BerandaTradisinesia
Kamis, 31 Jul 2019 10:14

Mengenal Lebih Dalam Tradisi Apitan di Kelurahan Sampangan Semarang

Gunungan palawija dan buah-buahan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain Grobogan, Blora, dan Pati, Kota Semarang juga memiliki tradisi apitan. Tepatnya di Kelurahan Sampangan Gunungpati. Seperti apa tradisi ini?

Inibaru.id - Kelurahan Sampangan pada Sabtu (27/7) siang menyelenggarakan tradisi turun temurun yang dinamakan dengan Tradisi Apitan. Tradisi ini mungkin memang nggak setenar tradisi-tradisi lain seperti Nyadran, Kondangan, Krayahan dan sedekah bumi. Namun kalau dilihat dari sisi filosofis tentu nggak kalah akan sarat makna.

Seperti yang diketahui tradisi Apitan berasal dari adanya bulan yang diapit bulan Syawal dan bulan Zulkaidah. Maka dari itu dibilang bulan apit.

Dalam peringatan tradisi Apitan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Apitan nggak hanya dilaksanakan di Sampangan, tapi juga beberapa tempat lain seperti Pati, Blora, dan Grobogan. Pada intinya di mana pun tempat memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan tanah yang gemah ripah loh jinawi.

Prosesi yang dilakukan pada tradisi yang dipercaya sejak ada Wali Songo ini pun hampir serupa. Selalu diiringi dengan arak-arakan, pementasan kesenian rakyat dan yang pasti adanya gunungan palawija dengan diisi oleh hasil-hasil bumi milik masyarakat setempat.

Di Kelurahan Sampangan, tradisi Apitan ini selalu digelar setiap tahun. Tapi Ramlan, ketua RW 4 Menoreh Raya mengungkapkan nggak setiap tahun diadakan secara meriah. Pelaksanaan terakhir yang dilaksanakan dengan semarak terjadi pada tahun 2016.

“Tergantung kesepakatan warga mau dilaksanakan secara meriah atau tidak,” jelas Ramlan. Lebih lanjut dia menandaskan daerahnya selalu mengadakan acara ini. "Karena ini merupakan tradisi yang nggak boleh ditinggalkan. Gantinya mungkin cuma doa bersama untuk gunungan lalu menanggap wayang,” sambungnya.

Anak-anak di antara palawija dan buah-buahan dalam tradisi Apitan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga menandaskan untuk tetap terus melestarikan kebudayaan ini.

“Saya kira tradisi seperti ini harus terus berjalan ya, kalau bisa lebih dikembangkan untuk pariwisata Kota Semarang,” pungkas Hevearita atau lebih akrab yang disapa Bu Ita.

Gimana, Millens kemarin ikut nimbrung di acara ini nggak? (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: