BerandaAdventurial
Jumat, 21 Apr 2022 15:15

Cerita Lapak Pakaian Bekas di Purwokerto, Puluhan Tahun Jadi Tempat Buruan Warga

Ilustrasi: Warga berburu pakaian bekas. (Serayunews/Irfan)

Lapak pakaian bekas di Gang 1, Jalan Jenderal Suprapto, Purwokerto seakan telah menjadi legenda bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Banyak orang berburu pakaian bekas berharga terjangkau di sana. Seperti apa ya kondisinya sekarang?

Inibaru.id – Warga Banyumas dan sekitarnya pasti akrab dengan lapak pakaian bekas yang berlokasi di Gang 1, Jalan Jenderal Suprapto, Purwokerto. Maklum, lapak-lapak itu sudah jadi tempat warga berburu pakaian bekas selama puluhan tahun.

Jangan kira pakaian-pakaian bekas ini kualitasnya nggak bagus. Sebagian besar masih oke, kok. Kebanyakan memang jenama lokal. Tapi kalau teliti mencari, kamu bakal nemu merek impor.

Salah seorang pedagang di lapak pakaian bekas ini adalah Riswono. Laki-laki berusia 57 tahun ini terlihat mengeluarkan pakaian dari 3 karung besar kemudian menatanya. Waktu telah mendekati pukul 10.00 WIB, saatnya dia membuka lapak seperti biasa.

Menurut laki-laki warga Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, ini, lapak pakaian bekas di Jalan Jenderal Suprapto sudah eksis sejak 1977. Riswono juga bukan orang baru, Millens. Puluhan tahun sudah dia mencari peruntungan di sana.

“Awalnya itu ada sekitar 30-an pedagang. Sekarang sudah tersisa 7. Bukan karena pindah atau apa, tapi sudah banyak yang meninggal,” ceritanya, Rabu (20/4/2022).

Pakaian-pakaian bekas ini dia dapatkan dari warga. Jadi ya, terkadang ada warga yang datang ke lapaknya untuk menawarkan pakaian bekas. Selain itu, terkadang dia mencari sendiri ke rumah-rumah warga. Meski begitu, seringkali Riswono mendapatkan panggilan untuk datang ke rumah warga yang menawarkan pakaian bekas.

Salah seorang pedagang di lapak pakaian bekas Purwokerto. (Radarbanyumas/Dimas)

Soal harga, bervariasi banget. Yang paling murah bisa Rp 5 ribuan. Namun, ada juga pakaian dengan harga yang cukup mahal layaknya pakaian baru.

“Kalau orang dari Wonosobo, Banjarnegara, apa Kroya (Cilacap), beli baju harga Rp 5 ribuan. Tapi ada juga yang harganya Rp 75 ribu,” ungkapnya.

Peminatnya juga bervariasi. Ada yang sudah tua, ada juga yang masih pelajar. Nah, Riswono mengaku terkesan dengan banyaknya anak usia sekolah yang mau repot-repot mencari pakaian bekas dari lapaknya, memfotonya, dan kemudian menjualnya lagi di media sosial.

Mereka bahkan bisa mencari harganya dulu di internet untuk memastikan harga jual kembalinya menguntungkan.

Meski begitu, Riswono mengaku dagangannya belum tentu laku. Jika sedang cukup ramai, dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu sehari. Tapi, ada kalanya dia harus pulang dengan tangan kosong.

Hal ini sangat berbeda dengan di masa 1980-an. Kala itu, dua bulan sebelum Idulifitri, biasanya Riswono sudah mendapatkan keuntungan besar.

Salah seorang pelanggan setiap lapak pakaian bekas ini adalah Mujiono. Laki-laki berusia 35 tahun asal Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Banyumas ini mengaku cukup sering mencari pakaian bekas di sana.

“Sering juga saya ke sini, tidak hanya jelang Lebaran saja. Hampir tiap bulan lah,” terangnya.

Asalkan pandai dan teliti dalam memilih, Mujiono bisa mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Saya pernah dapat celana jins merek Cardinal yang masih bagus banget. Harganya kalau tidak salah Rp 20 ribu. Ya pokoknya kalau bawa uang Rp 100 ribu bisa dapat komplit dari atasan sampai bawah,” katanya.

Tertarik thrifting di Purwokerto, Millens? (Sua/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: