BerandaHits
Rabu, 11 Mar 2025 17:41

Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Menjelekkan Pasangan di Depan Anak

Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak. (iStockphoto)

Kebiasaan ini bisa merusak kepercayaan anak terhadap orang tua dan berdampak pada perkembangan emosionalnya.

Inibaru.id - Ketika emosi memuncak, terkadang tanpa sadar kita melontarkan kata-kata negatif tentang pasangan di hadapan anak. Entah itu karena kecewa, marah, atau frustrasi, kebiasaan ini sebenarnya bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak.

Anak-anak melihat orang tua sebagai panutan dan tempat bergantung. Ketika salah satu orang tua menjelekkan pasangannya, anak bisa kehilangan rasa percaya, baik kepada orang tua yang dikritik maupun kepada yang melontarkan kritik. Mereka akan merasa bingung dan nggak tahu siapa yang benar atau siapa yang bisa mereka jadikan teladan.

Seorang anak mencintai kedua orang tuanya secara alami. Ketika mereka mendengar salah satu orang tua berbicara buruk tentang yang lain, mereka bisa merasa terjebak di antara dua pihak. Hal ini menimbulkan tekanan emosional yang dapat membuat anak merasa bersalah atau bahkan memicu stres yang berlebihan.

Apa yang anak lihat dan dengar dalam keluarga akan menjadi dasar bagi mereka dalam membangun hubungan di masa depan. Jika mereka terbiasa melihat orang tua saling merendahkan, mereka bisa menganggap bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang dipenuhi dengan celaan dan kritik. Ini bisa berdampak pada cara mereka berinteraksi dengan teman, pasangan, atau bahkan keluarga mereka sendiri di kemudian hari.

Mengajarkan Sikap Nggak Hormat

Jangan kaget jika anak juga mulai nggak menghormatimu. (Freepik)

Saat anak sering mendengar satu orang tua menjelekkan yang lain, mereka bisa mulai kehilangan rasa hormat terhadap orang tua yang dikritik. Bahkan, bukan nggak mungkin mereka meniru perilaku tersebut dan mulai berbicara kasar kepada salah satu atau kedua orang tuanya.

Hal ini dapat merusak keharmonisan dalam keluarga dan menciptakan lingkungan yang nggak nyaman bagi anak. Karena itu, kebiasaan ini harus dihindari dengan cara:

1. Kelola Emosi dengan Baik – Jika sedang marah atau kecewa dengan pasangan, coba tahan diri untuk nggak mengeluarkan kata-kata negatif di depan anak. Tarik napas dalam, tenangkan diri, dan pilih waktu yang lebih tepat untuk membicarakan masalah tersebut dengan pasangan secara langsung.

2. Gunakan Komunikasi Positif – Jika ingin menyampaikan ketidakpuasan kepada anak terkait perilaku pasangan, gunakan bahasa yang lebih netral dan tidak menjatuhkan. Misalnya, daripada berkata "Ayahmu memang pemalas, makanya rumah berantakan," lebih baik mengatakan, "Ayah sedang sibuk, yuk kita bantu sama-sama."

3. Beri Contoh Hubungan yang Sehat – Tunjukkan kepada anak bahwa setiap hubungan pasti memiliki perbedaan pendapat, tetapi bisa diselesaikan dengan cara yang baik tanpa harus menjatuhkan satu sama lain.

Menjaga ucapan dan perilaku di depan anak adalah salah satu bentuk tanggung jawab orang tua dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat.

Jika ada masalah dengan pasangan, sebaiknya diselesaikan secara dewasa tanpa harus melibatkan anak. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Meski mulut sudah geregetan pengin meluapkan amarah, coba deh ambil napas dalam-dalam biar efeknya nggak sampai memengaruhi psikologis anak, Millens. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: