BerandaTradisinesia
Senin, 14 Jul 2024 15:44

Kisah Badak Angop, Patung Kuda Nil Sarat Sejarah di Taman Sompok Semarang

Patung Badak Angop di Taman Sompok Semarang. (Google Street View)

Patung ini berbentuk kuda nil. Meski begitu, warga menyebutnya sebagai patung Badak Angop. Bukan hanya bentuknya yang menarik, ternyata kisah di baliknya juga sayang untuk dilewatkan.

Inibaru.id – Pernah mampir ke Taman Sompok, nggak, Millens? Meski di dalam kawasan permukiman padat penduduk Kota Semarang dengan ukuran jalan yang nggak lebar, taman ini cukup asyik dipakai buat nongkrong karena adanya pohon besar yang bikin udara terasa adem. Di sana juga ada banyak penjual jajanan kaki lima yang enak sekaligus murah.

Tapi, kalau kamu cermat, di taman yang berlokasi persis di depan Kantor Kelurahan Lamper Lor tersebut, terdapat sebuah patung yang menarik perhatian. Patung tersebut adalah patung kuda nil yang sedang membuka mulutnya seperti sedang menguap. Masalahnya, kuda nil bukan hewan yang biasa dilihat orang Indonesia karena habitat aslinya memang di Afrika sana. Warga setempat pun kemudian menyebutnya dengan nama ‘Badak Angop'.

Jika diartikan, ‘Badak Angop’ bermakna badak yang sedang menguap. Ya, sekilas memang bentuk patung kuda nil tersebut mirip dengan badak. Tentu saja minus culanya, ya, Millens.

“Waktu saya kecil, banyak warga yang mengira patung ini sebagai patung badak. Warnanya kan ya juga mirip dengan badak. Apalagi posenya menguap gitu. Akhirnya kita menyebutnya sebagai patung Badak Angop,” ungkap salah seorang warga setempat bernama Harun pada Kamis (11/7/2024).

Lahir di awal 1980-an, Harun mengaku sering bermain di taman tersebut bersama dengan teman-temannya saat masih kecil. Dia pun kerap naik ke badan patung Badak Angop dan berfantasi seakan-akan sedang naik hewan tersebut.

Patung Badak Angop saat dekade 1970-an. (FB/MIK SEMAR)

Saking lamanya patung tersebut berada di sana, patung Badak Angop pun jauh lebih populer dari sebutan Taman Sompok atau taman di depan Kantor Kelurahan Lamper Lor. Warga setempat terkadang memilih untuk menyebut tempat tersebut sebagai Badak Angop saja.

Lantas, mengapa patung ini istimewa dan kaya sejarah? Buat kamu yang nggak tahu, patung Badak Angop ini aslinya nggak ada di situ, melainkan di Jalan Kalibanteng. Kok bisa pindah sejauh itu ke Taman Sompok?

Jadi begini, Pada 1975 dan 1976, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang banyak membangun taman. Nah. Setiap taman pasti dilengkapi patung hewan sebagai simbol dari patung tersebut.

“Taman kota pada zaman dahulu pasti dihiasi dengan patung binatang. Patung rusa ada di Simpang Lima, patung zebra ada di Jalan Pemuda. Nah, patung kuda nil ini aslinya di taman yang ada di Jalan Kalibanteng,” ungkap pakar sejarah Kota Semarang Johanes Christono sebagaimana dinukil dari Solopos, Jumat (21/6/2024).

Sayangnya, pada 1980, taman di Jalan Kalibanteng terdampak pelebaran jalan. Akhirnya, patung kuda nil ini dipindahkan ke Taman Sompok. Sayangnya, nggak jelas bagaimana nasib patung-patung hewan lainnya yang seperti raib ditelan bumi.

Yah, apapun itu, patung kuda nil bernama Badak Angop ini ternyata jadi saksi bisu perkembangan Kota Semarang. Pernah melihat langsung patung ini, nggak, nih? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: