BerandaTradisinesia
Senin, 29 Okt 2017 15:55

Sapi-Sapi Bersolek dari Madura

Sapi Sonok adalah kontes kecantikan untuk sapi. Sapi-sapi itu dinilai berdasarkan kecantikan dan keselarasan gerak. (Zainulhariss.blogspot.co.id)

Bak supermodel di atas catwalk, mereka melangkah anggun dan melenggak-lenggokkan tubuh dengan gemulai. Hm, cantiknya!

Inibaru.id – Kita mengenal karapan sapi sebagai tradisi di Pulau Madura yang mempertandingkan sapi jantan dalam sebuah trek balapan. Lalu, bagaimana dengan yang betina? Nah, ternyata, para sapi betina juga diberi kompetisi sendiri, yakni kontes kecantikan.

Ya, Sapi Sonok namanya. Kontes ini diikuti sepasang sapi. Secara literal, sapi sonok berarti sapi masuk. Ada pula yang bilang, sonok adalah singkatan dari sokonah nongkok atau kaki yang berpijak. Ajang ini disebut kontes sapi cantik karena sapi dihias dan berlenggak-lenggok seolah berjalan di atas catwalk.

Dilansir dari Liputan6, Sabtu (28/10/2017), dalam rangka HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur, kontes sapi sonok kembali digelar di Stadion Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan. Kontes itu sekaligus sebagai pembuka lomba karapan sapi Piala Presiden 2017 yang tahun ini dipusatkan di Pamekasan.

Baca juga:
Misteri Petilasan Watu Sigong Klaten Perlu Diteliti
Warisan Legendaris di Alor Itu Satu-satunya di Dunia

"Kontes sapi sonok diikuti tiga puluh sembilan pasang sapi dari empat kabupaten,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin, Sabtu (28/10).

Akhmad mengatakan, kontes sapi sonok merupakan kebudayaan asli warga Kecamatan Waru, Pamekasan. Namun seiring waktu, peminat kontes ini sudah menyebar ke kabupaten lain seperti Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

Tak semua sapi betina bisa ikut kontes ini. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Sepasang sapi itu harus memiliki bobot yang nyaris sama. Keduanya juga harus memiliki bentuk wajah semirip mungkin.

Penilaian utama kompetisi ini terletak pada kekompakan saat melangkah di trek sepanjang 200 meter. Sapi yang paling cepat memijakkan kakinya pada sebatang kayu melintang di garis finis adalah pemenangnya. Sepanjang arena lomba, sapi-sapi itu akan melenggak-lenggokkan tubuh mereka.

Baca juga:
Gamelan Berkumandang di Moskwa
Gandaria: Maskot di Jabar, Nama Daerah di Jakarta

Sebentuk kayu (pangonongan) dipasang di antara kedua sapi agar posisi keduanya sejajar. Kemudian, ada seorang joki yang mengendalikan pangonongan dengan seutas tali.

Supaya terlihat cantik, sapi diberi hiasan. Tanduk sapi betina diberi semacam mahkota yang diikatkan.

“Jadi, sistem penilaiannya adalah gerak langkah kaki yang sesuai dengan garis yang sudah dipasang panitia lomba,” ungkap Akhmad.

Ia berharap kontes sapi sonok  terus menjadi warisan budaya yang lestari karena kontes sapi ini tidak mengandung unsur kekerasan seperti dalam karapan sapi. (GIL/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: