BerandaHits
Sabtu, 24 Okt 2025 13:01

Atasi Banjir Kaligawe, BPBD Jateng Kerahkan Mobile Pump ke Tenggang dan Sringin

BPBD Jateng mengoptimalkan pompa dan mobil pump untuk mengatasi banjir di Kaligawe. (Humas Jateng)

Menurut Bergas, persoalan mendasar banjir tahunan di Kota Semarang atau wilayah daerah cekungan, yakni terletak pada kapasitas pompa yang belum maksimal. Karena itulah BPBD Jateng melakukan optimasi mobile pump.

Inibaru.id - Tingginya curah hujan yang merata di beberapa daerah di Jawa Tengah telah mengakibatkan genangan dan banjir melanda di sejumlah titik lokasi di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.

Saefudin (50), seorang sopir truk asal Jepara yang terjebak banjir saat hendak menuju Kudus mengatakan banjir yang menggenang cukup luas dan debitnya tinggi. Namun begitu, lelaki 50 tahun yang mengaku baru tiba dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini mengatakan, pemerintah tampak berupaya keras.

“Sekarang (air) sudah mulai disedot. Itu sudah bagus. Sudah ada perhatian dari pemerintah,” ujar Saefudin saat ditemui di kawasan Kaligawe, Kamis (23/10/2025). "Harapan kami, tentu saja perjalanan tetap kancar, biar kendala seperti ini (banjir) bisa segera tertangani."

Sedikit informasi, banjir telah menggenangi kawasan Kaligawe dan Genuk, Kota Semarang, sejak Rabu (22/10) malam. Hujan deras yang mengguyur sejak sore membuat air cepat naik. Upaya menurunkan debit air pun dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Tim BPBD Jateng Telah Diturunkan

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Bergas C Penanggungan menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk mendampingi penanganan banjir di Kota Semarang.

"Sudah dari kemarin, sejak kejadian banjir, teman-teman BPBD provinsi sudah membantu. Istilahnya sebagai pendamping teman-teman BPBD Kota Semarang beserta rekan-rekan sukarelawan, TNI, Polri, juga masyarakat," kata Bergas di kantor BPBD Jateng, Semarang, Kamis (23/10).

Sejumlah dapur umum dan titik pengungsian juga telah disiapkan, meski hingga Rabu malam belum banyak warga yang mengungsi.

“Yang penting, bantuan logistik sudah kami distribusikan sejak tadi malam,” kata Bergas.

Kerahkan Mobile Pump

Selain bantuan logistik, BPBD Jateng juga melakukan penanganan jangka pendek berupa pengerahan mobile pump di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin. Mobile pump di Kali Tenggang telah beroperasi, sedangkan di Sringin masih diupayakan karena aksesnya sulit.

“Akses ke Sringin agak sulit, jadi mobilisasi pompa ke sana masih kami upayakan,” ujar Bergas.

Menurutnya, kondisi geografis Semarang yang berada di cekungan membuat wilayah itu sangat bergantung pada sistem pompa saat debit air meningkat. Untuk wilayah Kaligawe dan sekitarnya, ada Rumah Pompa Tenggang. Sementara, daerah Genuk memakai Rumah Pompa Sringin.

Tenggang memiliki enam mesin pompa, sedangkan Sringin mempunyai lima unit. Jumlah itu, Bergas mengungkapkan, sejatinya sudah cukup. Sayangnya tiap rumah pompa itu hanya dua yang beroperasi karena yang lainnya masih proses peningkatan kapasitas dan sumber tenaga.

"Sedang ada upgrade sumber tenaga, dari solar ke listrik; agar lebih maksimal dan nantinya semua bisa beroperasi terus, tidak ada on off-nya begitu," sebutnya. "Biar banjir tidak meluas, kami kerahkan semua pompa; tapi memang ini perlu menunggu, termasuk juga tergantung cuaca."

Tergantung pada Kapasitas Pompa

Menurut Bergas, persoalan mendasar banjir di daerah cekungan terletak pada kapasitas pompa yang belum maksimal. Dia mengatakan, proses peningkatan kapasitas mesin oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sedang dilakukan sebagai solusi jangka panjang, agar sistem pompa bisa beroperasi optimal.

"Selain di Semarang, kami juga memantau banjir di Grobogan dan Demak, serta beberapa kejadian tanah longsor akibat hujan lebat di wilayah Jawa Tengah bagian timur," terangnya.

BPBD Jateng mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menghadapi masa peralihan musim dari kemarau ke hujan, karena berpotensi ada tanda-tanda alam yang berkaitan dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.

"Harapan kami, teman-teman di wilayah, termasuk para sukarelawan, agar bisa menginformasikan ke masyarakat untuk selalu waspada," tandasnya.

Yang sedang diterpa banjir, semoga air segera surut ya, Gez! (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: