BerandaHits
Minggu, 24 Feb 2018 14:05

Ketika Separuh Tamu Undangan Terkubur Longsor di Purbalingga

Longsor di Purbalingga. (Okezone.com)

Terjadi tiba-tiba, tanah longsor timbun separuh tamu undangan pengajian menjelang tasyakuran khitanan Sifaul Umam. Nasib nahas menimpa bocah tersebut beserta tiga orang lainnya yang tewas terjebak di kamar tidur di Purbalingga.

Inibaru.id – Musibah yang datang acap kali nggak mengenal mengenal waktu dan tempat. Salah satunya yang terjadi di RT 3 RW 4 Dusun Pule, Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, Kamis (22/2/2018). Acara pengajian menjelang pernikahan Pujianto dan tasyakuran khitanan Sifaul Umam harus terhenti karena longsor menimpa rumah mereka.

Longsor tersebut terjadi di rumah Solihin (45) pada pukul 21.00 WIB akibat hujan deras. Saat kejadian kondisi wilayah tersebut juga tengah mati listrik.

Seperti ditulis Kompas.com, Jumat (23/2/2018), menurut para saksi, peristiwa terjadi selang 10 menit setelah acara pengajian ditutup. Saat para tamu undangan masih bercengkerama dan menikmati hidangan, lampu rumah Solihin tiba-tiba padam. Dari arah belakang rumah kemudian terdengar suara gemuruh yang mengejutkan para tamu.

Hanya dalam beberapa detik, tebing tanah setinggi 15 meter di belakang rumah Solihin ambrol. Material tanah lumpur langsung meluluhlantakkan dinding rumah dan merangsek ke dalam seisi ruangan. Warga menjerit dalam kepanikan, sementara para korban yang terjebak di bawah longsoran berteriak meminta tolong bersahutan di tengah guyuran hujan malam itu.

Baca juga:
Longsor di Brebes Akibatkan Lima Orang Meninggal
Sempat Sindir Proyek Kereta Cepat Jokowi, Komikus Jepang Ini Minta Maaf

“Saya berhasil menyelamatkan diri, tapi separuh undangan yang lain tertimbun tanah dan tembok yang ambruk,” kata Damin (30) salah satu korban selamat.

Proses evakuasi langsung dilaksanakan saat itu juga dalam kondisi gelap dan hanya dibantu kilat cahaya petir. Para warga yang selamat berusaha menolong sanak dan tetangga mereka dengan menggunakan tangan kosong.

Kejadian longsor itu menyebabkan empat anak tewas, yaitu Sifaul Umam (8), Abdul Rouf (10), Al Karomi (7), dan Safangatun Isnain (4). Mereka terjebak dalam dua ruang kamar yang berbeda. Abdul Rouf ditemukan meninggal bersama Al Karomi, sedangkan Safangatun bersama Sifaul.

Selain bocah-bocah tersebut, korban terluka dialami enam orang, yakni Sahrudin (55), Sokhimun (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35), dan Karsun (16) dilarikan ke rumah sakit. Longsor tersebut juga telah merobohkan rumah milik Solihin.

Bupati Purbalingga Tasdi menyempatkan diri hadir dalam proses pemakaman dan mengucapkan bela sungkawanya. Kedatangannya disambut isak tangis keluarga korban.

Tasdi juga menegaskan, rumah Solihin harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Rencananya, Pemkab akan menyewa lahan Perhutani seluas satu hektar untuk kawasan relokasi korban longsor. Lokasi itu sekaligus sebagai titik kumpul bagi warga bila terjadi kejadian luar biasa atau bencana alam.

Baca juga:
Baby Lobster Bernilai Ratusan Miliar Rupiah Gagal Diselundupkan
Film Unggulan Oscar Dituding Menjiplak

Sementara, Kepala Desa Jingkang Bambang Hermanto berjanji akan segera merelokasi dan membangun tempat tinggal sementara bagi keluarga korban. Bantuan logistik berupa bahan bangunan pun telah sampai atas bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga.

Saat ini, keluarga korban berada di Balai Desa Jingkang serta korban luka dirawat di Puskesmas Karangjambu dan Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Taroenadibrata.

Duh, miris mendengarnya, Millens. Kalau rumahmu berdekatan dengan lokasi longsor, bantulah mereka. Tenaga atau apapun yang bisa kamu sumbangkan, berikanlah, karena ini pasti bakal bermanfaat bagi mereka! (ANG/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: