BerandaHits
Sabtu, 2 Jan 2026 09:01

Menguak Alasan Masih Larisnya Praktik Perdukunan di Korea Selatan

Praktik perdukunan di Korea Selatan bisa dilihat di film 'Exhuma'. (Showbox)

Di banyak film atau drama Korea, praktik perdukunan bahkan kerap masuk sebagai bagian alur cerita. Penasaran nggak mengapa hal ini masih laku di sana?

Inibaru.id - Di balik modernnya Korea Selatan, kita masih bisa menilik sesuatu yang kontras di sana, yaitu masih masifnya praktik perdukunan di negara tersebut. Nggak percaya? Coba deh ingat-ingat kembali film-film atau drama Korea, hingga berita politik di sana. Sosok dukun atau shaman seolah muncul di mana-mana. Fenomena ini makin terkuak setelah film Exhuma meledak sepanjang 2025 di Korea dan di Indonesia.

Jika menilik pergantian tahun ini misalnya, pertanyaan klasik seperti “tahun depan gimana?”, “karier aman nggak?”, atau “jodoh kapan datang?” ternyata bisa bikin awal tahun jadi musim tersibuk bagi para dukun di Korea Selatan.

Seorang shaman terkenal di Seoul yang menggunakan nama samaran Jamsil Bosal bahkan mengaku jadwalnya penuh sejak jauh-jauh hari. “Aku baru bisa melayani pelanggan baru mulai 8 Juni 2026, dan akhir pekan mulai 22 Agustus,” ujarnya sebagaimana dinukil dari Koreaherald, Selasa (30/12/2025).

Tarif yang dia patok pun tak murah, yaitu 150 ribu won untuk konsultasi satu jam, belum termasuk biaya tambahan 50 ribu won kalau yang dikonsultasikan adalah urusan keluarga.

Hal ini diamini Kim, seorang klien yang sudah hampir satu dekade mendatangi dukun untuk konsultasi. Dia bilang awal tahun selalu jadi waktu tersulit untuk mendapatkan jadwal konsultasi. “Bahkan dukun yang nggak terlalu terkenal pun susah ditemui di Januari. Orang-orang Korea memang percaya dengan yang namanya peruntungan tahun baru,” katanya.

Jumlah dukun di Korea sangat banyak

Adegan yang menunjukkan dukun di Korea juga hadir di drama Korea 'The Glory'. (Netflix)

Jika peminatnya banyak, berarti jumlah dukun di Korea juga melimpah dong? Sayangnya, informasi soal jumlah dukun di sana masih simpang siur, Gez. Ada yang bilang jumlahnya sampai 800 ribu orang, ada juga yang menyebutnya hanya 300 ribu orang. Tapi, menurut angka yang disodorkan Badan Statistik Korea, jumlah orang yang menyediakan jasa ramalan dan sejenisnya yang terdaftar hanya 10 ribu orang.

Lalu kenapa rasanya dukun ada di setiap sendi kehidupan orang Korea? Padahal, secara statistik, shamanisme masuk dalam kepercayaan minoritas, yaitu hanya dianut 2 persen warga Korea sebagaimana hasil survei 2024.

Hal ini disebabkan oleh masih kuatnya kepercayaan warga Korea atas kebudayaan lokalnya, termasuk dalam hal praktik perdukunan. Hal ini bahkan dibuktikan dengan banyaknya acara-acara televisi yang masih menunjukkan kalau praktik perdukunan memang masih digemari warga Korea, termasuk generasi muda.

“Realitanya, praktik perdukunan nggak lagi dianggap sebagai sesuatu yang mistis. Banyak yang menganggap mereka sebagai orang-orang yang bisa diajak berkonsultasi atau dimintai pendapat sebelum melakukan sesuatu, hingga menyelesaikan masalah yang selama ini mengganggu,” ungkap warga Korea lainnya, Jang.

Melihat hal ini, bukan hal aneh melihat film Exhuma bisa sukses besar di sana. Film-film lain yang juga menunjukkan adanya praktik perdukunan seperti Gyeongju (2014) juga cukup sukses di Korea, Gez.

Menarik juga ya, ternyata di Korea, praktik perdukunan juga cukup laris, meski sepertinya fungsinya mungkin nggak yang semistis dukun di Indonesia. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: