BerandaHits
Minggu, 27 Des 2025 11:01

Hasil Survei Tunjukkan Warga Korea Jadi Lebih Kaya, Tapi Semakin Nggak Bahagia

Ilustrasi: Kehidupan warga Korea Selatan. (Thelanguagegarage)

Dalam tiga tahun belakangan, secara ekonomi warga Korea merasa lebih mapan. Tapi, mereka justru semakin nggak bahagia. Apa penyebabnya, ya?

Inibaru.id - Seberapa bahagia sebenarnya kehidupan warga Korea Selatan hari ini? Jawabannya ternyata tidak sesederhana angka pendapatan atau kondisi ekonomi di sana. Survei terbaru dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan justru menunjukkan paradoks menarik, yaitu orang Korea merasa hidupnya lebih mapan secara finansial, tapi tingkat kebahagiaannya malah menurun.

Survei yang dilakukan rutin setiap tiga tahun ini memotret berbagai aspek kehidupan sosial, mulai dari urusan pribadi dan keluarga, nilai-nilai sosial, hingga pandangan soal demokrasi dan masa depan negara. Hasil edisi 2025 memperlihatkan penurunan cukup tajam dalam rasa bahagia.

Dalam data yang diungkap Koreaherald pada Selasa (23/12/2025) ini, pada 2022 sebanyak 65 persen responden mengaku bahagia. Kini, angkanya turun menjadi 51,9 persen pada 2025. Kepuasan hidup secara umum juga ikut merosot dari 63,1 persen menjadi 52,9 persen.

Yang bikin heran, kondisi ekonomi justru terasa lebih baik. Sebanyak 60,5 persen responden kini menilai diri mereka berada di kelas menengah atau lebih tinggi. Angka ini naik lebih dari 18 persen dibanding tiga tahun lalu. Artinya, semakin banyak orang merasa aman secara finansial, tapi rasa puas terhadap hidup tidak ikut terdongkrak.

Menariknya, tahun ini adalah untuk kali pertama survei melibatkan warga negara asing yang tinggal di Korea Selatan minimal dua tahun. Hasilnya cukup kontras. Meski rata-rata pendapatan dan keamanan hunian mereka lebih rendah, tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup warga asing justru lebih tinggi dibanding warga lokal. Sekitar 56 persen dari mereka mengaku bahagia dan puas menjalani hidup di Korea.

Warga asing juga cenderung puas dengan kehidupan keluarga, pertemanan, dan kondisi kesehatan. Namun, mereka masih merasa kurang puas soal pekerjaan, penghasilan, dan tempat tinggal. Meski begitu, secara keseluruhan, persepsi hidup mereka tetap lebih positif.

Hasil survei yang menunjukkan tingkat kebahagiaan warga Korea. (Koreaherald)

Di sisi lain, pandangan masyarakat Korea terhadap multikulturalisme terbilang cukup terbuka. Mayoritas responden menilai keberagaman budaya membantu kebutuhan tenaga kerja dan memperkuat inklusivitas sosial. Banyak pula yang tidak setuju anggapan bahwa masyarakat multikultural melemahkan identitas nasional.

Survei ini juga menunjukkan pergeseran nilai dalam memandang masa depan negara. Untuk kali pertama sejak survei dimulai pada 1996, lebih banyak responden memilih “negara dengan demokrasi yang matang” sebagai cita-cita utama, mengalahkan impian menjadi negara yang sekadar makmur secara ekonomi. Hal ini dianggap sebagai refleksi meningkatnya kesadaran publik setelah berbagai tantangan demokrasi belakangan ini.

Survei ini juga menunjukkan adanya perubahan pandangan kehidupan pribadi, khususnya tentang pandangan soal pernikahan dan keluarga. Kepribadian kini dianggap faktor terpenting dalam memilih pasangan, sementara anggapan bahwa pernikahan harus diikuti dengan memiliki keturunan terus menurun.

Survei ini juga mencatat meningkatnya penerimaan terhadap pernikahan sesama jenis serta dukungan besar untuk memperpanjang atau bahkan menghapus usia pensiun wajib.

Mulai 2026, survei ini akan dilakukan setiap tahun. Tujuannya jelas: membaca denyut kehidupan masyarakat Korea dengan lebih akurat, di tengah perubahan sosial yang bergerak semakin cepat.

Menarik juga ya Gez, hasil survei di negara yang terkenal dengan angka bunuh dirinya yang masih cukup tinggi ini. Ternyata, masih banyak juga yang masih merasa kurang bahagia meski secara kehidupan ekonomi cukup mapan. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: