BerandaHits
Minggu, 20 Jul 2019 10:31

Karya Arswendo Abadi Meski Dirinya Sempat Masuk Bui

Arswendo Atmowiloto. (Dokter Sehat)

Sempat mendekam di penjara untuk beberapa waktu, nama Arswendo di dunia seni masih cukup harum. Salah satu karya yang paling terkenal yakni Keluarga Cemara

Inibaru.id – Kepergian Arswendo Atmowiloto menyisakan duka bagi sejumlah kalangan. Namun, berbagai karya seniman kelahiran Surakarta seperti cerpen, novel, hingga skenario film ini telah menjadi warisan yang nggak ternilai bagi bangsa Indonesia. Salah satu karyanya yang paling fenomenal yakni Keluarga Cemara.

Keluarga Cemara bukanlah satu-satunya mahakarya Arswendo. Memang, novel ini juga sukses dijadikan sinetron dan film, tapi Arswendo juga berperan besar dalam sinetron-sinetron 1990-an lainnya seperti Ali Topan Anak Jalanan, Deru Debu, Satu Kakak Tujuh Ponakan, Jalan Makin Membara, dan Imung.

Dari sekitar 50 judul karya yang ditulisnya, tidak semuanya memakai nama Arswendo. Terkadang, dia juga memakai nama samaran layaknya Said Saat serta B.M.D Harahap. Arswendo pun sempat memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah, Solo pada 1972. 

Selain menjadi seniman, Arswendo juga aktif menjadi wartawan di Harian Kompas, Hai, Monitor, dan Senang. Lelaki kelahiran 26 November 1984 silam ini juga mengelola tabloid Bintang Indonesia bersama dengan Sudwikatmono.

Arswendo akrab dengan pernghargaan. Salah satunya adalah Hadiah Zakse atas karyanya berjudul Buyung-Hok dalam Kreativitaas Kompromi. Selain itu, drama berjudul Penantang Tuhan serta Bayiku yang Pertama juga mendapatkan penghargaan dari Sayembara Naskah Sandiwara DKJ 1972 serta 1973.

Meski begitu, Arswendo pernah mencicipi dinginnya mendekam di balik jeruji penjara. Hal ini disebabkan oleh munculnya jajak pendapat di tabloid Monitor pada 1990. Arswendo yang saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi ditahan hanya gara-gara jajak pendapat tersebut.

Sebagai informasi, jajak pendapat ini menentukan siapa saja yang menjadi tokoh pilihan pembaca. Keberadaan Nabi Muhammad yang ada di peringkat ke-11, di bawah Arswendo dan tokoh-tokoh lainnya memicu kecaman masyarakat. Karena dianggap meresahkan dan melakukan penistaan agama, Arswendo pun dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Semoga saja amal ibadah Arswendo diterima di sisi Tuhan, ya Millens. Selamat jalan, Arswendo. Karya-karyamu akan terkenang di hati kami. (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: