BerandaHits
Minggu, 4 Jun 2022 11:00

Empat Prasasti di Tugu Jogja

Ada empat prasasti di dinding Tugu Jogja. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sadar nggak, di Tugu Jogja ada prasasti? Jumlahnya bahkan ada empat karena ada masing-masing satu di setiap sisinya, lo. Lantas, apa makna dari setiap prasasti tersebut?

Inibaru.id – Tahu nggak nama lain dari Tugu Jogja? Yap tugu kecil berwarna putih dengan ujung berwarna emas yang ada di pusat Kota Yogyakarta ini juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih, Millens. Nah, kamu sadar nggak kalau di tugu ini ada empat prasasti yang tercantum di sana?

Meski jadi salah satu ikon paling populer dari Kota Yogyakarta dan dijadikan objek foto para wisatawan, banyak orang yang nggak menyadari keberadaan prasasti di tugu ini. Nah, biar nggak makin penasaran, yuk kita membahas lebih jauh soal isi dari prasasti tersebut.

Tugu Jogja kali pertama dibangun pada 1756 lalu. Berarti usianya sudah 266 tahun. Lokasinya yang ada di perempatan dan ujung utara Jalan Mangubumi/Jalan Margo Utomo membuatnya jadi salah satu bagian dari sumbu imajiner yang mengaitkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan pantai selatan dalam satu garis lurus.

Awalnya, tugu ini berbentuk silinder (golong) dan bulatan (gilig). Karena alasan inilah, dulu sebutannya adalah Tugu Golong Gilig. Bentuknya tugu yang dulu dibuat sebagai simbol menyatunya raja dengan rakyatnya ini berubah total gara-gara sempat hancur oleh gempa besar pada 1867 silam.

Oh ya, balik lagi membahas soal prasasti di Tugu Jogja ya. Prasasti ini bisa kamu temui di dinding tugu tersebut. Tertulis dengan aksara Jawa dan dibingkai dengan kotak emas. Tulisan-tulisan pada prasasti tersebut sebenarnya menjabarkan soal proses pembangunan tugu tersebut usai hancur karena gempa.

Salah satu prasasti di Tugu Jogja. (kratonjogja.id)

Di dinding bagian barat, tertulis “Yasan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Kaping VII”. Artinya, tugu ini dibangun kembali pada saat Sri Sultan Hamengku Buwono VII memerintah.

Sementara itu, di dinding bagian utara, tertulis “Pakaryanipun sinembadan patih dalem Kanjeng Raden Adipati Danureja ingkang kaping V. Kaumdhagen Dening Tuwan YPF van Brussel. Opsihter Waterstaat.” Kalau yang ini, artinya adalah Patih Danurejo V yang memimpin pembangunan kembali tugu tersebut pada 1879-1899. Perancangnya adalah seorang petugas dari Dinas Pengairan Hindia Belanda yang kala itu bertugas di Yogyakarta, YPF van Brussel.

Di sisi timur, tertulis “Ingkang mangayubagya Karsa Dalem Kanjeng Tuwan Residhen Y. Mullemester.” Yang artinya, Residen Yogyakarta pada masa itu, Y. Mullemester menyambut baik pembangunan kembali Tugu Jogja. Tapi, pemerintah Hindia Belanda nggak ikut serta mendanainya.

Di dinding bagian selatan, tertulis “Wiwara harja manggala praja, kaping VII Sapar Alip 1819.” Kalimat ‘wiwara harja manggala puta’ adalah sengkalan yang menandakan kapan tugu ini selesai dibangun. Da juga lambang padi dan kapas bertuliskan HB VII (lambang Sultan Jogja pada masa itu) serta lambang mahkota Belanda di bagian atas.

Nggak nyangka ya, Millens, ada prasasti bersejarah di Tugu Jogja? (Har/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: