BerandaHits
Kamis, 30 Nov 2022 09:18

Hindari ETLE, Banyak Motor Tanpa Pelat di Jalan Raya

Banyak pengendara sepeda motor melepas pelat nomor demi menghindari ETLE. (Tinnews/Samuel AT)

Demi menghindari ETLE, semakin banyak pengguna sepeda motor tanpa pelat nomor. Sejumlah pihak pun menyarankan tilang manual kembali diterapkan untuk menindak para pelanggar lalu lintas.

Inibaru.id – Di bawah gemerlapnya lampu yang bercahaya dari gedung-gedung pencakar langit di kawasan Sudirman, Jakarta, saya keheranan dengan sejumlah pengguna sepeda motor yang dengan santai nggak memakai helm. Di sekitarnya, cukup banyak sepeda motor yang nggak dilengkapi dengan pelat nomor belakang.

Pengemudi ojek daring yang saya tumpangi sepertinya menyadari alasan keheranan saya. Saat arus kendaraan berhenti di lampu lalu lintas, dia dengan enteng berkata, “Di sini udah biasa motor nggak memasang pelat belakang. Orang nggak memakai helm juga banyak.”

Obrolan kami berlanjut saat lampu menyala hijau. Dia menyebut belum meratanya kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Ibu Kota membuat banyak orang ‘cerdik’ mengakali aturan. Apalagi, tilang manual sudah dihapus.

Mereka pun bisa dengan santai nggak memakai helm atau nggak membawa SIM serta STNK. Sedangkan pelat nomor belakang nggak dipasang karena mereka nggak ingin terkena ETLE dari kamera-kamera ponsel aparat yang memfotonya dari belakang.

Fenomena melepas pelat nomor sepeda motor sebelumnya sempat viral di Probolinggo, Jawa Timur, dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Tapi, alasan mereka adalah menghindari pihak leasing.

“Nggak ada pelat nomor karena biar nggak kelacak oleh leasing. Di Tasikmalaya, banyak leasing yang mangkal dan mengecek tiap pelat nomor kendaraan. Kalau kena, bakal langsung dikejar dan motor diambil secara sepihak,” cerita salah seorang warga Kawalu, Kota Tasikmalaya bernama Andrey sebagaimana dilansir dari Tinanews, Kamis (3/11/2022).

Tilang Manual Perlu Kembali Diterapkan?

Pelanggaran lalu lintas bisa dikenakan tilang manual. (Dok Satlantas Polrestabes Surabaya)

Mengingat ETLE masih belum merata, apakah tilang manual bakal kembali diterapkan polisi karena pelanggaran lalu lintas semakin banyak? Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengiyakan.

“Rata-rata kebanyakan sekarang pelat nomor sepeda motor (dilepas). Kalau mobil ada yang memalsukan pelat nomornya (agar tidak terkena tilang elektronik). Kita akan hentikan. Kalau tidak sesuai dengan surat-suratnya, kita tahan mobilnya sampai dia bisa menunjukkan yang asli,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan sebagaimana dinukil dari Republika, Senin (28/11/2022).

Dia memastikan kalau melepas pelat nomor kendaraan dengan sengaja termasuk pelanggaran lalu lintas berat.

“Itu pelanggaran berat, jadi kami lakukan tilang manual,” lanjutnya.

Hal serupa diungkap pakar transportasi Budiyanto. Lelaki yang mengakhiri karir polisi sejak 1 Januari 2019 menyatakan sikap itu harus ditindak tegas.

“Pengendara kendaraan bermotor yang mencopot pelat nomor sudah melakukan perbuatan melawan hukum karena berpotensi melakukan tindak pidana kejahatan. Sehingga itu perlu ditindak tegas,” ucapnya sebagaimana dikutip dari Kompas, Selasa (29/11/2022).

ETLE Tetap Lanjut

Teknologi ETLE bakal lebih canggih dengan face recognition. (CNNIndonesia)

Mengingat banyak orang cukup cermat untuk mengakali celah ETLE yang masih belum merata, apakah sistem tilang elektronik ini bakal tetap lanjut? Kalau menurut Latif, ETLE bakal tetap diterapkan, bahkan nantinya akan menggunakan teknologi yang lebih canggih.

“Nantinya bakal berkembang dengan teknologi face recognition alias menangkap wajah. Bakal ketahuan siapa namanya, dimana alamatnya, punya SIM atau tidak, bisa dideteksi,” terangnya sebagaimana ditulis CNN, Senin (28/11/2022).

Hm, jika sistem tilang makin canggih, apakah nanti orang-orang bakal kembali mencari celah untuk mengakali teknologi ini, misalnya dengan memakai masker atau topeng? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: