BerandaHits
Jumat, 18 Jan 2024 15:19

Lawan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, Kemenkes Terima 309 Juta Dolar AS

Acara peluncuran dana hibah ini dilaksanakan di Auditorium dr Herman Susilo Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta pada Rabu (17/1/2024). (dok. Kemenkes)

Kementerian Kesehatan menerima hibah sebesar 309 juta Dolar AS untuk program AIDS, tuberkulosis, dan malaria di Indonesia dari GFATM. Anggaran ini merupakan dana untuk periode 2024-2026

Inibaru.id - The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis (TB), and Malaria (GFATM) telah berkomitmen untuk mendukung program-program eliminasi HIV, Tuberkulosis (TB), dan malaria, serta Sistem Kesehatan yang Berdaya Tahan dan Berkelanjutan (RSSH) di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang menerima dukungan dari GFATM untuk mencapai target pada tahun 2030.

GFATM telah menyetujui pemberian dana hibah kepada Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengadakan kegiatan peluncuran/awal implementasi dana hibah The Global Fund untuk program AIDS, TB, dan malaria, serta penguatan sistem kesehatan.

Total jumlah dana hibah tersebut adalah 309 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,6 triliun untuk periode anggaran 2024-2026. Kegiatan peluncuran dana hibah ini dilaksanakan di Auditorium dr Herman Susilo Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta pada Rabu (17/1/2024).

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa keberadaan The Global Fund hingga saat ini merupakan bentuk komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat dunia, bersama pemerintah, untuk mewujudkan eliminasi HIV, TB, dan Malaria di seluruh dunia.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Thomas dan juga teman-teman yang telah membantu program Global Fund, seluruh komponen baik itu pemerintah, pemerintah daerah, maupun lembaga sosial yang telah membantu kita," kata Menkes Budi.

Menkes Budi memperkirakan setengah juta orang hidup dengan HIV pada 2023. (Ari Bowo Sucipto)

Menkes Budi melanjutkan, terkait dengan HIV, dari perkiraan setengah juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2023, 68% telah mengetahui status mereka, 62% dari mereka yang mengetahui statusnya menerima obat, dan 38% mengalami supresi virus.

Terkait kasus TBC, berdasarkan laporan tahun 2023, terdapat sekitar 1.060.000 kasus, dengan kasus HIV sekitar 540.000, dan malaria sekitar 380.000. Pada tingkat nasional di tahun 2023, 76% kabupaten/kota di Indonesia telah bebas dari malaria, dan 89% penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria.

"Malaria dari dulu itu bagus, dan yang bagus saya tidak ganggu. Sekarang, yang saya kejar adalah HIV karena HIV yang tidak baik, malaria baik. Sebanyak 318 kabupaten/kota telah terbebas dari malaria," lanjut Menkes Budi.

Dia juga mengungkapkan bahwa dukungan dari The Global Fund tidak hanya terbatas pada penyediaan obat dan layanan kesehatan. Global Fund juga membantu Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan.

"Saya minta dana hibah ini menjadi dana pelengkap dan bukan sebagai pengganti sehingga dana dari dalam negeri tetap diupayakan," ungkap Menkes.

Menkes menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada GFATM yang telah memberikan dana hibah sebagai dukungan program eliminasi penyakit HIV, TB, dan malaria.

dr Maxi Rein Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga turut hadir dan memberikan sambutan bahwa dukungan dari The Global Fund dalam program eliminasi TBC, HIV, dan malaria sangat membantu.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Global Fund setelah menjalani proses negosiasi hingga ditandatangani perjanjian kerjasama. The Global Fund telah menyepakati dukungan dana hibah kepada Indonesia untuk program AIDS, Tuberkulosis, dan malaria, serta RSSH untuk periode anggaran 2024-2026 dengan total nilai USD 309 juta atau setara 4,6 triliun rupiah," kata dr Maxi.

Mengatasi AIDS, TB, dan malaria memang nggak murah apalagi mudah. Namun, semoga dana hibah ini menjadi awal yang baik untuk kesehatan masyarakat ya, Millens. (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: