BerandaHits
Jumat, 16 Mei 2019 12:46

Korea Utara Alami Kekeringan Terparah dalam 4 Dekade Terakhir

Korea Utara mengalami kekeringan terparah dalam empat dekade terakhir. (Voaindonesia)

Kekeringan yang melanda Korea Utara tahun ini tercatat yang terburuk sejak 37 tahun terakhir. Padahal, mereka sedang menghadapi krisis pangan yang cukup parah akibat rendahnya hasil panen pada 2018.

Inibaru.id – Korea Utara dikabarkan sedang dilanda kekeringan paling parah dalam 37 tahun terakhir atau hampir empat dekade. Padahal, negara ini sedang menghadapi krisis pangan yang cukup buruk.

Rata-rata curah hujan di negeri yang dipimpin Kim Jong-un ini hanyalah 54,5 mm dalam lima bulan terakhir. Hal ini adalah yang pertama kali terjadi sejak 1982. Diperkirakan, kekeringan ini baru berakhir pada akhir bulan nanti.

Beberapa organisasi internasional seperti Program Pangan Dunia (WPF) milik PBB menganggap kekeringan ini bisa menghambat produksi pangan di Korea Utara. Hal ini diperparah dengan ketersediaan pangan di negara ini sedang dalam kondisi terendah.

Berdasarkan laporan dari AFP dan WFP, hasil panen Korea Utara pada 2018 lalu adalah yang terendah sejak 2008. Sekitar 10 juta warga atau 40 persen dari total populasi pun diperkirakan bakal merasakan dampak akibat hal ini.

“Situasi bisa saja semakin memburuk selama musim panas dari Mei hingga September. Apalagi jika tidak ada tindakan kemanusiaan apapun yang diambil,” tulis WFP dilansir laman Kompas, Kamis (16/5/2019).

David Beasley Direktur Eksekutif WFP menyebut pihaknya cukup prihatin dengan kondisi pangan di Korea Utara setelah membahasnya dengan Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yeon-chul pada awal pekan ini. Pejabat Kementerian Unifikasi mengaku membutuhkan pengiriman bantuan makanan ke Korea Utara antara Mei dan September tahun ini.

Korea Selatan sebenarnya ingin memberikan bantuan nutrisi dengan nilai Rp 65 miliar kepada tetangganya itu. Namun, karena adanya uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara, hal ini urung dilakukan. Padahal, rencana pengiriman bantuan pangan kemanusiaan ke Korea Utara ini sudah didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Sebelum bencana kekeringan ini, sebenarnya 1 dari 5 anak balita di Korea Utara mengalami masalah kesehatan dan kurang gizi. Kekeringan bisa membuat kondisi ini jauh lebih buruk,” terang WFP.

Semoga saja ada solusi untuk mengatasi masalah ini bagi Korea Utara, ya Millens. (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: