BerandaHits
Selasa, 27 Jun 2022 14:51

Kala Kotoran Sapi Mampu Membuat Dapur Warga Wonokerso Terus Mengepul

Kotoran sapi dijadikan biogas untuk bahan bakar kompor. (AyoSemarang/Dok Desa Wonokerso)

Kotoran sapi yang biasanya hanya dijadikan pupuk diolah warga Desa Wonokerso, Batang menjadi biogas, bahan bakar alternatif untuk kompor gas. Gimana cara mereka melakukannya ya?

Inibaru.id – Kotoran sapi seringkali hanya dianggap sebagai pupuk kandang untuk pertanian. Aromanya yang kuat pun membuatnya kerap ditempatkan jauh dari rumah. Tapi, bagi warga Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, keberadaan kotoran sapi justru bisa membantu dapur rumah mereka terus mengepul.

Warga Desa Wonokerso mengolah kotoran sapi menjadi biogas. Biogas ini kemudian dijadikan sebagai energi gas alternatif yang disalurkan ke kompor untuk memasak. Lantas, dari mana sih ide ini berawal?

Kalau menurut cerita sang Kepala Desa Muhamidin, awalnya dia meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk kelompok ternak sapi di desanya. Namun, alih-alih beroleh bantuan, dia justru ditawari hal lain, yaitu program biogas.

Laki-laki berusia 51 tahun ini sempat nggak yakin tawaran dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng ini bisa diterima warga. Terlebih, kala itu sempat terjadi penolakan dari para peternak. Namun, rupanya perlahan ide ini bisa diterima masyarakat.

“Awalnya ada penolakan warga, khususnya yang mempunyai ternak sapi karena beranggapan kotoran sapi yang biasa untuk pupuk kandang diambil untuk bahan bakar biogas,” cerita Muhamidin, Minggu (26/6/2022).

Sosialisasi yang dilakukan pemerintah desa (Pemdes) ternyata berbuah manis. Warga mulai tertarik untuk memakai biogas. Apalagi, energi alternatif ini nggak hanya bisa dijadikan bahan bakar untuk memasak, tapi juga pupuk cair dan kandang yang bisa memberikan manfaat sekaligus bisa dijual.

Ilustrasi pembuatan biogas dari kotoran sapi.(Kompasiana/Venusgazer)

Penggunaan biogas juga jadi solusi bagi sisa kotoran sapi yang sebelumnya jadi masalah kebersihan di desa tersebut. Kini, di sana nggak lagi ditemukan masalah bau, serangga, dan hal-hal lain yang sebelumnya muncul akibat menumpuknya kotoran sapi.

Program ini sebenarnya sudah diajukan sejak 2020. Namun, pandemi membuat program tersebut diundur hingga April 2022 silam. Sedikitnya ada 25 peternak sapi di Desa Wonokerso yang terlibat dalam program ini. Warga pun sudah bisa mulai beralih ke biogas sejak Lebaran kemarin.

Pembuatan biogas dari kotoran sapi di sana memakai teknologi anaerobik digester, Millens. Jadi, ada proses biologis dengan mikroorganisme yang mengurai kotoran sapi di dalam ruang kedap udara. Hasilnya adalah kombinasi gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) yang bisa dipakai untuk menyalakan kompor.

“Untuk biaya pembuatan per unit biogas bervariasi tergantung ukuran yang dibuat. Untuk ukuran biogas antara 6 meter kubik sampai 100 meter kubik memerlukan biaya sebesar Rp 18 juta sampai Rp 200 juta,” cerita Muhamidin.

Betewe, kebutuhan biogas untuk satu rumah tangga biasanya sekitar 6 meter kubik sampai 8 meter kubik. Jumlah ini setara dengan kotoran dari dua ekor sapi.

Wah, inovasi biogas dari kotoran sapi ini menarik ya? Kamu tertarik nggak untuk ikut memakainya juga? (Ayo/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: