BerandaTradisinesia
Minggu, 19 Apr 2025 15:43

Sejarah Kelam di Balik Monumen Pembunuhan Massal di Temanggung

Monumen Pembunuhan Massal di Temanggung. (Google Street View)

Di Jembatan Kali Progo yang menghubungkan Temanggung dan Secang, terdapat Monumen Pembunuhan Massal. Apa ya sejarah yang bikin didirikannya monumen tersebut?

Inibaru.id – Sekitar 5 kilometer ke arah tenggara dari Alun-alun Temanggung, tepatnya yang menuju ke arah Secang, kamu pasti akan menemukan Jembatan Kali Progo. Nah, pada sisi selatan jembatan tersebut, terdapat sebuah monumen dengan nama yang cukup menyeramkan, yaitu Monumen Pembunuhan Massal.

Monumennya sebenarnya berukuran kecil dan memiliki bentuk seperti ujung potongan bambu runcing dengan warna cokelat. Di tengah monumen tersebut, terdapat semacam plakat berwarna hitam yang isinya semacam puisi yang menunjukkan banyak pejuang yang terbunuh di lokasi tersebut pada masa perang mempertahankan kemerdekaan.

“Kalau menurut keterangan kakek saya, kejadiannya pas Agresi Militer II pada 1948 atau 1949,” ungkap salah satu warga asli Temanggung, Nia Wardhana pada Jumat (18/4/2025).

Ceritanya, tentara Belanda yang kala itu pengin kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan menyasar sejumlah titik-titik penting. Salah satunya adalah jembatan tersebut yang jadi penghubung Temanggung, Magelang, Yogyakarta, dan juga Kota Semarang.

Tugu Monumen Pembunuhan Massal. (RHD Chanel)

Sayangnya, warga yang tinggal berada di pasar, atau di tempat-tempat lain yang berlokasi nggak jauh dari Jembatan Kali Progo tersebut ditangkapi oleh tentara Belanda. Tanpa ada interogasi, mereka dituding membantu tentara nasional Indonesia (TNI) melakukan perlawanan. Warga nggak berdosa itu kemudian digiring ke Jembatan Kali Progo. Di sanalah, mereka kemudian dieksekusi satu per satu.

Yang mengerikan, proses penangkapan ini berlangsung selama berhari-hari. Jumlah warga yang ditangkap pun mencapai ribuan. Mereka semua diikat tangannya. Matanya juga ditutup dengan kain hitam sebelum dieksekusi tentara Belanda. Mayat para korban ini kemudian dijatuhkan ke Sungai Progo, Millens.

Nggak ada keterangan resmi soal siapa saja yang jadi korban. Maklum, kala itu dokumentasi kependudukan masih belum begitu bagus. Lebih dari itu, pihak tentara Belanda juga melakukan penangkapan secara serampangan. Tapi, menurut keterangan warga setempat, ada kemungkinan jumlahnya lebih dari 1.200-an orang.

Jembatan Kali Progo lama yang jadi saksi bisu itu kemudian runtuh pada 2018 lalu. Penggantinya adalah jembatan baru yang dikenal sebagai Jembatan Kranggan. Tapi, untuk mengenang sejarah pilu di area tersebut, pihak pemerintah kemudian membangun Monumen Pembunuhan Massal di sana.

Ternyata, cukup mengerikan juga ya kisah sejarah di balik Monumen Pembunuhan Massal yang ada di Temanggung ini, Millens. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: