BerandaHits
Rabu, 28 Des 2021 15:43

Klitih di Jogja Makin Meresahkan, Harus Bagaimana Agar Nggak Jadi Korban?

Pelaku klitih di Jogja yang meresahkan masyarakat saat ditangkap polisi. (Harian Merapi/Dokumen Humas Polres Kulon Progo))

Kasus klitih di Jogja makin meresahkan saja. Kini aksi para pelaku kriminal ini bisa dilakukan di jam-jam di mana jalanan masih ramai lo. Lantas, harus bagaimana baiknya biar nggak jadi korban?

Inibaru.id – Kasus klitih di Jogja makin bikin resah. Dalam dua hari terakhir saja, setidaknya 3 korban ditemukan di Sleman dalam kondisi terluka. Bahkan, aksi klitih ini dilakukan nggak hanya di larut malam, lo, Millens.

Sejumlah akun media sosial seperti @merapi_uncover di Twitter mengunggah kabar soal aksi klitih yang sudah berlangsung menahun namun seperti nggak kunjung ditangani dengan serius oleh pihak berwajib. Contohlah, yang terbaru terjadi pada Senin (27/12/2021) lalu di bawah underpass Kentungan yang dikenal sangat ramai, dan bahkan di jam yang masih ramai, yakni pukul 19.00 WIB.

Korban yang merupakan seorang perempuan harus mendapatkan perawatan untuk mengatasi lukanya. Kondisinya masih belum separah dua korban kasus klitih pada Minggu (26/12) yang dikeroyok hingga dirawat di rumah sakit.

Kebanyakan pelaku klitih adalah anak-anak muda yang bisa berbuat nekat hanya demi eksistensi dan pembuktian diri. Nah, biar kamu nggak sampai jadi korban saat berada di Yogyakarta, sebaiknya lakukan sejumlah tips berikut ini, ya Millens.

1.       Hindari Berada di Jalanan pada Larut Malam atau Dini Hari

Ingat, korban klitih bervariasi dari anak muda, orang-orang yang sudah tua, para pekerja, atau bahkan wisatawan. Pelaku benar-benar nggak pilih-pilih dalam mencari korban. Jadi, sebaiknya kamu hindari jalanan di larut malam atau dini hari deh, Millens.

Nggak hanya jalanan ya, tempat-tempat sepi juga sebaiknya kamu hindari deh. Kalaupun pengin nongkrong sampai larut malam, pilihlah tempat yang ramai di jalanan yang juga ramai.

Meski wisata urban Kota Jogja memang menyenangkan untuk dilakukan hingga larut malam, sebaiknya kamu segera pulang ke tempat menginap sekitar pukul 22.00 WIB saja, ya demi menghindari klitih.

Pelaku klitih di Jogja kebanyakan ABG yang mudah nekat demi eksistensi. (Medium/Kamil Alfi Arifin/roda2blogcom)

2.       Jika Memang Terpaksa Harus di Jalanan Tengah Malam, Jangan Lewat Jalan Sepi

Hindari jalan sepi jika memang kamu terpaksa di jalanan di tengah malam. Sebaiknya pilih jalan yang ramai atau jalan utama, Millens. Selain itu, sebaiknya kamu nggak sendirian, ya? Apalagi kalau naik sepeda motor. Ramai-ramai lebih baik, dan lebih aman, deh.

3.       Jika Masih Ada Angkutan Umum, Naik Itu Saja

Daripada naik sepeda motor sendiri, naik kendaraan umum seperti Trans Jogja atau ojek daring dengan kendaraan roda empat bisa jadi pilihan yang lebih aman, Millens.

Perlu Peran Pihak Berwajib dalam Memberantas Klitih

Sebenarnya ya, cukup ironis kalau Jogja yang dikenal sebagai kota wisata malah kini lebih sering viral gara-gara kasus kriminal seperti klitih. Kalau sudah begini, baik itu pemerintah provinsi ataupun aparat kepolisian sebaiknya lebih serius dalam mengurusnya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Dr Aroma Elmina Martha, SH., MH menyebut polisi sebaiknya meningkatkan kehadiran aparat, khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi jadi lokasi klitih. Patroli dan razia senjata tajam sebaiknya juga mulai dilakukan.

Di jalanan sebaiknya juga semakin banyak dipasang CCTV sehingga pemantauan terhadap kegiatan di jalanan semakin mudah. Andai terjadi aksi klitih, pencarian pelaku pun bisa lebih mudah dilakukan. Masyarakat juga bisa menjalankan kembali fungsi sosialnya dengan melakukan semacam ronda sehingga bisa mencegah aksi klitih di lingkungan mereka.

Semoga saja kasus klitih di Jogja bisa segera hilang, ya Millens. (Uii, Pos, Idn, Kom, Sol /IB09/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: