BerandaTradisinesia
Jumat, 24 Des 2020 19:25

Macam-Macam Jabatan PNS Pada Zaman Kerajaan Kuno

Ilustrasi: Mangilala Drwhya Haji . (Keraton Yogyakarta on Twitter)

Jika kini Pegawai Negeri Sipil membantu jalannya pemerintahan, dahulu sudah ada Mangilala Drwhya Haji yang memperkuat kedudukan dan kekuasaan seorang raja. Lalu apa saja macam-macam jabatan dan tugas mereka?

Inibaru.id – Prasasti-prasasti di Indonesia nggak jarang diawali dengan larangan bagi Mangilala Drwhya Haji agar nggak masuk ke daerah tertentu yang ditetapkan sebagai daerah sima atau daerah perdikan yang bebas pajak.

Mangilala Drwhya Haji ini mengacu pada petugas pemungut pajak pada masa lampau. Namun, para ahli kemudian menyimpulkan istilah tersebut sebagai abdi dalem keraton. Pemaknaan ini didukung bukti ditemukannya kata Mamita Drwhya Haji di Bali yang berarti lembaga yang keberadaanya ditentukan dan dibiayai oleh penguasa.

Bertugas melayani raja beserta keluarga, Mangilala Drwhya Haji ini kemungkinan tinggal di ibukota kerajaan. Mereka akan mendapat gaji yang berasal dari kas kerajaan. Para abdi dalem yang berasal dari rakyat yang bekerja untuk raja ini berfungsi memperkuat kedudukan dan kekuasaan seorang raja.

Di Kerajaan Medang abad IX contohnya, dari berbagai prasasti yang ditemukan, kerajaan ini punya sekitar 328 Mangilala Drwhya Haji. Namun pada masa Majapahit, hanya tersisa sekitar 125 jabatan.

Berbagai prasasti menyebutkan <i>Mangilala Drwhya Haji </i>dilarang masuk ke daerah <i>sima</i>. (Beritabali.com)

Lalu apa saja sih macam-macam golongan Mangilala Drwhya Haji?

1. Para penarik pajak: bertanggung jawab mengumpulkan pajak dari rakyat. Diantaranya yaitu: misra paramirsa, pangulang, pinta palaku, skar tahun, tandas ning mas, turun-turun, tutan, dan wulu-wulu.

2. Pengelola perjudian: bertanggungjawab terkait masalah perjudian. Jabatan ini diisi oleh juru judi, juru legel, lebeleb, leca, dan malandang.

3. Pengrajin: merupakan orang-prang yang membuat kerajinan yang dibagi menjadi pengrajin (menciptakan barang dari kayu), tukang (membuat barang dari besi dan sejenisnya), dan pande (membuat barang dari logam).

4. Pejabat keagamaan: mengurus segala hal terkait keagamaan seperti memimpin upacara kegamaan atau mengajar kegamaan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah: air haji, tapa haji, amhat, kawur hyang, makudur, pinghai, tirwan, dan watu walang.

5. Administrator: mengatasi masalah protokoler dan administrasi seperti juru tulis, penasihat raja, atau juru perang.

Para abdi dalem ini punya berbagai tugas. (Kompas/Ferganta Indra Raitmoko)

6. Seniman: kelompok ini bertugas memberikan hiburan pada keluarga kerajaan dnegan berbagai kesenian. Mereka adalah aluwarak, magindung (pesinden), mabika (penari), mapadahi (penabuh gendang), pinglai (penabuh gendang), hingga juru banyol.

7. Tentara kerajaan, yang terdiri atas: anglingan (prajurit kereta perang), juru salit (ahli tangkis atau kepala tentara), magalah (prajurit bersenjata tombak), makitran (bertugas berkeliling istana), mamanah (prajurit bersenjata panah), palawang (penjaga pintu gerbang), purug (tentara kerajaan), tapukan (tetara berseragam lengkap), upihan (ahli taktik untuk mengatur sesuatu).

8. Pelayan atau budak: bertugas melayani semua kebutuhan raja dan keluarganya dari urusan mencuci, mengurus bantal, urusan makan, urusan pakaian, tukang pijat, urusan perbekalan, dan pembawa tandu.

9. Pengurus pertanian dan peternakan: tentu bertugas memelihara tanaman dan hewan milik raja. Berbagai posisi untuk masalah ini biasanya punya tugas masing-masing yang spesifik seperti membersihkan tanaman atau bahkan menjaga tanaman.

10. Perdagangan dan transportasi: bertugas mengawasi perdagangan sebagai salah satu sumber penghasilan kerajaan. Mereka juga bertugas mengatur kelancaran transportasi perairan yang juga mendukung aktivitas perdagangan.

11. Paranormal: berurusan dengan masalah supranatural dan pennentuan hari baik seperti peramal dan dukun.

12. Penderita cacat: para penghuni istana yang menderita cacat tubuh namun belum jelas apa tugasnya. Mereka biasanya adalah orang yang nggak mampu berjalan, bungkuk, kerdil, atau menderita cacat tertentu.

Itulah berbagai bidang Mangilala Drwhya Haji yang masih dibagi dalam berbagai jabatan. Mereka masih bisa dijumpai di Keraton Surakarta pada 1830-an. Pada masa pemerintahan Pakubuwono X, jumlah abdi dalem ini berusia 10-30 tahun yang digaji sesuai dengan usia.

Nah, itulah kira-kira berbagai jabatan Mangilala Drwhya Haji yang membantu memperkuat kedudukan dan kekuasaan seorang raja. Kini jabatan para abdi negara tentu lebih bekembang dan sesuai dengan kebutuhan ya, Millens! (Kek/IB27/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: