BerandaHits
Kamis, 14 Agu 2024 08:58

Berkaca dari Kasus Cut Intan Nabila; Hadapi KDRT dengan Keberanian!

Ilustrasi: Jika terjadi KDRT, nggak perlu menunggu situasi darurat untuk mencari bantuan. (Shutterstock/Sinisha Karich)

Korban KDRT selalu punya alasan kenapa dia masih di dalam belenggu kekerasan dan kekejaman yang dilakukan pasangannya. Tapi, apapun alasannya, sudah seharusnya KDRT dihadapi dengan keberanian. Yuk, catat dan simpan kontak darurat yang bisa kamu hubungi jika mengalami atau menyaksikan kasus KDRT di sekitarmu.

Inibaru.id - Banyak yang memberikan dukungan psikologis dan doa kepada selebgram Cut Intan Nabila setelah dirinya berani bercerita tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya. Pelaku KDRT yaitu suaminya terlihat dari kamera pengawas melakukan kekerasan secara kejam terhadap Cut Intan yang bikin siapa saja yang melihatnya merasa miris.

KDRT seperti yang dialami ibu tiga anak asal Aceh tersebut adalah satu dari ribuan kasus KDRT yang dialami perempuan di Indonesia. Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam dua tahun terakhir telah terjadi 15.921 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Sayangnya, angka kekerasan yang besar tersebut tetap dipandang sebelah mata, bahkan dinormalisasi. Selain itu, nggak banyak korban yang berani membuka permasalahannya itu dan melapor ke pihak yang berwajib.

Apa yang telah dilakukan Cut Intan Nabila patut diapresiasi. Sebab, nggak mudah bagi korban KDRT untuk speak up dan mencari keadilan. Biasanya mereka punya pertimbangan sendiri sehingga membuat korban bisa bertahan dalam waktu lama.

Bagaimana Menghadapi KDRT?

Ilustrasi: Nggak semua orang punya keberanian untuk melaporkan dan memviralkan penganiayaan yang dialaminya. (Istockphoto/Simarik)

Karena banyak terjadi, bisa saja kamu juga pernah menjumpai KDRT di terjadi di sekitarmu, Millens. Jika mengalami hal tersebut, korban KDRT harus segera menyadarinya sehingga nggak mengganggu kesehatan mental. Setelah itu, inilah beberapa hal yang seharusnya korban KDRT lakukan.

1. Berhenti Menyalahkan Diri

Kebanyakan korban KDRT kerap menyalahkan diri sendiri akibat tindak kekerasan yang diterima dari pasangannya. Tapi, hal itu nggak seharusnya terjadi karena nggak ada kekerasan (baik psikis maupun fisik) yang dapat dibenarkan. Penting menanamkan pada pikiran bahwa kita nggak pantas diperlakukan kasar.

2. Bersikap Tegas

Jika KDRT terjadi, penting menyikapi tindak kekerasan itu dengan tegas, dan menuntut pasangan untuk meminta maaf. Karena itu, jangan pernah memaklumi kekerasan yang terjadi dengan membiarkan dan nggak melakukan apa-apa.

3. Siapkan Bukti

Bukti yang dapat menunjukkan pasangan melakukan tindak KDRT itu penting. Sebab, jika situasi makin parah, kita dapat membuktikan bahwa pasangan benar-benar melakukan tindak kekerasan. Apalagi jika pasangan bersikap manipulatif dan mencoba memfitnah dengan memutarbalikkan fakta.

4. Cari Bantuan

Penting untuk mencari bantuan, khususnya bantuan ahli seperti psikolog atau konselor pernikahan. Hal ini dapat dilakukan jika korban dan pasangan masih ingin mempertahankan pernikahan.

Namun, jika pasangan yang melakukan tindak KDRT nggak kunjung merubah sikapnya, dan bersikap tak acuh pada pernikahan, maka nggak perlu menunggu situasi darurat untuk mencari bantuan. Segera cari bantuan dari berbagai pihak. Baik dari orang-orang terdekat seperti keluarga, atau sahabat, hingga meminta pertolongan pada pihak yang berwajib.

Atau setiap orang bisa melaporkan kasus kekerasan anak dan perempuan dengan menelepon ke nomor 129 atau nomor WhatsApp layanan pengaduan SAPA 129 di 08111129129. Selain itu Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) juga membuka layanan aduan bila mengalami dan mengetahui KDRT yakni melalui telepon 021-3903963 maupun email pengaduan@komnasperempuan.go.id. Catat dan simpan nomornya ya, Millens.

Yap, itulah hal-hal yang bisa dilakukan siapa pun yang menjadi korban KDRT. Berkaca dari kasus Cut Intan, pada awalnya dirinya juga memiliki alasan kuat untuk terus menyembunyikan KDRT yang dialaminya. Tapi, ketidakadilan yang dirasakannya sudah nggak terbendung lagi sehingga keberanian untuk speak up itu muncul. So, buat yang sedang berada pada situasi yang sama, semoga keberanian itu segera kamu dapatkan, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: