Inibaru.id - Wisata edukasi berbasis sejarah perkeretaapian masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat. Sepanjang 2025, Lawang Sewu Semarang dan Stasiun Tuntang atau Museum Kereta Api Ambarawa dipadati ratusan ribu wisatawan yang ingin berlibur sekaligus belajar sejarah transportasi Indonesia.
Dua destinasi heritage yang dikelola PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) itu mencatat angka kunjungan cukup tinggi sepanjang tahun 2025. Lawang Sewu dikunjungi 620.517 wisatawan, sedangkan Museum Kereta Api Ambarawa atau Stasiun Tuntang sekitar 180.938 pengunjung.
Tingginya kunjungan tersebut menegaskan bahwa wisata sejarah perkeretaapian tak hanya relevan sebagai tujuan rekreasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik yang diminati lintas generasi.
Secara keseluruhan, KAI Wisata menutup tahun 2025 dengan capaian positif. Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini tercatat melayani 1.517.926 pelanggan sepanjang tahun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan wisata berbasis perkeretaapian.
Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy menyebut, periode 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi layanan dan inovasi produk yang terus dilakukan.
"Kepercayaan lebih dari 1,5 juta pelanggan menjadi bukti bahwa upaya kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman dan berkesan sudah berada di jalur yang tepat," ujar Hendy dalam keterangan tertulis yang diterima Inibaru.id, Jumat (2/1/2025).
Selain destinasi heritage, layanan premium KAI Wisata juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, layanan Kereta Wisata melayani 23.330 pelanggan, sedangkan Luxury Lounge digunakan oleh 331.780 pelanggan. Layanan tersebut menyasar wisatawan individu maupun korporasi yang menginginkan kenyamanan lebih selama perjalanan.
Transformasi digital turut menopang kinerja perusahaan. KAI Wisata mencatat 51.356 pengguna aplikasi e-Porter dan melayani 162.228 transaksi ticketing sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital yang praktis dan aman.
Layanan pendukung perjalanan juga mengalami pertumbuhan. Sebanyak 128.983 pelanggan memanfaatkan fasilitas Shower dan Locker serta WISER, sementara 18.794 pelanggan menggunakan Rail Transit Hotel selama 2025.
Hendy menegaskan, sejumlah pencapaian tersebut menjadi modal bagi KAI Wisata untuk terus berbenah. Ke depannya, perusahaan akan memperkuat sinergi, memperluas digitalisasi, dan menghadirkan produk wisata perkeretaapian yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Upaya ini kami lakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata nasional yang berkelanjutan," pungkasnya.
Ramainya Lawang Sewu dan Stasiun Tuntang sepanjang 2025 menunjukkan wisata sejarah masih punya tempat di hati masyarakat. Karena bisa berlibur, belajar dan menikmati ruang publik yang tertata. Kamu sudah pernah berkunjung ke dua destinasi wisata heritage tersebut belum, Gez? (Sundara/E10)
