sebuah universitas swasta di Kota Semarang. Alasannya, mereka cukup sering menolak uang yang disodorkannya saat membungkus nasi dan memintanya membayar dengan QRIS.

Masalahnya, Wisnu bukan orang yang memiliki aplikasi perbankan atau dompet digital lainnya yang memungkinkannya membayar dengan QRIS. Makanya, dia lumayan kerepotan dengan hal tersebut.

"Alasannya mereka nggak punya kembalian. Kemarin saya sodorkan Rp50 ribu ditolak, hari ini saya sodorkan Rp20 ribu juga katanya nggak ada kembalian sama sekali. Saya akhirnya mengalah beli gorengan dulu biar ada uang Rp10 ribu untuk membeli seporsi nasi padang yang sudah dibungkus tadi," keluh Wisnu pada Senin (22/12/2025).

Dia pun jadi teringat dengan kasus sebuah gerai roti yang menolak pembayaran tunai dan viral di media sosial. Meski mirip, Wisnu menganggap kasus yang dia alami sedikit berbeda.

"Kalau dugaan saya, gara-gara yang beli seringkali mahasiswa atau gen Z yang kebanyakan sudah cashless. Apa-apa bayar pakai QRIS. Akhirnya, tempat makannya nggak punya uang tunai dan kesulitan memberikan kembalian," ucap Wisnu.

Dia mengungkap pendapat tersebut karena sebagian besar rekan kerjanya di sebuah lembaga pendidikan di Jalan Pemuda, Kota Semarang berasal dari gen Z yang juga kebanyakan sudah nggak pernah membawa uang tunai. Saat dia bercerita tentang kasus ini ke mereka, justru Wisnu yang kemudian disarankan untuk beradaptasi.

Secara aturan, pembayaran tunai masih berlaku di Indonesia. (DBS)

"Mereka bilang saya harus mulai membiasakan diri dengan budaya cashless ini. Tapi saya nggak terbiasa dan masih khawatir kalau memakai aplikasi perbankan atau dompet digital yang memungkinkan teknologi itu, terjadi masalah yang bisa mengganggu isi rekening. Sampai sekarang saja saya apa-apa masih manual ke ATM," ungkap laki-laki yang berusia 38 tahun tersebut.

Dia juga bersikukuh dengan memakai contoh kasus gerai roti di Jakarta yang mengalami masalah gara-gara menolak pembayaran tunai. Maklum, gara-gara kasus tersebut, terungkap aturan yang menyebut pembayaran tunai dan pembayaran non-tunai sama-sama masih berlaku di Indonesia. Aturan tersebut adalah UU Nomor 23 tentang 1999 tentang Bank Indonesia serta UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Khusus untuk aturan terakhir, di Pasal 23 ayat (1), kita hanya boleh menolak pembayaran tunai jika kita ragu akan keaslian uang tunai yang ditawarkan. Kalau masih asli, tentu harus bisa diterima, deh, bukannya ditolak hanya karena lebih terbiasa memakai sistem pembayaran non-tunai.

Meski begitu, khusus bagi Wisnu, tampaknya dia ke depannya akan mengalah dan sudah terpikir mau memasukkan aplikasi yang memungkinkan pembayaran dengan QRIS. Alasannya, tentu saja biar nggak kerepotan lagi kalau tempat yang dia sambangi nggak punya kembalian.

"Sekarang masih ragu, tapi kalau dipikir-pikir, kayaknya urusan teknologi memang kita nggak bisa melawan perkembangannya. Mau belajar dulu biar bisa memastikan keamanannya," pungkasnya.

Yap, bisa dikatakan, zaman memang sudah berubah banget. Kini, pembayaran tunai malah jadi nggak wajar bagi gen Z yang terbiasa cashless banget. Kalau kamu sendiri, lebih sering memakai metode pembayaran yang mana nih, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Manisnya Kecap Kentjana Kebanggaan Kebumen

28 Mar 2026

Apa Saja yang Perlu Dipersiakan Traveler Muslim Sebelum Liburan ke Jepang?

28 Mar 2026

Hati-Hati, 56 Persen Konten Mental Health di Medsos Ternyata Ngawur!

28 Mar 2026

Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Panen Jempol

28 Mar 2026

Penyebab Tubuh Cepat Lelah saat Cuaca Panas

29 Mar 2026

Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta; Bubur Pawon Mbah Sadiyo

29 Mar 2026

Waspada El Nino 'Godzilla'! Ini 7 Penyakit yang Mengintai saat Kemarau Panjang 2026

29 Mar 2026

Studi Temukan Kandungan Timbal pada Baju Fast Fashion Anak, Warna Cerah Paling Rawan

29 Mar 2026

Lezatnya Opor Enthok di Warung Enthok Bu Siti, Kuliner Legendaris Wonosobo

30 Mar 2026

Cuma 53 Detik di Udara, Begini Cerita Penerbangan Terpendek di Dunia

30 Mar 2026

Pahitnya Rahasia Secangkir Kopi Luwak

30 Mar 2026

Jemaah Umrah Wajib Pulang Sebelum 18 April!

30 Mar 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: