BerandaHits
Senin, 1 Mei 2022 17:15

5 Kebiasaan Makan yang Diam-Diam Bikin Perut Buncit

Ilustrasi perut buncit karena lemak menumpuk. (Freepik/jcomp via Poskota)

Banyak orang nggak sadar kalau beberapa kebiasaan makan ini membuat lemak perut bertambah sehingga jadi buncit. Perut buncit ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain jika nggak segera diatasi. Karena itu, ada baiknya kamu menghindari kebiasaan makan berikut.

Inibaru.id – Setuju nggak sih kalau lemak di perut itu benar-benar mengganggu? Perut jadi terlihat buncit. Nah, kalau kamu sedang berjuang menyingkirkan lemak di perut, coba deh perhatikan kebiasaan makanmu.

Tanpa disadari, kebiasaan makan yang kurang sehat berkontribusi membuat lemak di perut bertambah. Sayangnya, biasanya makanan-makanan yang bisa menyebabkan hal ini adalah makanan enak.

Jangan remehkan lemak di perut ya! Dikutip Eat This, komplikasi kesehatan bisa ditimbulkan dari perut yang buncit. Sebagai informasi, lemak perut (lemak visceral) merupakan jenis lemak yang dapat memicu penyakit berbahaya seperti diabetes dan penyakit jantung jika terlalu banyak menumpuk di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Penasaran kebiasaan makan apa saja yang membuat perut buncit karena timbunan lemak? Simak yuk!

1. Terlalu Banyak Makan Makanan Olahan

Makanan olahan memang praktis, tapi bisa menjadi penyumbang lemak perut yang cepat. "Makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak dapat berkontribusi pada kelebihan lemak perut," kata ahli gizi sekaligus penulis A Finally Full, Finally Slim, Lisa Young, PhD, RDN.

Berdasarkan penelitian terbaru, ukuran porsi makanan cepat saji dan makanan kemasan seperti cokelat dan soda 5 kali lebih besar dari sebelumnya. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan lemak perut.

2. Menggunakan Saus Salad Berlemak

Membuat sendiri salad segar bisa menjadi pilihan tepat ya? Tapi ahli diet mengatakan bahwa saus salad tertentu bisa saja mengandung tambahan lemak, gula, dan kalori.

"Banyak dari kita beralih ke salad untuk makanan yang lebih sehat, terutama ketika ingin menghilangkan lemak perut," kata Trista Best, MPH, RD, LD di Balance One Supplements.

Jika menggunakan saus salad tinggi lemak, bisa dipastikan lemak perut kamu bakal bertambah.

3. Makan Selai Kacang dalam Jumlah Banyak

Selai kacang yang mengandung gula tambahan bisa meningkatkan kalori dan lemak. (Freepik via Okezone)

Selai kacang memang dapat memberi kamu banyak manfaat kesehatan. Tapi, tetap penting lo buat memperhatikan ukuran porsinya kalau kamu berniat menghilangkan lemak perut.

"Selai kacang adalah makanan yang tentu kaya nutrisi, tetapi tidak semua varietas diciptakan dengan profil nutrisi yang sama," kata Best.

Beberapa selai kacang dibuat dengan tambahan gula, madu, atau bahkan cokelat untuk meningkatkan rasa dan tekstur. Bahan tambahan inilah yang menyebabkan peningkatan kalori dan lemak dengan cepat meskipun kamu cuma makan satu porsi selai kacang.

"Kedua, bahkan selai kacang alami harus dikonsumsi dalam jumlah sedang," lanjut Best.

Memang, orang acapkali tertarik begitu melihat label 'alami' sehingga menganggap makanan itu bisa dikonsumsi tanpa mempedulikan ukuran atau jumlah penyajiannya. Tapi sayangnya, selai kacang nggak bisa kamu masukkan dalam kategori ini. Kalau terlalu banyak menyantapnya, perutmu bakal cepat buncit.

4. Minum Yogurt Berkualitas Buruk

Yogurt bisa memberi kamu banyak manfaat kesehatan, tapi ini nggak berlaku pada semuanya. Lemak tinggi, gula, dan pemanis tambahan dalam yogurt justru nggak baik untuk perut. Karena itu, pilih yogurt yang tanpa rasa atau dengan pemanis alami. Kamu juga bisa lo memilih yogurt yang tinggi protein karena bisa mencegah kamu makan berlebihan.

5. Stres dan Kurang Tidur

Secara teknik, poin kelima ini memang bukan kebiasaan makan, tapi kebiasaan tidur dan manajemen stres sangat berpengaruh pada pola makan dan pilihan menu harian.

"Stres dapat meningkatkan lemak perut, sebagian, karena meningkatnya kadar hormon stres kortisol," kata Young.

Menurutnya, kurang tidur juga bisa memengaruhi suasana hati, yang dapat mendorong banyak orang untuk makan berlebihan pada makanan olahan tinggi gula dan lemak tinggi.

Jadi, dari lima poin di atas, mana nih yang sering kamu lakukan, Millens? (Lip/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: