BerandaAdventurial
Minggu, 20 Jun 2020 12:09

Bertanya Kepada Pengelola Wisata Semarang soal Strategi Sambut Pengunjung

Goa Kreo masih ditutup. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pengelola Goa Kero dan Grand Maerakaca (PRPP) membeberkan berbagai persiapan mereka untuk menyambut pengunjung. Selain berbagai protokol kesehatan, ada hal lain yang perlu wisatawan patuhi. Apa itu?

Inibaru.id - Rabu (17/6), empat perempuan yang sedianya akan berkunjung ke Grand Maerakaca terpaksa putar balik karena wisata tersebut memang masih ditutup. Meski Pembatasan Kegiatan Masyarakat jilid 3 di Kota Semarang baru berakhir 21 Juni, tampaknya ada saja masyarakat yang nekat ke tempat wisata. Hal ini disampaikan oleh direktur PT Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah Titah Listiorini.

Hal serupa juga terjadi di Goa Kreo yang juga jadi lokasi wisata populer di Kota Semarang. Para petugas mengaku sering mendapati masyarakat yang datang meski wisata masih tutup. Barangkali sudah banyak orang yang sudah bosan berada di rumah. Sayangnya Pemerintah Kota dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang belum menampakkan sinyal untuk membuka wisata di waktu dekat.

Sembari menunggu lampu hijau dari pemerintah, pelaku wisata mengaku telah melakukan persiapan seperti melengkapi protokol kesehatan. Jadi, kamu bakal sering melihat tempat cuci tangan, hand sanitizer, petugas pemeriksa suhu tubuh, dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga harus memakai masker kalau mau berkunjung. Standar ya, tapi penting!

O ya, buat kamu yang berniat ke Grand Maerakaca harus siap dengan pembatasan pengunjung dan pembelian tiket secara nontunai.

“Kita batasi paling tidak 3000, kita pantau kalau ada yang keluar ya kita persilakan yang lain masuk,” ungkap Titah.

Salah satu anjungan di Maerakaca. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menurutnya, pengunjung nggak akan berdesakan dengan adanya pembatasan. Terlebih lagi, luas Maerakaca mencapai 20 Ha. Nantinya, pengunjung yang masuk dalam daftar tunggu akan disediakan ruangan khusus.

Selain itu, pihaknya juga bakal mengurangi kapasitas penumpang dalam beberapa fasilitas wisata seperti perahu air dan kereta kelinci menjadi setengah dari biasanya. Oh ya, Titah juga menekankan agar pengunjung menyediakan dompet digital. Begitu wahana dibuka, hanya sistem cashless yang diterima.

“Pengunjung beliu tiket dengan uang digital, cashless!” tambahnya.

Nggak jauh berbeda dengan Titah, Mamit Sumitra kepala UPTD Goa Kreo dan Agrowisata juga menyampaikan hal serupa. Selain berbagai protokol kesehatan, dirinya juga sudah mempersiapkan skenario pembatasan pengunjung menjadi beberapa sif.

Menurutnya jam kunjung Goa Kreo bakal dibagi menjadi tiga sesi yaitu pada pukul 08.00 – 11.00 (sesi pertama), 11.00 – 13.00 (sesi kedua), dan 14.30-16.00 (sesi ketiga). Jumlah pengunjung dalam setiap sesi pun bakal dibatasi jumlahnya.

“Sekitar 100 – 200 orang per sesi. Kalau sudah penuh, yang belum bisa masuk kita masukkan waitinglist,” ungkap Mamit.

Masih kosong. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Mamit juga bakal memfungsikan pengeras suara di Goa Kreo. Fungsinya, memberikan imbauan-imbauan secara berkala kepada pengunung agar tetap menjaga jarak. Baik Mamit ataupun Titah, keduanya mengaku siap kapanpun mereka diinstruksikan untuk membuka wisata.

Buatmu yang kelak akan berwisata, pastikan kamu paham dan patuh dengan berbagai peraturan baru yang diterapkan ini ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: