BerandaHits
Kamis, 18 Feb 2026 11:01

Mengenal Gulat Perempuan Jepang, Joshi Puroresu

Pertandingan gulat perempuan Jepang alias Joshi Puroresu yang seru. (Colinmagazine/

Ada satu olahraga yang unik banget di Jepang, yaitu gulat perempuan Jepang alias Joshi Puroresu. Nah, berikut adalah serba-serbi soal olahraga ini dan bagaimana cara menontonnya.

Inibaru.id - Di Jepang, gulat profesional perempuan atau yang akrab disebut joshi puroresu bukan sekadar tontonan olahraga. Ini adalah perpaduan antara seni pertunjukan, kekuatan fisik, dan drama penuh emosi. Meski hasil pertandingan sudah ditentukan sebelumnya, rasa sakitnya nyata. Pukulan, bantingan, dan jatuh ke matras bukan akting belaka. Justru di situlah letak daya tariknya: atraksi yang jujur tentang daya tahan tubuh manusia.

Menonton joshi dari jarak super dekat

Berbeda dengan pertandingan olahraga besar di stadion, gulat perempuan di Jepang sering digelar di gedung-gedung kecil dengan ring yang dekat dengan penonton. Salah satu yang paling ikonik adalah Shinjuku Face, sebuah hall di Kabukicho, Tokyo. Kapasitasnya hanya sekitar 500 orang, tapi justru itulah keistimewaannya. Penonton bisa mendengar napas pegulat, benturan tubuh, bahkan teriakan semangat satu sama lain.

Di tempat seperti ini, promotor seperti Dream Star Fighting Marigold rutin menggelar pertunjukan. Nuansanya terasa mentah, panas, dan penuh energi. Sebelum laga dimulai, para pegulat berpose dramatis, memamerkan karakter masing-masing. Begitu bel berbunyi, suasana langsung meledak penuh keseruan dan atraksi keren!

Nama besar seperti Mayu Iwatani sering disebut sebagai simbol kualitas joshi modern. Gerakannya efisien, presisi, dan selalu menguasai ritme pertandingan. Banyak penggemar menganggapnya sebagai sosok yang menjaga api gulat perempuan tetap menyala di masa sulit.

Dari masa emas ke kebangkitan pelan-pelan

Gulat perempuan Jepang bisa ditemukan di hampir semua kota di sana. (Japantoday/Masahiro Kubota / Monthly Puroresu)

Joshi pernah berada di puncak popularitas pada era 1980–1990-an saat dikelola promotor legendaris All Japan Women’s Pro-Wrestling. Saat itu, gulat perempuan bahkan bisa ditampilkan di stadion besar. Namun krisis finansial membuat pamornya meredup di akhir 1990-an.

Kebangkitan mulai terasa ketika Rossy Ogawa mendirikan World Wonder Ring Stardom pada 2010. Stardom kini jadi promotor terbesar di Jepang, bahkan melahirkan bintang baru seperti Saya Kamitani yang nggak kalah terkenal dari bintang pop dan sampai dilirik untuk tampil di acara televisi nasional.

Selain Stardom dan Marigold, ada juga promotor lain dengan ciri khas masing-masing, seperti Tokyo Joshi Pro Wrestling yang memadukan humor dan budaya idol, serta Sendai Girls’ Pro Wrestling yang terkenal dengan gaya keras dan atletis. Intinya sih, kalau ada gelaran joshi yang dikelola mereka, dijamin seru kalau bisa menontonnya secara langsung!

Cara paling gampang menontonnya di Jepang

Buat kamu yang penasaran dan pengin nonton langsung gulat perempuan Jepang. Tenang, pertandingannya mudah diakses kok. Pertandingan rutin digelar di berbagai kota, dari hall kecil sampai arena menengah seperti Korakuen Hall yang dianggap sebagai “rumah spiritual” dunia gulat Jepang.

Harga tiket biasanya berkisar ¥4.000–¥10.000, jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan event olahraga besar lain. Biar nggak bingung, bisa kok cek situs en.puwota.com untuk mengetahui detail pertandingan atau cara mencari tiketnya.

Atmosfer pertandingannya ramah, penontonnya campur aduk dari penggemar lama sampai keluarga dan anak muda. Banyak pertunjukan juga diakhiri sesi foto dan tanda tangan, bikin jarak antara atlet dan fans nyaris tak ada.

Meski belum kembali ke masa kejayaannya, gulat perempuan Jepang sedang menemukan napas baru. Pertandingannya mungkin terasa underground, tapi justru di situlah pesonanya: keras, jujur, dan penuh semangat komunitas. Kalau kamu ingin menonton olahraga yang lebih dari sekadar skor dan kemenangan, joshi puroresu layak masuk daftar tontonan wajib saat pergi ke Jepang. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara di Indonesia Bakal Jadi 296

4 Jul 2026

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: