BerandaHits
Minggu, 15 Apr 2023 11:27

Covid Arcturus Ditemukan di Indonesia, Harus Bagaimana?

Covid Arcturus ditemukan di Indonesia di tengah kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kemenkes memastikan Covid Arcturus ditemukan di Indonesia. Varian ini sangat menular dan belakangan terjadi kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan. Harus bagaimana agar tetap aman dan sehat selama musim mudik ini?

Inibaru.id – Belakangan ini masyarakat Indonesia semakin menganggap ancaman Covid-19 sebagai hal yang nggak perlu dikhawatirkan. Padahal, ada varian baru Covid-19, yaitu Covid Arcturus yang sudah ditemui di Indonesia. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi pada Kamis (13/4/2023), kasus Covid Arcturus sudah ditemui pada Maret 2023 lalu. Jumlah kasusnya ada dua dan semuanya sudah sembuh.

“Dua kasus, yang satu itu laki-laki berusia 56 tahun baru pulang dari India. Di negara itulah, memang ada kenaikan kasus Covid-19 akibat varian tersebut,” ucapnya.

Nah, laki-laki tersebut sudah mendapatkan 3 dosis vaksin. Meski terkonfirmasi positif Covid-19, nggak sampai dirawat di rumah sakit dan hanya melakukan isolasi mandiri. Istri dan kedua anaknya pun langsung dicek kondisi kesehatannya oleh tenaga kesehatan. Istrinya sempat mengalami gejala batuk dan pilek, sementara anak-anaknya tidak. Ketiganya kemudian dipastikan negatif Covid-19.

Kasus kedua dialami perempuan dengan usia 30-an. Dia nggak punya riwayat perjalanan dari luar negeri. Sempat dirawat di rumah sakit, dia kemudian dinyatakan sembuh.

“Dirawat karena nafsu makan turun. Karena itu perlu diinfus,” ungkap Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril, Jumat (14/4).

Perempuan tersebut juga mengalami gejala seperti demam sampai menggigil, sakit kepala, sakit tenggorokan, anosmia, batuk kering, dan mual serta muntah. Meski begitu, menurut Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama, gejala-gejala tersebut masih tergolong ringan dan nggak jauh berbeda jika dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya.

Meski begitu, sejumlah pakar kesehatan dari India dan Inggris menyebut sejumlah pasien positif varian Covid Arcturus mengalami gejala khas, yaitu mata merah, gatal-gatal, dan lengket.

“Mata merah dan lengket sudah dilaporkan sejumlah dokter. Tapi, terlalu dini untuk menyebutnya umum terjadi pada pasien Covid Arcturus,” ungkap S.K Nakra dari Madhukar Rainbow’s Hospital, India, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (15/4).

Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia

Memakai masker dan vaksin booster, kiat mencegah gejala parah Covid Arcturus. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Mengingat varian Covid Arcturus ini dikenal mudah menular, apakah varian ini juga ikut menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini? FYI, pada 12 April 2023 lalu, angka kasus harian naik sampai 1.000. Padahal, pada hari-hari sebelumnya, angkanya biasanya ada di bawah 600-an.

Syahril menyebut bisa jadi varian ini jadi penyebabnya. Namun, dia nggak memungkiri jika varian-varian lain seperti Delta, Omicron, dan lain-lain masih ada di Indonesia dan ikut menjadi pemicu peningkatan tersebut. Apalagi, belakangan ini semakin banyak orang berkerumun tanpa masker di tempat umum.

Nah, mengingat orang yang sudah divaksin juga bisa tertular Covid-19 dari varian Arcturus, Syahril pun menyarankan siapa saja untuk melakukan vaksin booster. Selain itu, pemakaian masker harus tetap dilakukan di tempat umum.

“Kita imbau masyarakat untuk vaksin booster sebagai perlindungan. Jadi, kalaupun tertular, gejalanya nggak berat. Selain itu, tetap pakai masker di luar ruangan. Apalagi sekarang mau mudik,” sarannya.

Hayo, kamu sudah vaksin booster belum, nih, Millens? Kalau bisa lengkapi vaksinmu ya! (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: