BerandaHits
Jumat, 30 Okt 2025 17:01

Dorong Pengentasan Kemiskinan, Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Serius Garap Sektor Pertanian dan Perikanan

Ketua DPRD Jateng Sumanto. (DPRD Jateng)

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menilai pengentasan kemiskinan nggak cukup dengan bantuan sosial. Dia mendorong Pemprov untuk lebih serius mengintervensi sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jawa Tengah.<br>

Inibaru.id – Pengentasan kemiskinan nggak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial. Begitulah penilaian Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto. Menurutnya, pemerintah perlu turun tangan lebih serius di dua sektor yang selama ini justru menjadi kantong kemiskinan terbesar di Jateng, yakni pertanian dan perikanan.

“Banyak warga miskin justru berasal dari dua sektor ini. Padahal kalau dikelola dengan baik, pertanian dan perikanan bisa jadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujarnya baru-baru ini.

Sumanto menyoroti masih rendahnya kesejahteraan petani karena keterbatasan lahan. Dari sekitar tiga juta petani di Jateng, mayoritas hanya memiliki sawah kurang dari 1.000 meter persegi. Dengan luas tersebut, hasil panen dan pendapatan mereka jauh dari cukup.

“Dengan harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram, petani dengan lahan 1.000 meter hanya bisa mengantongi kurang dari Rp1 juta sebulan. Bandingkan dengan yang punya satu hektare, bisa dapat Rp5 juta sampai Rp6 juta,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Dirinya menyebut, saat harga gabah sempat anjlok di kisaran Rp3.500–Rp4.000 per kilogram, banyak petani justru merugi. Biaya produksi yang tinggi, termasuk harga pupuk yang nggak murah, membuat mereka sulit bangkit. Karena itu, dia menilai perlu ada intensifikasi pertanian agar petani dengan lahan sempit bisa tetap memperoleh penghasilan layak.

Menurut Sumanto pemerintah perlu melakukan intervensi yang lebih serius untuk kesejahteraan petani. (DPRD Jateng)

“Sekarang harga gabah sudah bagus, tapi kalau luas lahannya tetap segitu, kesejahteraan juga susah naik. Pemerintah harus bantu dari sisi produktivitas,” tegasnya.

Selain pertanian, sektor perikanan juga mendapat perhatian. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi, mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat pesisir masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Rendahnya pendidikan, minimnya fasilitas dasar seperti air bersih dan pengelolaan sampah, hingga gaya hidup tanpa budaya menabung jadi faktor utama penyebabnya.

“Banyak nelayan tidak terbiasa menabung. Saat musim paceklik, mereka menjual barang-barang. Jadi manajemen keuangannya kurang baik,” jelasnya.

DKP Jateng, lanjut Endi, berupaya memperbaiki kondisi ini dengan membangun kawasan pesisir yang lebih higienis dan produktif. Program yang dijalankan antara lain pembangunan rumah layak huni, penyediaan BBM yang lebih mudah dijangkau nelayan, serta pelatihan keterampilan agar nelayan bisa menambah sumber penghasilan.

Sementara itu, DPRD bersama Pemprov Jateng juga terus menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebanyak 17 ribu unit setiap tahun, masing-masing senilai Rp20 juta. Namun Sumanto menegaskan, pembangunan rumah saja nggak cukup jika pendapatan warga nggak ikut meningkat.

“Rumah boleh bagus, tapi kalau penghasilannya tetap kecil, ya tetap miskin. Pemerintah harus bantu agar warga bisa punya penghasilan harian yang cukup. Kalau cuma mengandalkan bansos, berapa pun jumlahnya pasti habis,” pungkasnya.

Upaya pengentasan kemiskinan memang nggak bisa dilakukan dalam semalam. Namun dengan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, sektor pertanian dan perikanan bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Jawa Tengah. Kini saatnya semua pihak bergerak bersama nggak hanya memberi bantuan, tapi menciptakan kesempatan agar warga bisa hidup lebih sejahtera dari hasil jerih payahnya sendiri. Setuju nggak, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: