BerandaAdventurial
Selasa, 24 Mar 2025 08:26

Menilik Masjid Al-Aqsha yang Bersanding Megah bersama Menara Kudus

Menilik Masjid Al-Aqsha yang Bersanding Megah bersama Menara Kudus

Potret Masjid Al-Aqsha Menara Kudus yang sudah berdiri sejak abad ke-15 Masehi. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Mempertahankan akulturasi masjid dan menara Kudus sebagai edukasi wisata religi yang masih banyak dikunjungi.

Inibaru.id - Masjid Al-Aqsha atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Menara di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, selalu menjadi tempat yang nggak luput dikunjungi masyarakat ketika bertandang ke Kota Kretek.

Selain beribadah, Masjid Al-Aqsha selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk berziarah, membaca ulang sejarah, atau sekadar berfoto. Dari segi bentuk, masjid yang bersanding dengan menara berbahan batu bata ini memang aestetik. Vibes-nya juga "kota santri" banget dengan banyaknya santri yang lalu lalang.

Sedikit informasi, Masjid Al-Aqsha didirikan oleh Ja’far Shodiq atau yang akrab dikenal sebagai Sunan Kudus. Semula, masjid ini nggak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat penyebaran Islam yang sarat nilai toleransi dan kearifan budaya.

Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim mengatakan, bangunan dan nilai-nilai ajaran Sunan Kudus hingga kini masih terus dilestarikan, termasuk larangan menyembelih sapi sebagai wujud toleransi dan penghormatan terhadap masyarakat Hindu kala itu.

“Dari dulu hingga sekarang, masyarakat Kudus masih menjaga tradisi ini. Bahkan, saat kami melakukan pengecekan di rumah pemotongan hewan pun tidak ada yang menyembelih sapi,” ujarnya, akhir Februari lalu.

Masjid yang Autentik

Pintu masuk menuju kompleks masjid yang menyerupai bangunan pura. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Berdirinya masjid ini dibuktikan dengan adanya batu prasasti yang masih tersimpan di mihrab imam. Prasasti itu, Denny mengungkapkan, memuat empat poin. Yang pertama adalah keberadaan nama wilayah yang disebut Al-Quds (sekarang disebut Kudus, red).

"Poin selanjutnya adalah pemberi nama yaitu Sunan Kudus Ja'far Shodiq, lalu nama masjid, diikuti tanggal berdirinya yakni 19 Rajab 1956 H atau 23 Agustus 1549," terangnya.

Awal berdiri, Denny menambahkan, Masjid Al-Aqsha belum sebesar sekarang. Luasnya hanya sebatas dari ruang pengimaman hingga gapura bagian dalam masjid. Lantaran nggak sebanding dengan jumlah jemaah yang datang, masjid pun terus direnovasi hingga tiga kali.

"Masjid ini telah mengalami beberapa kali perluasan untuk menampung jemaah yang semakin banyak, meski tetap mempertahankan bangunan atau bagian-bagian asli sebagai bentuk pelestarian sejarah,” jelasnya. "Renovasi pertama pada 1918-1919, kedua 1927, dan terakhir 1993; perbaikan puncak."

Gapura di Dalam Masjid

Gapura masjid lama yang masih berada di dalam masjid. Sejak awal dibangun, bangunan ini masih dirawat sebagai sarana edukasi untuk generasi muda. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Memasuki Masjid Al-Aqsha , pandangan pengunjung biasanya akan langsung tertuju pada sebentuk gapura di tengah-tengah masjid yang tampak janggal. Gapura bercorak Hindu itu dikatakan Denny sengaja nggak dirobohkan sebagai bentuk edukasi kepada pengunjung masjid.

“Sengaja tidak dihilangkan oleh para sesepuh. Tujuannya untuk mengedukasi kepada generasi yang mendatang,” akunya.

Dari gapura, untuk menilik jejak sejarah di Masjid Menara Kudus ini, kamu perlu berjalan ke barat atau ke arah makam untuk menyambangi tempat wudu laki-laki. Tempat wudu ini masih autentik terbuat dari batu bata berbentuk balok persegi panjang dengan motif seni ukir Hindu.

"Motif (ukiran) tidak masalah, asalkan tidak menyerupai suatu makhluk. Ada delapan pancuran di tempat wudu itu, yang disebut Delapan Jalan Kebenaran atau Asta Sanghika Marga,” kata Denny.

Masjid Al-Aqsha dan Menara Kudus

Area tempat berwudu laki-laki yang dibangun berbentuk persegi panjang, pada pancuran airnya menyerupai bentuk arca seperti bangunan umat Hindu. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Masjid Al-Aqsha menjadi satu kesatuan dengan Menara Kudus. Kalau kamu perhatikan, Menara Kudus memiliki kemiripan dengan Candi Kidal atau Candi Singosari di Jawa Timur; atau menara Kukkul di Bali. Sejak awal, Menara Kudus memang bangunan Hindu.

Sebagai bagian dari Masjid Al-Aqsha , Menara Kudus kini menjadi simbol dari toleransi antarumat beragama. Konon, dulunya lokasi menara ini menjadi tempat sumber mata air kehidupan berada. Mata air itu diyakini bisa membuat mahluk yang telah mati hidup kembali saat dimasukkan ke dalamnya.

"Namun, saat ini mata air tersebut telah ditutup dengan bangunan menara lantaran khawatir lokasi tersebut akan dikultuskan orang," kata Denny.

Kondisi kubah Masjid Al-Aqsha jika dilihat dari dalam ruangan. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Bangunan menara yang semula menjadi tempat pemujaan pun kini telah diubah fungsinya sebagai tempat untuk mengumandangkan azan.

“Jika masyarakat Hindu fungsi menara itu adalah untuk pemujaan atau peribadatan, beda dengan Menara Kudus yang digunakan untuk mengumandangkan azan. Meskipun hampir sama secara arsitektur, tapi fungsinya berbeda,” ujarnya.

Bangunan Menara Kudus tampak tinggi menjulang di dekat Masjid Al-Aqsha. Dari dekat, menara setinggi 18 meter itu tampak molek dengan hiasan 32 piring keramik bergambar yang mengelilinginya.

"Ada 20 piring berwarna biru berlukiskan masjid, manusia dengan unta, dan pohon kurma. Sisanya, sebanyak 12 piring berwarna merah putih berlukiskan kembang," kata Denny.

Kalau kamu sempat melintas di Kudus, sempatkan diri untuk mampir ke Masjid Menara Kudus ya, Millens! (Alfia Ainun Nikmah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Iri dan Dengki, Perasaan Manusiawi yang Harus Dikendalikan

27 Mar 2025

Respons Perubahan Iklim, Ilmuwan Berhasil Hitung Jumlah Pohon di Tiongkok

27 Mar 2025

Memahami Perasaan Robot yang Dikhianati Manusia dalam Film 'Companion'

27 Mar 2025

Roti Jala: Warisan Kuliner yang Mencerminkan Kehidupan Nelayan Melayu

27 Mar 2025

Jelang Lebaran 2025 Harga Mawar Belum Seharum Tahun Lalu, Petani Sumowono: Tetap Alhamdulillah

27 Mar 2025

Lestari Moerdijat: Literasi Masyarakat Meningkat, tapi Masih Perlu Dorongan Lebih

27 Mar 2025

Hitung-Hitung 'Angpao' Lebaran, Berapa Banyak THR Anak dan Keponakan?

28 Mar 2025

Setengah Abad Tahu Campur Pak Min Manjakan Lidah Warga Salatiga

28 Mar 2025

Asal Usul Dewi Sri, Putri Raja Kahyangan yang Diturunkan ke Bumi Menjadi Benih Padi

28 Mar 2025

Cara Menghentikan Notifikasi Pesan WhatsApp dari Nomor Nggak Dikenal

28 Mar 2025

Hindari Ketagihan Gula dengan Tips Berikut Ini!

28 Mar 2025

Cerita Gudang Seng, Lokasi Populer di Wonogiri yang Nggak Masuk Peta Administrasi

28 Mar 2025

Tren Busana Lebaran 2025: Kombinasi Elegan dan Nyaman

29 Mar 2025

AMSI Kecam Ekskalasi Kekerasan terhadap Media dan Jurnalis

29 Mar 2025

Berhubungan dengan Kentongan, Sejarah Nama Kecamatan Tuntang di Semarang

29 Mar 2025

Mengajari Anak Etika Bertamu; Bekal Penting Menjelang Lebaran

29 Mar 2025

Ramadan Tetap Puasa Penuh meski Harus Lakoni Mudik Lebaran

29 Mar 2025

Lebih dari Harum, Aroma Kopi Juga Bermanfaat untuk Kesehatan

29 Mar 2025

Disuguhi Keindahan Sakura, Berikut Jadwal Festival Musim Semi Korea

29 Mar 2025

Fix! Lebaran Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

29 Mar 2025