BerandaTradisinesia
Kamis, 23 Agu 2023 09:44

Kisah Perempuan Pembawa Petaka dalam Sejarah Desa Teluk Awur

Desa Teluk Awur Jepara. (harianlenteraindonesia)

Di balik cantiknya pantai yang ada di Desa Teluk Awur Jepara, ada sebuah kisah legenda tentang terciptanya nama desa tersebut. Legenda ini menceritakan kisah seorang perempuan cantik pembawa petaka. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id – Bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya, Teluk Awur dikenal sebagai sebuah desa yang memiliki pantai pasir putih yang indah. Lokasinya ada di Kecamatan Tahunan, sekitar 4 kilometer dari pusat kota Jepara.

Ukuran desa ini cukup kecil, yakni hanya sekitar 126 hektare saja. Bahkan, desa ini hanya terbagi menjadi 1 RW dan 5 RT saja. Meski begitu, di balik kecilnya luas desa ini, ada cerita sejarah yang cukup besar dari desa tersebut.

Semua bermula dari pasangan suami istri Syaikh Abdul Aziz Al Jundani dan Den Ayu Roro Kemuning. Syaikh Abdul Aziz Al Jundani dikenal dengan sebutan lain, yaitu Syaikh Jondang, sementara Den Ayu Roro Kemuning dikenal sebagai salah seorang murid dari Sunan Muria. Saking cantiknya wajah Den Ayu Roro Kemuning, Syeikh Jondang sampai melukis wajahnya. Lukisan tersebut kemudian sering dia bawa ke mana-mana.

Keduanya tinggal di Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Jepara. Di desa itu pulalah, kamu bisa menemukan makam Syaikh Jondang, Millens.

Sayangnya, lukisan tersebut tiba-tiba tertiup angin hingga terbang cukup jauh sampai ke daerah Teluk Bodolangu, lokasi yang kini dikenal sebagai Teluk Awur. Nah, pemimpin dari Teluk Bodolangu adalah Jogowongso. Dia menemukannya dan jatuh cinta dengan sosok cantik yang ada pada lukisan tersebut.

Singkat kata, Jogowongso memerintahkan seorang prajurit untuk mencari tahu siapa sosok cantik yang ada pada lukisan tersebut. Tatkala sudah berhasil ditemukan, Jogowongso pun mengungkap niatnya untuk menikahi Den Ayu Roro Kemuning.

Pantai Teluk Awur di Desa Teluk Awur. (mutualismerakyat)

Bukannya langsung berkata jujur kalau dirinya sudah memiliki suami, Den Ayu Roro Kemuning justru memakai cara lain untuk menolak Jogowongso secara halus. Dia meminta Jogowongso mencari kerang yang bisa menari jika ditaruh di atas meja. Jika berhasil, dia mau menikahinya.

Lebih dari itu, Jogowongso juga diminta menanggalkan baju kerajaannya dan mengenakan pakaian nelayan pada umumnya saat mencari kerang tersebut.

Syaikh Jondang yang bingung dengan istrinya yang hilang secara tiba-tiba mencarinya ke mana-mana dengan memainkan kentrung. Nah, saat mendengar suara tersebut, Den Ayu Roro Kemuning langsung mengetahui keberadaan suaminya dan meminta prajurit untuk memanggil Syaikh Jondang datang ke kerajaan.

Nggak disangka, Den Ayu Roro Kemuning meminta suaminya mengenakan baju kerajaan yang sebelumnya dipakai Jogowongso sehingga mereka berdua pun dikira sebagai pemimpin yang asli. Saat Jogowongso kembali ke kerajaan untuk berkata bahwa dia gagal mencari kerang yang diminta Den Ayu Roro Kemuning, dia justru dianggap sebagai penyusup dan ditangkap prajurit karena memakai pakaian nelayan biasa.

“Pas Jogowongso ditangkap prajurit itulah, dia berteriak ‘awur’, ‘awur’ yang artinya keliru. Sejak saat itulah, desa ini dikenal sebagai Teluk Awur. Sementara itu, nama Teluk Bodolangu kini hanya dikenal sebagai nama salah satu dukuh di desa ini saja,” ungkap Kepala Adat Desa Teluk Awur Muzakin sebagaimana dikutip dari Betanews, (12/3/2023).

Hm, nggak disangka ya, Millens, nama sebuah desa tercipta dari sebuah kekacauan yang disebabkan oleh seorang perempuan cantik. Kamu sendiri pernah main ke Pantai Teluk Awur, Jepara belum, nih? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: