BerandaAdventurial
Rabu, 6 Mei 2025 09:06

Keseruan Menelusuri Gang-Gang Kecil di Genuk Krajan Semarang

Pemandangan perkampungan padat di Genuk Krajan yang cantik. (Inibaru.id/Arie Widodo)

Gang-gang sempit di perkampungan padat Genuk Krajan sebenarnya punya potensi dijadikan wisata jalan kaki. Maklum, ada beberapa titik di sana yang punya pemandangan yang sangat cantik.

Inibaru.id – Beberapa tahun lalu saat masih kuliah, Heru Sulistyono sempat tertegun dengan punggung bukit di belakang kos-kosannya yang ada di kawasan Genuk Krajan, Kota Semarang. Pasalnya, yang dia lihat sampai puncak adalah rumah-rumah yang saling berdesakan.

Pemandangan ini tentu sama sekali berbeda dengan perbukitan hijau di dekat rumahnya yang ada di kawasan pedesaan yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah. Sayangnya, karena kesibukan, keinginannya untuk menyusuri gang-gang kecil di sana nggak pernah dia lakukan hingga waktu wisuda tiba.

Untungnya, pada libur panjang May Day kemarin, dia ada kesempatan untuk main ke Kota Semarang. Salah satu hal yang dia lakukan adalah mewujudkan hal yang dulu nggak sempat dia coba, yaitu menyusuri gang-gang kecil di kawasan perbukitan Genuk Krajan.

Vibes-nya kan mirip seperti favela di Rio de Janeiro gitu kan, ya? Cuma versi khas Indonesia. Makanya, saya tuh penasaran dengan seperti apa rupa perkampungan yang ada di gang-gang sempit itu, atau sespektakuler apa pemandangan yang bisa dilihat dari jendela rumah-rumah itu,” crita Heru pada Minggu (4/5/2025).

Setelah turun di halte bus BRT Trans Semarang di Taman Singosari, Heru yang sudah siap dengan kamera dan botol minuman langsung menyeberang ke Jalan Genuk Krajan yang ada di sisi barat bekas kawasan Wonderia. Sempat mampir ke bekas kosnya di Gang Genuk Krajan 4, Heru balik lagi untuk memasuki Genuk Krajan 1.

“Di depan gapura gang Genuk Krajan 4 ada patung singa yang konon merupakan ornamen batu nisan Tionghoa. Dulu diceritain ibu kos kalau kawasan perbukitan sini pada zaman dahulu adalah kuburan Tionghoa yang besar,” lanjutnya.

Tangga yang curam bikin satu-satunya cara untuk mencapai rumah yang ada di lereng Genuk Krajan adalah dengan berjalan kaki. (Inibaru.id/Arie Widodo)

Setelah menyusuri jalan di sebelah sungai kecil, Heru sedikit bergeser ke kanan menyusuri Gang Genuk Karanglo. Dari situlah, di sisi kanan dan kiri tempat dia berjalan, rumah-rumah terlihat seperti bertumpukan mengikuti kontur bukit dengan kemiringan yang ekstrem.

Setelah melewati Balai Serba Guna, lorong Genuk Karanglo terbelah menjadi dua. Jalur searah. Heru yang berjalan kaki memilih gang di sisi kanan yang sebetulnya hanya boleh dilalui kendaraan yang berlawanan arah dengan dirinya.

Dia memilih rute tersebut karena akan berbelok ke kanan, mengikuti jalur yang terus menanjak hingga tiba di Gapura Pelangi RT 4 RW 8.

Dari situ, dia kembali berbelok ke kanan, sedikit menuruni bukit, kemudian kembali naik tangga yang cukup curam dan mustahil dilewati sepeda motor. Di atas puluhan anak tangga itulah terbentang jalan yang persis berada di tepi tebing.

Heru lanjut berjalan ke arah timur laut menyusuri jalan tersebut, lalu menemukan pemandangan yang selama ini dia bayangkan sejak kuliah.

“Persis di pinggir jalan itu, dipasang tembok pembatas dengan sebagian di antaranya dibentuk seperti tempat duduk. Warga setempat bisa duduk-duduk di sana saat sore sembari mengobrol atau minum teh. Pemandangannya luar biasa, perbukitan yang dipenuhi rumah di Genuk Krajan, hingga Kota Semarang Bawah yang luas. Masjid Agung Jawa Tengah sampai kelihatan dari kejauhan,” ungkapnya.

Dia pun duduk sembari menenggak minuman yang dia bawa di tasnya. Sesekali, Heru mengambil foto dari pemandangan yang menakjubkan tersebut.

Setelah puas merekam pemandangan itu di memori otaknya, Heru memilih untuk turun menyusuri tangga kecil di antara rumah warga, dengan tujuan kembali ke Genuk Karanglo yang persis di sebelah Balai Serba Guna.

“Sempat kepikiran, wisata menyusuri gang di sini kira-kira bisa laku nggak, ya? Tapi karena saya nggak tinggal di Kota Semarang, sulit untuk memulainya. Padahal, pemandangannya luar biasa,” pungkas Heru.

Yap, siapa sangka, di kampung Genuk Krajan yang sekilas biasa saja itu, terdapat pemandangan luar biasa. Terpikir untuk wisata jalan kaki menyusuri gang dan tangga-tangga curam di sana, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: