BerandaHits
Minggu, 13 Mei 2023 09:00

Bingung Memilih Prodi Kuliah? Inilah Pilihan Jurusan Langka dengan Prospek Cerah

Ilustrasi: Beberapa jurusan langka di Indonesia memiliki prospek kerja yang terbuka lebar. (Siedoo)

Nggak harus memilih jurusan yang populer saat kuliah. Kamu yang memutuskan masuk ke jurusan langka dan hanya ada satu di Indonesia juga bakal untung. Jurusan-jurusan yang nggak populer ini justru memberikan prospek kerja yang cerah.

Inibaru.id - Saat menempuh kuliah, bisa masuk ke jurusan yang kita idam-idamkan adalah hal yang menyenangkan. Tapi, keadaan itu nggak mudah terjadi. Bisa saja karena banyak peminat, persaingan ketat, dan nilai yang kurang, membuat kita harus berlapang dada mundur dari jurusan "impian" dan memilih jurusan lain.

Beberapa orang, alih-alih mengambil jurusan yang populer dan memiliki banyak peminat, mereka lebih memilih jurusan yang langka. Kamu yang bakal mendaftar perguruan tinggi, bisa menerapkan cara ini untuk meminimalisasi persaingan, mudah berkompetisi, dan tentunya memiliki kesempatan prospek kerja gaji yang besar.

Jurusan Langka di Indonesia

Nah, sudahkah kamu tahu bahwa di Indonesia ada beberapa jurusan langka dan hanya ada satu di negara kita? Meski begitu, beberapa jurusan ini memiliki prospek kerja yang terbuka lebar. Alasannya tentu saja belum banyak sumber daya manusia (SDM) yang punya keahlian di bidang tersebut. Kamu penasaran jurusan apa saja itu? Yuk kita simak!

1. Teknik Nuklir, UGM

Kamu perlu tahu bahwa jurusan Teknik Nuklir hanya ada di UGM. Jurusan Teknik Nuklir adalah sebuah program studi yang mempelajari ilmu inti atom dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika nuklir dan interaksi antara radiasi dan material sebagai dasarnya.

Meskipun jurusan ini hanya ada satu di Indonesia, Teknik Nuklir punya prospek kerja yang sangat luas. Perusahaan pertambangan, perminyakan dan perusahaan yang bergerak di bidang energi sangat membutuhkan tenaga ahli nuklir. Perusahaan itu seperti Pertamina, PLN, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian ESDM, dan sebagainya.

2. Astronomi, ITB

Jika kamu siswa yang suka mengamati tata surya, cocok banget masuk ke jurusan Astronomi ITB. Meski langka, jurusan ini punya prospek kerja cerah. Lembaga yang membutuhkan lulusan Astronomi adalah lembaga penelitian, pusat sains, lembaga antariksa, planetarium, observatorium, media massa, sekolah, sampai ke perguruan tinggi.

3. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Unair

Program S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas Airlangga (Unair) masih menjadi satu-satunya di Indonesia. Semakin canggihnya perkembangan zaman, SDM yang punya keahlian di bidang teknologi juga makin banyak dicari. Robotika merupakan salah satu disiplin ilmu yang lahir dari gabungan beberapa bidang ilmu seperti sistem mekanika, elektronika, dan komputer.

4. Rekayasa Nanoteknologi, Unair

Ilustrasi: Salah satu keuntungan memilih jurusan langka di Indonesia adalah meminimalisasi persaingan karena teman satu jurusan nggak banyak. (Freepik)

Jurusan Rekayasa Nanoteknologi, Universitas Airlangga nggak hanya satu-satunya tapi juga yang pertama di Indonesia. Penguasaan nanoteknologi akan memungkinkan berbagai penemuan baru yang bukan sekadar memberikan nilai tambah terhadap suatu produk, tapi juga menciptakan nilai bagi suatu produk.

5. Sains, Atmosfer, dan Keplanetan, Itera

Prodi Sains Atmosfer Institut Negeri Sumatera (Itera) merupakan jurusan yang mengkaji atmosfer antariksa dekat dan mempelajari perilaku atmosfer terhadap perubahan cuaca dan iklim di Bumi. Selain itu program studi ini juga mengkaji tentang atmosfer antariksa jauh yang mempelajari interaksi antara Matahari terhadap Bumi dan planet-planet lainnya dalam sistem Tata Surya.

6. Sastra Belanda, UI

Ada banyak jurusan sastra dari berbagai negara yang dimiliki sejumlah PTN di Indonesia. Namun jika kamu tertarik mendalami Sastra Belanda, jurusan ini hanya ada di Universitas Indonesia (UI).

Mahasiswa Sastra Belanda akan mempelajari sejarah, politik, kebiasaan masyarakat, dan kulturnya. Mahasiswa juga akan belajar soal linguistik, sastra, dan kebudayaannya.

Lulusan Sastra Belanda memiliki prospek kerja yang terbilang cukup luas. Selain bekerja sebagai penerjemah bahasa Belanda, lulusannya juga bisa bekerja sebagai penulis, novelis, content writer, hingga staf di Kementerian Luar Negeri, entrepreneur, dan tentunya akademisi.

7. Teknik Transportasi Laut, ITS

Departemen Teknik Transportasi Laut merupakan departemen termuda di Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Mahasiswa prodi ini belajar tentang perencanaan dan analisis angkutan laut, multimoda, kegiatan dan infrastruktur pelabuhan, dan desain konseptual kapal yang berorientasi internasional.

Lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi lapangan pekerjaan di bidang industri pelayaran, pelabuhan, galangan kapal, logistik dan angkutan multimoda, industri minyak dan gas, perbankan dan asuransi, serta sektor pemerintahan.

8. Ilmu Keluarga dan Konsumen, IPB

Institut Pertanian Bogor punya jurusan langka yang hanya ada satu di Indonesia, yakni program studi Ilmu Keluarga dan Konsumen. Prospek kerja dari program studi ini cukup beragam. Lulusannya bisa bekerja menjadi seorang konsultan di bidang perlindungan konsumen dan keluarga, tumbuh kembang anak dan perlindungan perempuan, tenaga pengajar dan pengelola pendidikan di sekolah-sekolah, spesialis riset pemasaran konsumen, hingga sebagai bagian dari lembaga pemerintah BKKBN.

9. Manajemen Industri Katering, UPI

Saat ini, prodi Manajemen Studi Katering Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan yang pertama dan satu-satunya dalam jenjang S1 di Indonesia. Jika kamu punya cita-cita ingin memiliki bisnis restoran atau kafe, jurusan ini bisa dijadikan pilihan. Selain itu, jurusan ini juga cocok untuk kamu yang tertarik terjun ke dunia pariwisata dan kuliner.

Ada banyak pilihan jurusan langka. Jadi kamu nggak perlu bingung lagi ya, Millens! Tapi, satu yang harus kamu pahami, baik itu jurusan langka ataupun populer, keduanya sama-sama menuntut keseriusanmu dalam menempuh studinya. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: