BerandaHits
Kamis, 25 Mar 2026 17:34

Lelah Jadi 'Hustle Culture'? Saatnya Beralih ke Soft Living

Ilustrasi soft living. (Shutterstock)

Budaya kerja yang serba cepat seringkali bikin kita lupa kalau tubuh dan mental punya batas. Alih-alih terus memaksakan diri demi ambisi yang nggak ada habisnya, tren soft living hadir sebagai penawar racun buat kamu yang sudah di ambang burnout. Intinya, memprioritaskan ketenangan diri di atas ekspektasi orang lain.

Inibaru.id - Sering merasa dikejar-kejar deadline sampai lupa caranya napas tenang? Atau merasa bersalah setiap kali pengin rebahan padahal kerjaan numpuk? Kalau iya, mungkin ini saatnya kamu kenalan sama tren yang lagi naik daun yaitu Soft Living.

Dulu identik sama Gen Z, sekarang para Milenial yang sudah mulai burnout berjemaah juga ikutan mengadopsi gaya hidup "lembut" ini.

Jangan salah sangka dulu, Gez. Soft living bukan berarti kamu jadi pemalas atau hidup mewah tanpa kerja keras. Mengutip dari BuzzFeed, konsep ini sebenarnya lebih ke arah menjaga kondisi mental dan emosional agar tetap stabil, meskipun dunia di sekitar kita lagi chaos banget.

Selama ini, kita mungkin terjebak pola pikir kalau makin kerja keras bagai kuda, makin sukses pula hidup kita. Padahal, memaksakan diri ambil lembur tiap hari atau tetap datang ke acara sosial padahal badan sudah "teriak" capek justru bikin kita cepat tumbang.

Berawal dari Estetika, Berujung Jadi Filosofi

Fenomena ini menjadi bentuk protes halus terhadap tubtutab produktivitas yang nggak manusiawi. (Getty Images)

Istilah ini awalnya populer di media sosial lewat tren 'soft girl' yang dipopulerkan oleh influencer asal Nigeria. Dulunya sih cuma soal gaya berpakaian yang feminin, warna pastel, atau gaya cottagecore yang estetik.

Tapi lama-lama, maknanya bergeser jadi gaya hidup yang lebih dalam. Di tengah biaya hidup yang makin tinggi, soft living jadi bentuk "protes" halus terhadap tuntutan produktivitas yang nggak manusiawi.

Lalu bagaimana cara memulai soft living?

Nggak perlu langsung resign atau pindah ke desa kok buat memulai gaya hidup ini. Kamu bisa mulai dari kebiasaan kecil berikut:

  1. Berani Bilang "Nggak": Belajarlah buat menolak pekerjaan tambahan atau ajakan nongkrong kalau energimu sudah di titik nol. Menjaga batasan energi itu penting, Gez!
  2. Cari Cara Istirahat yang Pas: Nggak selamanya istirahat itu harus liburan mahal. Jalan santai di taman sore-sore, tidur siang tanpa gangguan, atau sekadar me-time juga sudah cukup.
  3. Rayakan Kenyamanan Kecil: Pakai cangkir lucu favoritmu buat minum kopi, atau sesekali pesan makanan lewat ojol kalau memang kamu terlalu capek buat masak. Self-reward kecil itu perlu!
  4. Buang Jauh Rasa Bersalah: Ingat, istirahat itu bukan tanda malas, tapi kebutuhan biologis. Jangan merasa berdosa cuma karena kamu memilih buat nggak melakukan apa-apa selama beberapa jam.
  5. Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol: Terima kenyataan kalau nggak semua hal di dunia ini bisa kamu atur. Fokus saja pada hal-hal yang masih ada dalam kendalimu.

Hidup cuma sekali, jangan sampai habis cuma buat mengejar standar sukses orang lain sampai kamu lupa caranya bahagia. Soft living mengingatkan kita kalau menjadi "lembut" pada diri sendiri adalah bentuk kekuatan yang sebenarnya.

Gimana, tertarik buat mempraktikkan soft living mulai besok? Atau kamu punya cara sendiri buat tetap tenang di tengah tekanan kerja? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: