BerandaTradisinesia
Kamis, 28 Sep 2022 17:05

Srandul yang Jenaka dan Ajakan Serius Menjaga Semesta

Pementasan Srandul di Gunungkidul, Jogjakarta. (Twitter @KopiWukir)

Pementasan yang sudah eksis secara turun-temurun pasti sarat dengan pesan positif yang dapat dipetik. Hal inilah yang bisa kamu temui jika menonton pementasan Srandul di Jogjakarta. Seperti apa sih pementasan ini?

Inibaru.id – Semua makhluk hidup yang tinggal di alam semesta, termasuk manusia diminta untuk saling bergotong-royong dalam menjaga keutuhan dunia. Itulah inti dari pementasan Srandul, pertunjukan khas yang bisa kamu temui di Dusun Bulu, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta.

Kesenian ini sebenarnya mirip dengan teater berkonsep tradisional dengan dialog yang berbalut guyonan, tarian, nyayian, dan diiringi tabuhan musik tradisional. Seperti kesenian lain yang sifatnya masih “sakral”, srandul juga memiliki unsur magisnya sendiri.

Tujuan Utama Srandul

Dalam pementasannya, cerita srandul selalu dikembangkan sesuai dengan audiens yang menontonnya. Alasanya adalah agar cerita yang ditampilkan selalu relate dalam kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami.

Sejak puluhan tahun lalu, srandul selalu difungsikan oleh masyarakat sebagai pelengkap acara bersih desa. Masyarakat setempat percaya jika pada bulan Safar kesenian ini nggak digelar, nantinya akan ada bencana yang menimpa masyarakat Dusun Bulu.

Menariknya, meski kini menjadi tradisi turun-temurun, masyarakat setempat sampai sekarang nggak tahu siapa yang menemukan kesenian ini.

Para pemain Srandul yang sedang pentas diiringi gelak tawa <i>guyonan</i>. (<i>Antara</i>)

Acara Pementasan

Pementasan kesenian srandul biasanya digelar di halaman rumah atau tanah lapang yang cukup luas. Total pemain Srandul biasanya sekitar 15 orang yang terdiri atas 6 pemain alat musik dan 9 orang yang menari sekaligus berdialog.

Alat musik yang digunakan antara lain angklung, terbang, dan kendang. O ya, alat-alat musik tersebut biasanya sudah diberi sesaji khusus tiap malam Jumat Kliwon karena dianggap sebagai benda yang keramat. Oleh karena itulah, alat-alat musik ini hanya dipakai khusus untuk pementasan saja.

Pementasan Srandul diawali dengan pemain yang mengelilingi obor sembari bernyanyi. Mereka menghaturkan doa kepada Sang Pencipta lalu melantunkan tembang Kinanthi dari Serat Wedhatema. Selanjutnya, seorang penari tunggal akan beraksi. Barulah setelah itu pertunjukan utama digelar.

Terkadang, pementasan srandul juga dimeriahkan dengan kehadiran lakon Kethek Ogleng dan pelawak Badutan. Gara-gara inilah, sebagian masyarakat juga menamai pementasan ini dengan seni Badutan.

O ya, kesenian srandul ternyata nggak hanya ada di Jogja lo. Ada beberapa daerah yang memiliki kesenian serupa dengan ciri khas dan inti pesan yang berbeda, yaitu Wonogiri, Klaten, Ponorogo, Karanganyar, Temanggung, dan Pajang.

Kamu sudah pernah menonton kesenian srandul ini belum, Millens? (Kharisma Ghana T/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: