BerandaAdventurial
Jumat, 18 Agu 2022 17:15

Bendungan Pleret Semarang, Kanal Air Tertua yang Simpan Banyak Cerita

Para pemancing menikmati aktivitasnya di Bendungan Pleret Semarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Bendungan Pleret atau Bendungan Simongan adalah kanal air tertua di Kota Semarang. Aktif sejak 1879, kanal ini juga menjadi saksi perjuangan melawan penjajah.

Inibaru.id – Bendungan Pleret atau Bendungan Simongan sering dianggap sebagai salah satu spot paling asyik untuk memancing di pusat kota Semarang. Namun, nggak banyak yang tahu bahwa bendungan ini merupakan kanal air tertua Kota Lunpia berusia 143 tahun.

Menurut media lawas Belanda seperti De Locomotief dan Samarangsch handels-en adverentie-blad yang terbit pada 14 Maret 1885, Bendungan Pleret sudah berfungsi sejak 1879, yang dibangun pemerintah Hindia Belanda sebagai pengendali banjir yang kerap mendera Semarang abad ke-19.

Selain itu, bendungan ini juga masuk dalam program kanalisasi sungai di Kota Semarang. Saat itu, kanal-kanal di kota ini bisa mengaliri area persawahan.

“Awal kanalisasi dan pembangunan ada di wilayah Simongan, dan saat itu disebut bandjir kanaal. Sekarang disebut Bendungan Pleret,” ucap sejarawan Kota Semarang Joseph Army Sadhyoko, Senin (16/8/2022).

Sempat Jadi Lokasi Pejuang Melawan Belanda

Bendungan Pleret dibangun pada masa kolonial Belanda. (Tribunnews/Budi Susanto)

Sejarah unik lainnya dari Bendungan Pleret adalah lokasinya jadi salah satu titik terpenting bagi para pejuang saat mengusir penjajah. Titik tersebut adalah di Jembatan Kaligarang yang ada di bagian utara bendungan.

Kisah perjuangan tersebut sempat diceritakan oleh Purnawirawan TNI Kolonel Nursahit. Saat masih kecil, Nursahit melihat Jembatan Kaligarang dihancurkan para pejuang demi mengadang pergerakan pasukan penjajah.

“Pada 1947, Belanda ingin menggempur Yogyakarta. Mereka melintas di Kota Semarang dan tertahan di sekitar Bendungan Simongan. Kalau jembatan itu nggak hancur, alutsista Belanda akan dengan mudah menggempur pertahanan Indonesia dengan cepat,” cerita laki-laki yang kini berusia 83 tahun tersebut.

Selain itu, ada juga yang menyebut gorong-gorong di sekitar Bendungan Pleret dipakai para pejuang saat terjadi Pertempuran Lima Hari di Semarang. Hal ini sempat dikisahkan praktisi spiritual dan budayawan Semarang, Mbah Bejo

Gorong-gorongnya di depan Polrestabes yang sekarang adalah Taman Kasmaran. Di situ ada aliran masuk ke Pleret. Tentara Semarang dulu lewat gorong-gorong itu,” cerita Mbah Bejo, 20 Februari 2022.

Kini, Bendungan Pleret lebih dari sekadar tempat untuk mengendalikan banjir atau spot memancing favorit bagi warga Semarang. Keberadaan Taman Bendungan Pleret membuat lokasi tersebut jadi semakin nyaman untuk dijadikan warga berkumpul, melihat pemandangan, atau sekadar nongkrong.

Oya, kalau pengin memancing, pastikan untuk selalu berhati-hati. Kenapa? Karena debit air sungai di situ bisa sewaktu-waktu naik secara drastis manakala terjadi hujan lebat di hulu. (Rad,Kom,Tri/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: