Inibaru.id- Kalau kamu lagi melipir ke ujung timur Kabupaten Rembang, coba deh arahkan kendaraan ke Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan. Di sana ada Pantai Balongan, destinasi pesisir yang belakangan semakin ramai dibicarakan. Jaraknya sekitar 30–35 kilometer dari pusat Kota Rembang, atau sekitar 15 kilometer dari perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur. Lumayan jauh memang, tapi pemandangan yang ditawarkan sepadan dengan perjalanan.
Begitu sampai, yang pertama menyambut adalah hamparan pasir putih yang bersih dan laut yang relatif tenang. Garis pantainya membentang cukup panjang, dengan suasana yang terasa lapang. Yang bikin beda, pengelola menanam sekitar seribu pohon cemara di sepanjang kawasan. Hasilnya? Pantai terasa rindang dan nggak terlalu menyengat meski matahari lagi terik-teriknya.
Gazebo dan bangku lesehan juga tersebar di bibir pantai. Jadi kamu bisa santai bareng keluarga tanpa rebutan tempat duduk. Buat yang doyan foto-foto, ada instalasi bambu dan spot estetik yang memang dirancang supaya pengunjung betah berlama-lama. Konsepnya memang nggak cuma jual pemandangan, tapi juga kenyamanan.
Soal fasilitas, Pantai Balongan terbilang lengkap. Ada toilet, musala, area parkir luas, bahkan ruang untuk kegiatan outbound dan panggung hiburan saat ada event tertentu. Jam operasionalnya mulai pukul 07.30 WIB sampai sore, dengan tiket masuk yang masih ramah di kantong: Rp5 ribu untuk motor, Rp10 ribu untuk mobil, dan Rp30 ribu untuk bus.
Menariknya lagi, Balongan nggak cuma soal pemandangan laut. Kuliner jadi daya tarik penting di sini. Salah satu yang wajib dicoba adalah rujak petis khas Rembang. Sekilas mirip rujak biasa, tapi sambalnya menggunakan petis ikan yang gurih dan asin, bukan dominan gula merah. Rasanya unik, apalagi disantap sambil duduk lesehan menghadap laut.
Menurut salah seorang penjual petis ikan bernama Zubaidah yang mengaku sudah berjualan sekitar tiga tahunan, pantai ini bakal ramai saat musim liburan.
“Kalau hari biasa ya standar, tapi pas musim liburan bisa sampai empat kali lipat pengunjungnya,” ujarnya sebagaimana dinukil dari Harianmuria, (3/11/2025). Tak heran, karena saat akhir pekan atau libur panjang, pengunjung bisa memadati area pantai hingga puluhan ribu orang per bulan.
Menurut pengelola, Pantai Balongan memang dikembangkan dengan konsep wisata air, edukasi, dan kuliner. Desa Balongmulyo sendiri dikenal sebagai sentra gerabah di Rembang. Bahkan pernah digelar festival seni dan kuliner bahari lengkap dengan lomba lukis gerabah untuk anak-anak di pantai tersebut.
Perpaduan antara alam, kuliner, dan budaya inilah yang bikin Pantai Balongan terasa beda. Nggak heran kalau banyak wisatawan dari Blora, Grobogan, Tuban, sampai luar daerah sengaja datang ke sini.
Kalau kamu mencari pantai yang bersih, rindang, dan punya sentuhan lokal yang kuat, Balongan layak masuk daftar destinasi berikutnya. Siapa tahu, kamu juga jadi betah dan ingin kembali lagi. (Arie Widodo/E07)
