BerandaAdventurial
Minggu, 11 Mei 2019 09:00

Mencari Keheningan di Dalam Pura Agung Giri Natha Semarang

Pintu masuk Pura Agung Giri Natha yang terletak di Jl. Sumbing No. 12 Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berlibur nggak harus melulu ke tempat ramai. Kamu juga bisa mengembalikan energi positifmu dengan mengunjungi tempat sunyi seperti pura. Di Pura Agung Giri Natha, semua pencari keheningan diterima berkunjung.

Inibaru.id - Rampung dibangun pada 1984, Pura Agung Giri Natha sekarang dijadikan Pura Provinsi Jawa Tengah. Terletak di Jl. Sumbing No. 12 ini bisa dikunjungi siapa saja. Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia Kota Semarang Nengah Wirta Dharmayana mengungkapkan bahwa pura ini sengaja dibangun di tempat yang tinggi.

“Diperlukan tempat yang tenang untuk membangun tempat ibadah, karena umat Hindu sembayang dalam kondisi nyaman, hening, dan fokus agar bisa memusatkan pikiran,” kata Nengah. Dia mengungkapkan pentingnya pemilihan lokasi yang tepat seperti di ketinggian agar nyaman. “Orang jaman dulu malah membuat Pura di gunung agar tenang ketika menghadap Sang Hyang Widhi,” tambahnya.

Candi benthar yang akan kamu temui ketika pertama kali masuk ke area dalam pura. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Area pura terbagi atas tiga bagian yaitu Nistha Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda. Nistha Mandala adalah bangunan terdepan pura yang bersifat nista dan digunakan sebagai kamar mandi, tempat parkir atau kantin. Madya Mandala berfungsi sebagai ritus sosial yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, olahraga, dan berkesenian. Yang terakhir adalah Utama Mandala yang digunakan untuk beribadah.

Bagian Utama Mandala yang yang berada di pelataran luas dan dikelilingi bunga kamboja. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dia menjelaskan bahwa Pura Agung Giri Natha terbuka untuk semua orang. Kamu bahkan boleh masuk sampai area Utama Mandala, Millens. Selain berfungsi sebagai ritus spiritual, Pura ini juga berfungsi sebagai ritus sosial. Hal ini terlihat dari penggunaan area Madya Mandala pura ini untuk kegiatan masyarakat sekitar.

“Anak-anak lintas agama sering berkunjung ke sini, setiap hari Minggu juga ada yoga yang bisa diikuti oleh warga sekitar,” jelas Nengah. Untuk bisa masuk, kamu bisa berkunjung ke sini dari pagi hingga pukul 20.00 WIB. Namun sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung.

Negah Wirta Dharmayana, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang ketika memberikan gambaran Pura. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ketika masuk ke bangunan pura, kamu akan menemukan bangunan yang menyerupai gapura yang disebut dengan Candi Benthar, yaitu gerbang yang digunakan untuk masuk dari area Nistha Mandala ke area Madya Mandala. Selain bangunannya yang khas umat Hindu, suasana semilir dan hening cocok banget untukmu yang ingin bermeditasi. Kamu juga bisa menjajal masakan khas Bali yang dijual di kantin Pura setiap hari Minggu. Jika beruntung, kamu akan mendapati permaian gamelan Bali yang dimainkan di saat-saat tertentu lo, Millens!

Beberapa umat Hindu memainkan gamelan Bali yang hanya dilakukan pada event terlentu. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan ibadah umat Hindu yang ada di area Utama Mandala. Tapi untuk masuk, kamu perlu melepas alas kaki dan menggunakan sesaput yang diikatkan di bagian pinggang. “Ketika masuk ke tempat suci, pikiran dan perkataan harus suci hingga diwajibkan dalam keadaan suci,” tutur Nengah. Itu mengapa buatmu yang sedang datang bulan nggak boleh masuk ke utama mandala ya. Nah gimana? Menarik banget kan? Yuk agendakan ke sini! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: