BerandaTradisinesia
Rabu, 9 Feb 2021 15:15

Rukun Tetangga, Sistem Masyarakat Terkecil Warisan Jepang di Indonesia

RT dan RW ternyata dipengaruhi oleh sistem kependudukan Jepang. (Radarbanyumas/Ahmad Erwin)

Rukun tetangga menjadi sistem masyarakat terkecil dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Namun, siapa sangka sistem yang tampak sangat 'lokal' itu ternyata merupakan warisan Jepang di Indonesia?

Inibaru.id – Kendati terasa sangat "lokal", sistem masyarakat terkecil di negeri ini yang dikenal sebagai Rukun Tetangga (RT) rupanya bukanlah warisan budaya Nusantaraa. Sistem itu merupakan warisan Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia ke-2 yang saat itu menduduki Indonesia.

Sistem terkecil dalam kelompok masyarakat itu diperkenalkan kali pertama di Pulau Jawa pada Januari 1944. Tonarigumi namanya, yang kurang lebih berarti "kerukunan tetangga". Tonarigumi terdiri atas 10-20 kepala rumah tangga, diketuai Tonarigumichō yang diangkat Kuchō alias Lurah.

Tonarigumi diperkenalkan Kekaisaran Jepang di Jawa yang saat itu dikendalikan Angkatan Darat atau Rikugun. Meski begitu, angkatan lautnya, Kaigun, kemudian juga ikut mengenalkan sistem masyarakat ini ke sejumlah daerah "kekuasaann"-nya yakni Sulawesi dan wilayah timur lainnya.

Memudahkan Koordinasi

Meski Indonesia sudah merdeka, sistem kependudukan Jepang masih diadopsi dengan sebutan yang diubah. (Solopos/Is Ariyanto)

Semula, tujuan utama sistem masyarakat ini adalah untuk memudahkan pengawasan terhadap orang-orang lokal, selain demi melancarkan komunikasi antarwarga. Sistem RT juga dilakukan untuk sistem koordinasi antara warga dengan pemerintah Jepang di Indonesia.

Nggak hanya di Indonesia, struktur kemasyarakatan terkecil ini juga dibuat di Manchuria, Semenanjung Korea, Kepulauan Sakhalin, dan pelbagai wilayah di Asia Tenggara.

Untuk mempermudah koordinasi, setiap Tonarigumi kudu menggelar rapat berkala atau disebut Tonarigumijōkai yang harus dilaporkan saban bulan. Mereka melaporkan ke tingkat yang lebih tinggi, yang disebut Chonaikai atau rukun kampung.

Chonaikai umumnya seukuran satu kampung atau desa yang terdiri atas 5-6 Tonarigumi. Saat ini, kelompok masyarakat tersebut lebih dikenal sebagai rukun warga (RW). Setiap Chonaikai harus melakukan Azajōkai, rapat berkala yang dilakukan sekali dalam sebulan.

Basis Militer Jepang

RT dan RW menjadi basis militer Jepang saat Perang Dunia ke-2. (Military)

Semula hanya dipakai untuk basis koordinasi dan komunikasi, Jepang yang pada Perang Dunia ke-2 mulai terdesak memanfaatkan Tonarigumi dan Chonaikai sebagai basis militer. Mereka kemudian dipaksa menjadi tentara sekunder di bawah Kekaisaran Jepang untuk melawan Sekutu.

Nahas, Jepang menjadi tim yang kalah dalam perang yang melibatkan lebih dari 100 juta pasukan militer itu. Wilayah Jepang yang diambil alih AS seperti Korea Selatan, Vietnam, dan Filipina, memilih menghapuskan sistem Tonarigumi pada 1947. Sementara di Indonesia, sistem itu cuma berganti nama.

Nggak hanya di Pulau Jawa, penggunaan RT dan RW untuk menandai kelompok terkecil suatu wilayah juga berlaku hampir di semua wilayah di Indonesia, kecuali sejumlah provinsi seperti Aceh dan Bali yang memiliki sistem kependudukan sendiri dan sudah dijalankan sejak lama.

Saat ini, fungsi RT dan RW masih sama, yakni mempermudah koordinasi antarwarga dan birokarasi ke tingkat yang lebih tinggi. Yap, mempermudah! Namun, pernah nggak sih, alih-alih mudah, kamu justru terhambat karena proses yang ribet dan lama di tingkat RT dan RW? (Wik/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Dinobatkan sebagai Negara Paling Ramah di Dunia

5 Okt 2026

Penantian Panjang Berakhir, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

6 Okt 2026

Soal Ijazah Gibran, MK Tak Temukan Bukti Setara SMA

7 Okt 2026

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Jemaah Menanggung Sekitar Rp54,6 Juta

8 Okt 2026

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: