BerandaHits
Jumat, 20 Nov 2025 15:13

'Kabinet' Pakubuwono XIV Diumumkan; Konflik Keraton Surakarta Resmi Berakhir?

Penobatan Gusti Purboyo sebagai Pakubuwono XIV. (Detik/Tara Wahyu)

Gusti Purboyo telah resmi naik tahta sebagai Pakubuwono XIV dan mengumumkan 'kabinet' Bebadan pada Rabu (19/11). Apakah ini menandakan berakhirnya konflik internal di Keraton Surakarta?

Inibaru.id - Langit mendung yang menaungi Kota Solo akhir pekan lalu seolah menggambarkan belum tuntasnya perebutan tahta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat; bahkan ketika Gusti Purboyo telah resmi dinobatkan sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Berlangsung di kompleks Keraton Surakarta, Sabtu (15/11), prosesi adat jumenengan (naik tahta) yang sebelumnya sempat diwarnai hujan dan dijaga ketat oleh pihak berwajib, pada akhirnya berlangsung lancar dan sakral. Penobatan ini disaksikan keluarga inti, abdi dalem, dan sejumlah tamu khusus.

Untuk menunjukkan kesungguhan, raja muda kelahiran 27 Februari 2003 ini pun bergerak cepat dengan mengumumkan Bebadan, semacam struktur pemerintahan internal yang dirancang untuk memperkuat tata kelola Keraton Surakarta yang baru.

Pembentukan Bebadan diumumkan secara resmi pada Rabu (19/11) kemarin. Menurut Juru Bicara Raja, KPA Singonagoro, "kabinet" ini telah dirancang secara matang dengan memasukkan unsur tradisional, akademik, profesional, dan lintas disiplin.

"Selain sesepuh adat (leluhur) sebagai penasihat utama, ada staf khusus dari kalangan profesor, pakar multidisiplin, dan ahli hukum di sini," sebutnya.

Nama Kunci dalam Bebadan PB XIV

Beberapa nama kunci dalam Bebadan PB XIV antara lain:

  1. KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja;
  2. KPA Singonagoro sebagai Juru Bicara Resmi;
  3. Dr Teguh Satya Bhakti SH MH sebagai Ahli Hukum;
  4. Dr (c) Sionit T Martin Gea SH MH sebagai Ahli Hukum;
  5. GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani sebagai Pangageng Sasanå Wilapa.
  6. KGPHAP Dipokusumo sebagai Pangageng Parentah Karaton;
  7. GKR Alit sebagai Pangageng Keputren;
  8. KGPHAP Benowo sebagai Pangageng Kasentanan;
  9. GKR Devi Lelyana Dewi sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata;
  10. KRAy Febri Dipokusumo sebagai Pangageng Kahartaan;
  11. KPH Kusumo Hadiwinoto sebagai Pangarsa Yogisworo;
  12. GKR Dewi Ratih Widyasari sebagai Pangarsa Pasiten;
  13. BRM Yudistira Rachmat Saputra sebagai Pangarsa Mandra Budhaya;
  14. KRA Citro Adiningrat sebagai pemimpin Sasanaprabu, Katipraja, dan Kartipura. 

KPA Singonagoro menyebut, struktur tersebut juga memasukkan para tokoh dari unsur budaya, pariwisata, akademisi, sebagai wujud komitmen Gusti Purboyo untuk memiliki tata kelola yang inklusif.

“Ini sesuai dengan visi PB XIV yang lebih tertata, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya,” tegasnya.

Dualisme di Keraton Surakarta

Para keturunan mendiang Pakubuwono (PB) XIII. (Radar Solo)

Meski KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purboyo telah resmi dinobatkan sebagai PB XIV, bahkan mendirikan kabinetnya sendiri, nggak bisa dinafikan bahwa keputusan itu belum bulat, karena nggak semua pihak mengakui legitimasi kepemimpinannya.

Dua hari sebelum jumenengan Purboyo digelar, kakak tirinya, yakni KGPH Hangabehi atau yang sering disebut Mangkubumi, juga dinobatkan sebagai PB XIV. Penobatan dilakukan oleh sebagian pihak keluarga besar dan Lembaga Dewan Adat (LDA).

Penobatan ini dilakukan melalui rapat keluarga besar pada 13 November, menghadirkan perwakilan trah dari PB II sampai PB XIII, serta tokoh adat dan abdi dalem. Menurut kubu Hangabehi, penunjukan ini sah dan sesuai dengan paugeran (aturan adat) karena ia adalah putra tertua PB XIII dari istri kedua.

Sebaliknya, Purboyo yang mengikrarkan diri raja saat pemakaman sang ayah ini mendapatkan dukungan putri tertua PB III, GKR Panembahan Timoer, yang mengatakan bahwa ikrar yang dilakukan adiknya adalah bukti kehendak mendiang raja serta bentuk legitimasi tradisional.

Disebut Terburu-buru

Gusti Timoer mengaku menyesalkan keputusan para pihak yang menetapkan Mangkubumi sebagai raja, karena telah memecah belah keraton dan berpotensi mengulang kisruh perebutan tahta periode sebelumnya. Dia bahkan menuduh Mangkubumi telah mengingkari kesepakatan keluarga.

"Saya sedih saja, Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami, kakak-kakak dan adiknya,” ucapnya sehari setelah penobatan Mangkubumi sebagai PB XIV versi LDA.

Membantah tuduhan kakak sulungnya, Gusti Mangkubumi mengklaim pengukuhannya sebagai PB XIV yang dilakukan di tengah pertemuan keluarga besar keraton pada Kamis (13/11) telah sesuai dengan paugeran adat keraton dan mekanisme yang sah.

“Tuduhan Mbakyu Timoer (Gusti Timoer) bahwa saya sudah berkhianat kepada kakak-kakak dan adik saya itu kurang pas," ucap Mangkubumi, Jumat (14/11).

Terkait polemik ini, Mahamenteri KGPA Tedjowulan yang menjadi "raja" sementara Keraton Surakarta sepeninggal PB XIII mengatakan bahwa penobatan keduanya terlalu terburu-buru. Dia juga menyatakan keberatan dengan proses jumenengan yang dilakukan Purboyo karena dianggap terlalu cepat.

Melalui juru bicara Kanjeng Pakoenegoro, KGPA Tedjowulan berharap seluruh pihak bisa menahan diri dengan nggak melakukan kegiatan yang menimbulkan dinamika internal di Keraton Surakarta hingga masa berkabung 40 hari.

"Kami mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan dinamika yang rentan disalahartikan, demi menghormati Sawarga Sinuhun Paku Buwono XIII," tuturnya sebagaimana dikutip dari Detik, Senin (17/11).

Seperti dejavu, perebutan tahta di Keraton Surakarta ini mengingatkan publik pada penobatan Pakubuwono XIII yang juga diwarnai konflik internal. Fyuuh, semoga segera ada resolusi deh, ya! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: