BerandaTradisinesia
Selasa, 1 Apr 2019 16:21

Melongok Generasi Muda Penabuh Terbang

Generasi muda penabuh kesenian terbang khas Kudus. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Meski sudah jarang ditemui, kesenian terbang di Kudus masih digandrungi para anak muda. Kesenian khas Kudus yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu itu setidaknya dilirik sejumlah anak muda. Bahkan, para remaja di Kudus banyak yang sudah lihai memainkan seni musik yang terdiri atas empat rebana dan satu jidur ini.

Inibaru.id- Seperti yang jamak terjadi, banyak kesenian yang tinggal menghitung mundur kepunahannya. Ada banyak faktor yang melatari hal tersebut, salah satunya nggak adanya para penerus muda. Namun, hal itu tampaknya nggak akan terjadi pada kesenian terbangan.

Saat acara terbang kolosal pada Minggu (24/3/2019) lalu, terlihat sederet penabuh cilik di barisan paling belakang. Mereka bergumul di antara 105 penabuh terbang yang memeriahkan hajat Ta’sis (peringatan pendirian) Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ke-484 menurut penanggalan Hijriah.

Sejumlah 105 penabuh terbang menabuh secara serempak pada acara Terbang Kolosal dalam rangka Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Minggu (24/3/2019).(Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Salah seorang penabuh cilik itu adalah Muhammad Khusnul Adib. Remaja 15 tahun ini terlihat luwes menabuh lingkaran berlapis kulit sehingga menghasilkan suara yang enak didengar.

Adib mengaku sudah sejak empat tahun yang lalu dirinya menekuni kesenian terbangan. Dia bercerita, kala itu di desanya sedang ada latihan terbangan, kemudian dirinya dan remaja seusianya diajak bergabung. Semenjak saat itulah Adib rajin berlatih kesenian yang juga disebut terbang papat ini.

“Dulu awalnya sih susah tapi kalau sudah tahu tabuhan dan lagunya itu mudah. Nggak ada satu tahun sih (belajarnya) soalnya kalau di desa itu ada latihan setiap malam Ahad (Minggu),” ujar remaja yang berasal dari Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus itu.

Kendati belum mengetahui asal usul kesenian ini secara pasti, Adib meyakini terbangan adalah peninggalan Syekh Jafar Shodiq yang nggak lain adalah Sunan Kudus. Karena itulah, dia tertarik untuk “memperpanjang umur” kesenian ini.

“Tertariknya ya karena mudah. Saya juga pengin melestarikan budaya asli kudus,” imbuhnya saat diwawancara Inibaru.id di sela-sela pentas.

Hal ini memang menjadi fokus utama digelarnya pentas Terbang Kolosal dalam serangkaian Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Bagi pengelola Menara Kudus, menjaring minat masyarakat terhadap kesenian sekaligus mengangkat kembali budaya Kudus merupakan dua hal yang penting.

Sejumlah orang masih tertarik dan turut melestarikan kesenian terbang khas Kudus. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pendapat tersebut dilontarkan Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makan Sunan Kudus (YM3SK) Em Nadjib Hasan.

“Kami ingin membuat pencerahan kepada anak-anak muda kalau ini lo Kudus punya kesenian kuno yang bagus, budaya yang bagus,” ujar Nadjib.

Masyarakat Kudus bisa sedikit bernapas lega dengan adanya anak-anak muda yang masih bangga dan turut melestarikan kesenian daerah. Namun, akan lebih baik lagi kalau ada Adib Adib lain yang juga berkontribusi aktif dalam pelestarian kebudayaan Kudus. Tentu saja peran orang  tua dan para pemangku jabatan dibutuhkan dalam hal ini. Setuju kan, Millens? (Ida Fitriyah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: