Inibaru.id – Ada kabar gembira nih buat kamu warga Jawa Tengah! Provinsi kita tercinta baru saja membuktikan taringnya sebagai "lumbung pangan" yang nggak main-main. Sepanjang tahun 2025, produktivitas pangan Jateng sukses memenuhi, bahkan melampaui target yang dipatok pemerintah pusat.
Ini jadi sinyal kuat kalau Jawa Tengah sudah sangat siap untuk menyongsong swasembada pangan nasional di tahun 2026 nanti. Yuk, kita intip angka-angkanya yang bikin bangga!
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Jateng sampai November 2025, produksi padi kita menembus angka 11,3 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Angka ini setara dengan 9,3 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) yang dihasilkan dari lahan seluas 2 juta hektare lebih.
Nggak cuma padi, komoditas lain juga juara:
- Jagung: Mencapai 3,8 juta ton (Kontributor terbesar kedua nasional).
- Kedelai: Mencapai 17,4 ribu ton (Kontributor terbesar nomor satu di Indonesia!).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebutkan kalau pencapaian ini adalah pijakan yang mantap buat tantangan di tahun 2026. Targetnya jelas: Jateng harus jadi penumpu pangan nasional.
Infrastruktur Digas, Lahan Hijau Dijaga
Biar produktivitas makin "ngacir", pemerintah sudah menggenjot pembangunan infrastruktur pertanian sejak tahun lalu. Tapi, Gubernur juga memberi catatan penting nih. Dia berpesan agar lahan pertanian nggak boleh diutak-atik!
Kolaborasi bareng pemerintah kabupaten/kota bakal diperketat supaya lahan hijau nggak berubah jadi beton. Jadi, sawah-sawah cantik yang sering kamu lihat pas road trip bakal tetap terjaga fungsinya.
O ya, buat kamu yang khawatir soal ketersediaan beras, tenang saja, Gez. Pimpinan Wilayah Bulog Jateng-DIY, Sri Muniati, memastikan stok beras di wilayah kita mencapai 339.094 ton. Jumlah ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Juni 2026 nanti.
"Masyarakat tidak perlu cemas atau panik, karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil," tegas Sri Muniati setelah bertemu Gubernur Ahmad Luthfi.
Bulog juga bakal terus berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk TNI dan Polri, biar hasil panen petani lokal bisa terserap maksimal. Jadi, petani sejahtera, kita pun tenang karena stok pangan di dapur aman terkendali.
Bangga banget kan punya provinsi yang jadi "tulang punggung" urusan perut nasional? Yuk kita dukung terus para petani lokal kita! (Siti Zumrokhatun/E05)
