BerandaHits
Minggu, 18 Sep 2021 11:21

Dunia Sudah 2021, Tapi di Ethiopia Masih 2014

Jika kalender Masehi sudah 2021, kalender Ethiopia justru masih 2014. (Flickr/ Luigi Guarino)

Beda dengan penanggalan Masehi yang diterapkan di dunia, Ethiopia memakai penanggalan berbeda. Di sana, masih tahun 2014, bukannya 2021. Apa penyebab perbedaan tujuh tahun dengan penanggalan internasional ini, ya?

Inibaru.id – Meski ada banyak penanggalan atau kalender di dunia, yang dipakai secara universal adalah penanggalan Masehi. Nah, dengan penanggalan ini, kita sedang berada di tahun 2021. Tapi, ada yang berbeda dengan penanggalan di Ethiopia. Di sana, masih 2014, lo, Millens.

Pada Sabtu (11/9/2021) lalu, Ethiopia merayakan tahun baru 2014. Selain itu, ada fakta unik lain tentang kalender yang digunakan di negara ini, yakni adanya 13 bulan, bukannya 12 bulan dalam setahun. Kalender mereka lebih lambat tujuh tahun delapan bulan dibandingkan dengan kalender Masehi.

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi? Semua berawal dari berubahnya penghitungan kalender oleh Gereja Katolik pada tahun 500. Hanya, khusus untuk Gereja Ortodok yang ada di Ethiopia, mereka nggak mengikuti perubahan ini. Otomatis, kalender mereka pun jadi tertinggal deh.

Omong-omong soal bulan di penanggalan Ethiopia yang ada 13 itu, satu bulannya ada 30 hari. Nah, di setiap tahunnya, ada lima atau enam hari yang biasanya dimasukkan menjadi tanggal 31 di bulan-bulan di penanggalan masehi, justru dimasukkan ke bulan ke-13.

Ada juga keunikan lain dari sistem waktu yang diterapkan di Ethiopia. Kalau di seluruh dunia, pergantian hari dimulai di tengah malam alias pukul 00.00. Nah, kalau di negara yang ada di Afrika Timur ini, hari baru berganti pada pukul 06.00 pagi.

Jadi, pukul 00.00 mereka adalah saat matahari terbit, Millens. Kalau kamu nggak biasa dengan ini dan kemudian meminta bertemu seseorang pukul 09.00, bisa jadi orang Ethiopia justru datang pukul 15.00 sore karena bagi mereka, di waktu itulah pukul 09.00.

Penanggalan dan sistem waktu di Ethiopia berbeda dari yang ada di seluruh dunia. (Flickr/ Hotel Kaesong)

Keunikan Lain Ethiopia

Orang Indonesia biasanya mengenal Ethiopia sebagai salah satu lagu yang pernah dinyanyikan oleh Iwan Fals, ya? Selain itu, masih banyak orang yang mengira negara ini sangat miskin dan dilanda kelaparan. Padahal, hal ini sudah berubah. Ethiopia telah banyak berbenah dan kini telah menjadi negara berkembang.

Kalau menilik dari sisi sejarah, Ethiopia bahkan jadi satu-satunya negara yang nggak pernah dijajah. Padahal, Benua Afrika dikenal sebagai wilayah koloni banyak negara-negara Eropa.

Konon, Ethiopia adalah wilayah pertama yang disinggahi komunitas muslim di luar Arab Saudi. Di zaman Nabi Muhammad, tepatnya pada sekitar abad ke-7, para sahabat yang dipersekusi di Mekkah diminta untuk hijrah ke sebuah wilayah bernama Abyssinia. Meski penguasa wilayah ini adalah Raja Kristen, para sahabat ini diterima dan nggak mengalami masalah apapun.

Di sana, didirikanlah salah satu masjid paling tua di Afrika bernama Masjid Al-Negashi. Sejak saat itulah, Islam berkembang di negara ini. Kini, dari total sekitar 115 juta warga Ethiopia, 34 persen di antaranya adalah Muslim.

Kira-kira, kalau kamu tinggal di Ethiopia, bakal kebingungan dengan kalender atau sistem waktunya nggak, Millens? (Kom/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: