BerandaHits
Kamis, 8 Jul 2020 10:15

Kemenkes: Harga Rapid Test Paling Mahal Rp 150 Ribu

Ilustrasi- Harga rapid tes Rp 150 ribu. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan harga rapid test. Jika sebelumnya harganya nggak pasti dan mendapatkan keluhan dari banyak pihak, kini Kemenkes memastikan harga tes paling mahal nggak boleh melebihi Rp 150 ribu.<br>

Inibaru.id - Harga rapid test yang tadinya nggak pernah pasti membuat masyarakat bingung dan ragu jika ingin melakukannya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun akhirnya memutuskan untuk mengatur harga tes ini. Berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo, batas atas tarif rapid test tertinggi adalah Rp 150 ribu.

“Besaran biaya tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi,” katanya pada Selasa (7/7/2020).

Surat tersebut juga menerangkan kalau besaran tarif ditunjukan bagi masyarakat yang melakukan tes secara mandiri. Aturan tersebut bisa dijadikan acuan rumah sakit atau laboratorium saat menetapkan biaya pemeriksaan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mewajibkan kepada seluruh awak dan calon penumpang moda transportasi udara dan laut untuk melampirkan surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan rapid test antibodi saat membeli tiket perjalanan.

Terawan Agus Putranto sudah mengeluarkan surat edaran terkait rapid tes. (Antara)<br>

Aturan ini disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Menkes Nomor HK.02.01/Menkes/382/2020 Tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Pada saat pembelian tiket pesawat atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik," bunyi salah satu aturan yang tertulis dalam Surat Edaran pada Jumat (3/7).

Berkaitan dengan penetapan harga rapid test, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengeluhkan mahalnya biaya tes tersebut. Dia sampai meminta Kementerian Keuangan memberikan subsidi kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.

Ilustrasi-Rapid tes sempat dikeluhkan banyak pihak. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>

Nggak hanya Budi Karya saja, keluhan juga muncul dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra. Katanya, nggak adanya pengaturan harga maksimal rapid test membuat masyarakat bingung dan takut untuk melakukannya.

"Kami sungguh menyesalkan banyak orang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini, dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung," imbuhnya dalam rapat bersama Panja Pemulihan Pariwisata DPR, Selasa (7/7).

Irfan menambahkan kalau biaya rapid test sering berubah. Ada yang mematoknya di harga Rp 80 ribu hingga Rp 120 ribu. Namun, di lapangan harganya bisa lebih mahal, yakni antara Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menilai kalau metode rapid test sebenarnya nggak efektif dan tak akurat. Hanya, jenis ini dipilih pemerintah karena harganya yang terhitung murah dibandingkan dengan jenis tes lainnya.

"Rapid test ini tidak semuanya efektif. Oleh karenanya ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test," kata Doni dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB melalui siaran langsung di akun Youtube DPR RI, Senin (6/4).

Jadi, kalau kamu ingin melakukan rapid test, sudah tahu kan berapa uang yang harus disiapkan, Millens? (Cnn/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: