BerandaHits
Rabu, 6 Jan 2026 19:35

Di Balik Kece-nya Tato, Ilmuwan Ingatkan Risiko Kanker dan Gangguan Sistem Imun!

Seorang senimam tato sedang merajah tangan pelanggan. (Freepik)

Seni tato memang bikin penampilan makin edgy, tapi riset terbaru memperingatkan adanya ancaman kesehatan di baliknya. Dari kandungan logam berat cat mobil hingga risiko peradangan kelenjar getah bening, ternyata tinta tato bisa mengganggu sistem imun dan memicu risiko kanker dalam jangka panjang.

Inibaru.id – Siapa sih yang nggak setuju kalau tato sudah jadi bagian dari gaya hidup modern? Mulai dari desain minimalis di pergelangan tangan sampai full sleeve yang menutupi lengan, tato memang cara keren buat mengekspresikan diri. Tapi, pernah nggak kamu kepikiran apa yang terjadi di bawah kulitmu setelah jarum tato selesai bekerja?

Ternyata, tinta tato nggak cuma "numpang lewat" di kulit lo, Gez. Ilmuwan baru saja mengungkap kalau pigmen tato berinteraksi secara aktif dengan sistem imun kita. Sayangnya, interaksi ini nggak selamanya membawa kabar baik.

Mungkin banyak yang mengira tinta tato itu kayak cat biasa. Padahal, isinya adalah campuran kimia kompleks. Manal Mohammed, dosen mikrobiologi dari University of Westminster, menyebutkan kalau banyak pigmen tato sebenarnya dikembangkan untuk industri cat mobil, plastik, hingga toner printer, bukan buat disuntikkan ke kulit manusia!

Nggak jarang, tinta ini mengandung logam berat kayak nikel, kromium, kobalt, bahkan timbal. Selain itu, ada juga senyawa organik bernama pewarna azo dan PAH (hidrokarbon aromatik) yang bisa ditemukan pada asap kendaraan. Ngeri juga ya kalau dibayangkan bahan-bahan itu mengalir di tubuh kita?

Jalan-Jalan ke Kelenjar Getah Bening

Partikel tato bisa sampai di kelenjar getah bening. (Kompas)

Nah, ini yang paling menarik sekaligus bikin waswas. Tubuh kita menganggap tinta tato sebagai benda asing. Sel imun (makrofag) bakal berusaha "memakan" partikel tinta itu. Karena partikelnya kegedean, mereka terjebak di kulit, itulah kenapa tato jadi permanen.

Tapi, riset terbaru menunjukkan kalau tinta tato nggak selamanya diam di tempat. Sebagian partikelnya ternyata "jalan-jalan" lewat sistem limfatik dan menumpuk di kelenjar getah bening. Karena kelenjar ini fungsinya sebagai filter sistem imun, tumpukan zat asing tersebut bisa memicu peradangan kronis bahkan memengaruhi cara tubuh merespons vaksin, termasuk vaksin COVID-19.

Risiko Jangka Panjang: Kanker dan Alergi

Sebenarnya, belum ada bukti kuat kalau tato langsung bikin kanker pada manusia. Tapi, dalam studi laboratorium, pigmen tato yang terpapar sinar matahari atau laser penghapus tato bisa terurai jadi senyawa karsinogenik (pemicu kanker).

Masalahnya, kanker butuh waktu puluhan tahun buat berkembang. Karena tato baru populer banget dalam beberapa dekade terakhir, dampaknya mungkin baru akan kelihatan jelas di masa depan.

Risiko yang paling sering terjadi sekarang adalah alergi kronis dan peradangan.

Pentingnya Regulasi

Satu lagi masalahnya, Gez yaitu kurangnya aturan. Di banyak negara, tinta tato nggak diatur seketat kosmetik atau obat-obatan. Produsen sering nggak wajib mencantumkan daftar bahan lengkap. Alhasil, kita nggak benar-benar tahu apa yang masuk ke dalam tubuh kita.

Hm, tato memang bentuk ekspresi diri yang kuat dan indah. Tapi, kamu juga harus sadar kalau itu berarti paparan kimia seumur hidup. Semakin besar dan banyak warna tatomu, semakin besar pula beban kimia yang ditanggung tubuh.

Jadi, buat kamu yang baru mau bikin tato, pastikan pilih studio yang higienis, cek kualitas tintanya, dan pertimbangkan baik-baik ya risiko jangka panjangnya. Cantik di luar, harus sehat juga di dalam, kan? (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: