BerandaHits
Rabu, 26 Mar 2024 15:55

Menyingkap Manisnya Pilihan; Kurma Kering atau Basah untuk Berbuka Puasa

Kurma basah atau kering, mana yang paling baik? (surya via Tribunnews)

Kurma menjadi makanan yang nggak pernah absen selama Ramadan. Tapi, mana jenis kurma yang lebih baik dijadikan appetiser berbuka puasa? Kurma basah atau kering?

Inibaru.id - Di tengah derasnya keramaian pasar, di antara rak-rak yang dipenuhi dengan berbagai jenis kurma, terbersit pertanyaan yang sering menghiasi pikiran setiap umat Muslim saat bulan Ramadan tiba: "Kurma kering atau basah, manakah yang lebih baik untuk berbuka puasa?"

Masing-masing memiliki daya tariknya sendiri, dan keputusan seringkali bergantung pada preferensi pribadi dan budaya setempat. Namun, mari kita telusuri lebih dalam tentang manfaat dan pesona yang tersembunyi di balik pilihan tersebut.

1. Manis dan Kaya Gizi: Kurma Basah

Kurma basah, yang masih segar dan berair, sering dianggap sebagai pilihan yang lebih menyegarkan dan melembutkan tenggorokan yang kering akibat puasa seharian. Kelembutan daging buahnya memberikan sensasi luar biasa saat pertama kali menyentuh lidah, serta kekayaan kandungan airnya memberikan hidrasi yang dibutuhkan tubuh.

Namun, manfaat kesehatan kurma basah tidak hanya terbatas pada segi rasa dan hidrasi. Mereka kaya akan nutrisi seperti serat, kalium, magnesium, dan berbagai vitamin yang membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Kemudahan Penyimpanan dan Daya Tahan: Kurma Kering

Untuk urusan simpan menyimpan, kurma kering memang lebih mudah disimpan. (Pixabay)

Sementara itu, kurma kering memiliki keunggulan tersendiri dalam hal kemudahan penyimpanan dan daya tahan. Proses pengeringan menjadikan mereka lebih tahan lama dan praktis untuk disimpan, baik di rumah maupun saat bepergian. Kepraktisan ini menjadikan kurma kering sebagai pilihan yang populer di banyak komunitas Muslim di seluruh dunia.

Nggak hanya itu, proses pengeringan juga memperkaya kandungan nutrisi dalam kurma. Kandungan gula alaminya menjadi lebih terkonsentrasi, memberikan rasa manis yang lebih kuat, sementara serat dan nutrisi lainnya tetap terjaga dengan baik.

3. Tradisi dan Nilai Budaya

Selain pertimbangan kesehatan dan praktis, keputusan antara kurma kering dan basah sering kali dipengaruhi oleh tradisi dan nilai budaya masing-masing. Di beberapa tempat, konsumsi kurma basah dianggap sebagai bagian nggak terpisahkan dari ritual berbuka puasa, sementara di tempat lain, kurma kering menjadi pilihan yang lebih lazim.

Sering, pilihan ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan dan preferensi lokal. Di beberapa daerah yang gersang, kurma kering mungkin menjadi pilihan yang lebih mudah ditemui dan lebih tahan lama, sementara di tempat lain yang memiliki akses mudah ke kurma segar, kurma basah menjadi lebih umum.

Dalam kesimpulannya, baik kurma kering maupun basah memiliki manfaat dan pesona mereka sendiri dalam ritual berbuka puasa. Yang penting, keduanya adalah sumber energi yang baik dan dihargai oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai sarana untuk mengakhiri hari puasa dengan penuh keberkahan dan rasa syukur.

Nggak peduli pilihan kamu, yang terpenting adalah semangat berbagi dan bersyukur atas nikmat berbuka puasa bersama-sama. Tapi kalau boleh tahu kamu lebih suka kurma kering atau basah nih, Millens? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: