BerandaHits
Sabtu, 2 Jan 2026 18:36

Begini Cara Unik Orang Mesir Kuno Rayakan 'Wepet Renpet' alias Tahun Baru!

Masyarakat Mesir Kuno juga merayakan Tahun Baru. Mereka menyebutnya Wepet Renpet. (Egypt Time Travel)

Lupakan sejenak pesta kembang api, karena orang Mesir Kuno punya cara yang jauh lebih sakral buat merayakan tahun baru bernama Wepet Renpet. Dari ritual "menjemur" patung dewa di bawah matahari sampai tradisi tukar kado parfum estetik, yuk kenali sejarah tahun baru yang tanggalnya selalu berubah-ubah ini!

Inibaru.id – Kalau kita sekarang merayakan tahun baru dengan kembang api dan hitung mundur di tengah kota, orang Mesir Kuno punya cara yang jauh lebih sakral sekaligus estetik, Gez. Namanya adalah Wepet Renpet, sebuah perayaan yang dianggap sebagai momen lahirnya kembali alam semesta, manusia, hingga para dewa.

Uniknya, tanggal tahun baru mereka nggak pernah tetap alias geser-geser terus. Kok bisa, ya? Yuk, kita intip rahasianya!

Berbeda dengan kalender Masehi yang kita pakai sekarang, kalender Mesir Kuno nggak mengenal sistem tahun kabisat. Karena jumlah harinya cuma 365 hari pas, tanggal tahun baru mereka perlahan bergeser melintasi musim setiap tahunnya.

Juan Antonio Belmonte dari Institut Astrofisika Kepulauan Canary menyebut kalau Wepet Renpet ini bersifat dinamis. Jadi, orang Mesir Kuno bisa saja merayakan tahun baru di musim yang berbeda-beda seiring berjalannya waktu.

Tandanya: Bintang Sirius dan Banjir Sungai Nil

Sungai Nil. (Shutterstock)

Sekitar 4.800 tahun lalu, tahun baru biasanya jatuh di akhir Juni. Momen ini sangat ditunggu-tunggu karena berbarengan dengan meluapnya Sungai Nil yang menyuburkan tanah pertanian mereka.

Satu tanda paling suci bagi mereka adalah munculnya Bintang Sirius di ufuk timur setelah menghilang berbulan-bulan. Begitu Sirius terlihat, itu tandanya banjir Nil akan datang dan kehidupan baru dimulai. Bahkan, di beberapa kuil, mereka bisa merayakan "tahun baru" sampai tiga kali dalam setahun, termasuk saat ulang tahun kaisar!

Perayaan Wepet Renpet nggak lengkap tanpa ritual keagamaan yang megah. Salah satu yang paling unik adalah ritual membawa patung dewa ke atap kuil. Tujuannya? Biar patung dewa tersebut "dijemur" atau terpapar sinar matahari langsung agar energinya kembali segar (regenerasi).

Selain ritual serius, suasana pesta juga kental banget. Mereka hobi melakukan jamuan makan keluarga dan tukar kado. Hadiah yang paling hits saat itu adalah Labu Tahun Baru, yaitu wadah keramik kecil yang estetik. Pakar Egiptologi John Baines menyebut labu ini biasanya berisi minyak wangi atau parfum mahal dan dihiasi doa-doa baik untuk si penerima.

Bisa disimpulkan, sejak ribuan tahun lalu, manusia memang sudah punya keinginan buat memulai lembaran baru dengan kegembiraan dan harapan baik. Bagi orang Mesir Kuno, tahun baru adalah saat matahari, sungai, dan manusia kembali seirama.

Gimana, keren banget kan tradisi mereka? Menurutmu, lebih seru perayaan tahun baru zaman sekarang atau zaman Mesir Kuno nih? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: