BerandaAdventurial
Kamis, 7 Sep 2022 15:10

Tidak Bisa Dirobohkan, Misteri Makam Kiai Waqak Kendal

Makam yang dipercaya sebagai makam Kiai Waqak. (Jatengprov.go.id via Okezone)

Cerita mengenai makam yang tidak bisa roboh atau dipindahkan mungkin pernah kamu dengar. Kali ini, kisah makam yang terkesan bertuah datang dari Kendal, tepatnya Dusun Ngebum, Desa Mororejo, Kendal. Masyarakat percaya jika ini merupakan persemayaman Kiai Waqak yang diyakini merupakan putra Raden Patah.

Inibaru.id – Ada yang menarik nih kalau kamu mengunjungi Dukuh Ngebum, Desa Mororejo, Kendal. Tepatnya, di tengah kompleks PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) terdapat sebuah makam. Masyarakat menyebutnya dengan makam Kiai Waqak. Percaya nggak percaya, makam tersebut tetap kokoh berdiri di sana karena “menolak” dipindahkan.

Melansir Jatengprov.go.id (13/4/2017), masyarakat menyebut kawasan pabrik pengolahan kayu itu dulunya merupakan kompleks permakaman para tokoh besar dari Kesultanan Demak. Kemudian semua makam sudah tidak ada lagi dan hanya tersisa makam Kiai Waqak. Masyarakat setempat percaya jika ia merupakan penyebar agama Islam di Kendal.

Kiai Waqak disebut bernama asli Raden Kenduran. Ia diyakini merupakan putra Raden Hasan atau Raden Fatah, Raja Demak pertama yang memerintah Demak pada 1481-1518 Masehi.

“Temuan ini kemudian kami laporkan kepada kepala desa dan para perangkatnya untuk disampaikan kepada masyarakat,” tutur Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwsata (Dinporapar) Kendal Tavip Poernomo, SH, di kantornya, Kamis (13/4/2017).

Warga Pengin Dijadikan Destinasi Wisata Religi

Ratusan peziarah memadati makam wali di Bukit Jabal Kaliwungu (29/3/2022). (Radar Pekalongan)

Mengetahui ada makam tokoh Islam di sana, banyak masyarakat yang menyambangi untuk berziarah. Sayangnya, masuk kawasan pabrik bukanlah hal yang mudah. Mereka harus lebih dulu meminta izin. Karena itu, muncul ide untuk menjadikan makam Kiai Waqak ini sebagai tempat wisata religi.

Menurut tokoh masyarakat Desa Ngebum, Gunadi, Jumat (7/4/2017), Kiai Waqak pantas mendapatkan penghormatan seperti penyebar agama Islam terdahulu lainnya yang dimakamkan di Bukit Jabal, Kendal. Sebut saja Mbah Sunan Katong, Kyai Guru dan Wali Musyafa ataupun wali-wali lainnya yang selalu ramai dikunjungi.

Dia berpendapat jika itu akan melengkapi pariwisata di Mororejo. “Jadi penyeimbang, Pantai Ngebum wisata alam, dan makam Kiai Waqak ini sebagai wisata hati atau wisata religi,” tuturnya seperti dilansir dari beritajateng.

Di sisi lain, dia mengakui jika menjadikan makam Kiai Waqak sebagai obyek wisata religi bukan hal yang mudah. Sebab makam tersebut berada di tengah komplek pabrik dan membuat pihak desa kesulitan untuk mengambil alih tanah tersebut.

Gunadi juga membenarkan jika lokasi pabrik itu dulunya adalah kompleks permakaman. Di sana banyak makam orang-orang Dukuh Ngebum terdahulu yang dimakamkan di tempat tersebut. Namun anehnya, makam-makam tersebut hilang setelah pabrik berdiri.

“Yang tersisa cuma satu makam, yakni Makam Kiai Waqak yang memang katanya tidak bisa dibongkar atau dipindahkan. Sehingga sampai sekarang masih utuh dan terjaga. Makam-makam lainnya saya sendiri kurang tahu persis keberadaannya, mungkin sudah diratakan dengan tanah,” jelasnya.

Wasiat Kiai Waqak Lewat Mimpi

Sulitnya akses ke makam Kiai Waqak otomatis membuat nggak banyak diziarahi. Menurut Ketua Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor, Desa Mororejo, Rifqi Muslim hal itu disebabkan akses menuju makam sangat tertutup dan harus melalui penjagaan PT KLI.

“Kami di Ranting Ansor Mororejo yang selama ini secara rutin berziarah ke makam setiap Jumat. Itupun harus melalui izin dari pihak PT KLI baru bisa masuk. Kalau tidak bisa izin ya kami tidak bisa masuk,” akunya.

Meski nggak mudah mendapat izin masuk, dirinya beserta para Pemuda Ansor Mororejo tersebut tetap rutin datang karena mendapatkan wasiat langsung dari pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Mororejo KH Suyuthi. Sebelumnya kata Rifqi yang sekaligus putra dari KH Suyuthi jika ayahnya pernah mendapatkan mimpi.

“Mimpinya, abah (KH Suyuthi, red) ditemui oleh Kiai Waqak. Dalam mimpi tersebut abah dimintai tolong untuk merawat dan meramaikan makamnya. Sejak itulah, kami secara rutin berziarah ke makam Mbah Waqak,” tambahnya.

Wah, menarik juga ya cerita seputar makam Kiai Waqak ini. Kalau menurutmu gimana, Millens? Perlukah makam ini dijadikan destinasi wisata religi? (Siti Zumrokhatun/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: