BerandaAdventurial
Selasa, 28 Jul 2025 09:01

Puncak Alap-alap, Tempat Nongkrong di Atas Awan di Magelang

Pemandangan Puncak Alap-alap yang menakjubkan. (Johan Jochems)

Meski nggak tinggi, di Puncak Alap-alap Gunung Andong, kamu bisa melihat pemandangan alam yang luar biasa, termasuk puncak dari sejumlah gunung lain dan lautan awan yang memesona.

Inibaru.id – Pernah membayangkan duduk santai sambil menikmati matahari terbit dengan latar Gunung Merbabu dan Merapi, plus lautan awan di bawah kaki? Kalau iya, kamu wajib banget main ke Puncak Alap-Alap, surga kecil yang tersembunyi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Lokasinya ada di Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, dan masih masuk kawasan Gunung Andong. Meski Puncak Alap-alap nggak setinggi puncak gunung-gunung lain di sekitarnya, tempat ini punya pesona yang nggak kalah memesona. Bahkan, nggak sedikit yang bilang kalau Puncak Alap-Alap adalah “tempat healing terbaik” di Magelang.

Akses Mudah, Tapi Tetap Menantang

Untuk menuju ke sini, kamu bisa berangkat dari Magelang, Jogja, Semarang, atau Salatiga. Dari Kota Magelang, jaraknya sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jalurnya bakal ngelewatin sawah, perbukitan, dan udara sejuk khas pegunungan. Pokoknya perjalanannya nggak bakal bikin bosan?

Setibanya di Desa Girirejo, kamu bisa lanjut ke titik awal pendakian. Trek ke puncaknya nggak terlalu panjang, cuma sekitar 30–45 menit. Jangan anggap enteng, ya. Meski pendek, jalurnya lumayan menanjak. Tapi tenang, pemandangan sepanjang jalan bisa bikin kamu lupa capek.

Sampai di atas, siap-siap dibuat terpukau. Dari Puncak Alap-Alap, kamu bisa lihat Gunung Merbabu, Merapi, Sumbing, bahkan Sindoro di kejauhan jika langit sedang bersih dari awan. Kalau beruntung, kabut tipis bakal menyelimuti lembah di bawahmu. Suasananya tenang banget, cocok buat kamu yang pengin “kabur” sejenak dari rutinitas.

Kalau kamu suka fotografi, tempat ini surganya. Banyak banget spot instagramable yang bisa kamu manfaatkan. Nggak heran sih, banyak juga yang datang ke sini buat foto prewedding atau sekadar update feed media sosial.

Sunrise, Sunset, dan Malam Penuh Bintang

Pemandangan matahari terbit di Puncak Alap-alap. (Taufik Hidayat)

Salah satu waktu terbaik buat datang ke sini adalah saat sunrise. Pemandangan matahari muncul pelan-pelan dari balik gunung itu benar-benar magical. Tapi, kalau kamu tipe anak senja, sunset di sini juga nggak kalah keren.

Buat yang doyan camping, Puncak Alap-Alap punya area berkemah yang cukup luas. Tidur di bawah langit berbintang, ditemani udara sejuk pegunungan dan suara alam yang menenangkan? Siapa yang bisa nolak?

Fasilitas dan Biaya Masuk

Meski tergolong wisata alam, beberapa fasilitas dasar sudah tersedia. Mulai dari area parkir, warung kecil, hingga tempat camping. Tapi, disarankan tetap bawa perlengkapan pribadi, terutama kalau kamu niat ngecamp.

"Area parkir cukup luas, akses jalan menuju basecamp sudah bagus. Toilet juga cukup bersih dan memadai. Ada warung di puncak," ungkap salah seorang pengulas di Google Bernama Amirul Mahmud.

Biaya masuk ke sini cukup ramah di kantong, biasanya di kisaran Rp10.000–Rp15.000. Kalau mau ngecamp, mungkin ada biaya tambahan buat sewa lahan atau tenda. Yang pasti, siapkan jaket kalau main ke sana karena suhu udaranya biasanya cukup dingin.

Kalau kamu lagi cari tempat buat menyatu dengan alam, jauh dari bisingnya kota, dan ngisi ulang energi, Puncak Alap-Alap bisa jadi pilihan sempurna. Yuk, agendakan akhir pekan ke sini. Tapi ingat, jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan, ya, Gez! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: