BerandaTradisinesia
Minggu, 1 Jun 2019 11:46

Sejarah Masuknya Islam di Megawon Dalam Tari Bun Ya Ho, Digelar Saat Apitan

Tari kolosal Bun Ya Ho di Lapangan Megawon, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (Radarkudus.jawapos)

Mengisahkan sejarah masuknya Islam di Desa Megawon, Tari Kolosal Bun Ya Ho kini coba diuri-uri pemerintah setempat lantaran sempat tak dilupakan beberapa dekade silam. Saat ini, tari tersebut menjadi pertunjukan wajib setiap Apitan.

Inibaru.id – Bun Ya Ho merupakan salah satu tari yang digunakan Wali Sanga saat menyebarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Nggak heran, tarian ini menjadi salah satu yang ditampilkan dalam tradisi Apitan. Seperti apa sih sejarahnya?

Dalam tarian ini, Bu Yan Ho menampilkan 13 penari. Dua penari laki-laki menjadi pendoa, sementara 11 penari perempuan menjadi pembawa payung.

Nama tarian ini berasal dari bahasa Arab yang berarti mari berbuat kebaikan. Abdul Jalil Tamyiz, ulama dari Bumiayu-lah, yang menjadi pencipta tarian tersebut.

Tari Bun Ya Ho sempat muncul pada masa kemerdekaan. Namun, sayang, tarian tersebut kemudian hilang lagi pada 1960. Untuk melestarikannya, perangkat Desa Megawon, Kecamatan Jati, sejak 2013 silam berusaha membangkitkannya lagi dalam acara seperti Apitan.

Tari Bun Ya Ho. (Budayajawa)

Digelar saban tahun, tradisi Apitan selalu menampilkan hal baru tiap tahunnya. Para 2017, misalnya, puluhan penari yang merupakan perwakilan RT dan anak-anak muda berkumpul di Lapangan Megawon. Mereka kemudian melakukan tarian kolosal Bun Ya Ho yang berkisah tentang sejarah masuknya agama Islam di desa tersebut.

Selain itu, warga juga membawa beragam gunungan berisi sayur dan buah-buahan. Mereka juga membawa makanan khas Desa Megawon, yakni getuk buntel dan juga nasi kepel berisi daging kerbau.

Hm, semoga makin banyak anak muda Kudus yang tertarik melestarikan budayanya ya. Kalau kamu pengin menyaksikan tradisi ini, persiapkan diri plus cari informasinya mulai dari sekarang ya, karena Apitan biasanya digelar setelah Idulfitri tapi sebelum Iduladha. (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Bentuk Cinta Sunan Gunung Jati untuk Istri

25 Mar 2026

Lelah Jadi 'Hustle Culture'? Saatnya Beralih ke Soft Living

25 Mar 2026

Tari Serimpi Sangupati; Diplomasi Cantik Keraton Jawa yang Siapkan Peluru buat Penjajah

25 Mar 2026

Tips Mendapatkan Spot Hanami untuk Melihat Bunga Sakura di Jepang

26 Mar 2026

Menilik Keindahan Puncak Gunung Mundri di Kecamatan Jepon, Blora

26 Mar 2026

Stevanus Ming, Juru Bahasa Isyarat yang Selalu Suarakan Teman-Teman Tuli

26 Mar 2026

Festival Balon Udara Kembaran, Daya Tarik Wonosobo Sepekan setelah Lebaran

26 Mar 2026

Raksasa Ritel Pangan Asia Disorot: Jago Jualan Daging, tapi Loyo Tekan Emisi Metana!

26 Mar 2026

Kunjungan Wisata Jateng Naik 5,25 Persen, Kota Lama Semarang Jadi Juara

26 Mar 2026

Mudik Lebaran, Me-refresh Pikiran

27 Mar 2026

Jika Memasang Dashcam Mobil, Apakah Aki Bisa Tekor?

27 Mar 2026

Kesederhanaan Mendiang Bos Djarum yang Terpatri di Dinding Kedai Tahu Pong Karangsaru Semarang

27 Mar 2026

Akhiri Libur Lebaran di Semarang dengan Rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Prosesi Sesaji Rewanda!

27 Mar 2026

Kemarau Panjang 2026; Saat Daratan Kering, Laut Indonesia Justru Panen Raya Ikan!

27 Mar 2026

Besok Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau Balik Gratis ke Jakarta & Bandung

27 Mar 2026

Manisnya Kecap Kentjana Kebanggaan Kebumen

28 Mar 2026

Apa Saja yang Perlu Dipersiakan Traveler Muslim Sebelum Liburan ke Jepang?

28 Mar 2026

Hati-Hati, 56 Persen Konten Mental Health di Medsos Ternyata Ngawur!

28 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: