BerandaTradisinesia
Rabu, 6 Apr 2021 17:09

Istiqlal, Cita-Cita Sukarno, dan Masjid Terbesar se-Asia Tenggara yang Kurang Dana

Masjid Istiqlal. (Travel Kompas)

Dikenal sebagai masjid terbesar se-Asia Tenggara, pembanguan Masjid Istiqlal yang merupakan cita-cita Sukarno sempat diwarnai kontroversi dan perdebatan, bahkan mengalami kurang dana.

Inibaru.id – Masjid Istiqlal Jakarta nggak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia. beberapa tokoh dunia seperti Presiden Libya Muammar Khadafi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta dua Presiden AS, yakni Barack Obama dan Bill Clinton, juga pernah singgah ke masjid ini.

Berlokasi berdekatan dengan Gereja Katedral membuat Masjid Istiqlal dianggap sebagai simbol toleransi beragama di Indonesia. Selain itu, masjid yang berdiri di atas bekas Taman Wilhelmina itu juga menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara karena kapasitasnya yang mencapai 200 ribu jemaah.

Namun, di balik ketenaran dan kemegahannya, pembangnan masjid yang diinisiasi Presiden Pertama RI Sukarno ini rupanya harus melewati jalan panjang yang dihiasi kontroversi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Kepala Bidang Peribadatan Masjid Istiqlal Abu Hurairah.

Jumlah umat Islam yang sangat banyak dan tempat ibadahnya yang masih sedikit saat itu menjadi pertimbangan Bung Karno untuk mendirikan rumah ibadah tersebut. Sekira pada 1955, Masjid Istiqlal dibangun untuk merepresantasikan jumlah umat Islam di Indonesia.

Masjid Istiqlal dibangun berdampingan dengan Katedral, menjadi simbol toleransi beragama di Indonesia. (MI/Panca Syurkani)

Menurut Abu, ada tiga lokasi yang menjadi target pembangunan Istiqlal. Namun, kala itu Sukarno kukuh menginginkan masjid tersebut dibangun di Taman Wilhelmina yang sebelumnya berdiri benteng pertahanan Belanda di Indonesia kala melawan Inggris.

Akhirnya, taman yang dibangun pada abad ke-19 tersebut pun beralih fungsi, disulap menjadi lokasi berdirinya Masjid Istiqlal.

"Taman Wilhelmina merupakan simbol penjajahan bangsa Belanda. Bung Karno menginginkan di atas simbol penjajahan dibangun simbol kemerdekaan berupa Istiqlal," ungkap Abu.

Didesain Seorang Protestan

Frederich Silaban adalah seroang Protestan dan anak pendeta. (Muslim Obsession)

Bukan tanpa alasan Sukarno memilih Taman Wilhelmina sebagai tempat berdirinya Istiqlal. Dia seolah pengin menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar berdaulat atas tanahnya sendiri dan dapat menentukan akan membangun apa di atas tanah "bebas" itu.

Selain simbol kedaulatan, masjid bergaya internasional itu juga menjadi simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Seperti kita ketahui, Masjid Istiqlal berdiri berdekatan dengan Gereja Katedral, yang salah satunya bertujuan agar terbangun sikap toleransai antaragama di negeri ini.

Dalam pembangunannya, sayembara desain Masjid Istiqlal pun digelar. Beberapa tokoh dan ulama menjadi juri dalam sayembara desain tersebut.

Masjid Istiqlal. (Ikons)

"Ketuanya Sukarno, anggotanya Buya Hamka, ulama-ulama, dan insinyur yang spesialis dalam bidang pembangunan seperti Juanda. Mereka itu yang menjadi tim juri dalam merancang Masjid Istiqlal," kata Abu.

Akhirnya sayembara desain Masjid Istiqlal dimenangkan oleh Frederich Silaban yang mengajukan konsep bertema ketuhanan. Namun, desain Frederich mengundang kontroversi lantaran dia adalah seorang Protestan dan anak pendeta.

Namun, para tokoh dan ulama yakin bahwa hal tersebut bukan suatu masalah sehingga kontroversi nggak berlangsung lama. Frederich memang membuat desain dengan mempertimbangkan kebutuihan umat Islam dalam beribadah serta nilai nasionalisme yang nggak boleh tertinggal.

Minim Dana

Dibangun dengan dana minim dan bantuan swadaya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Selain soal arsitek, masalah pendanaan pembangunan Masjid Istiqlal juga menjadi kontroversi. Sebagai negara yang baru merdeka, Indonesia tentu nggak punya banyak dana untuk membangun masjid besar nan mewah.

“Kalau saya bilang, keputusan pembangunannya nekat," ungkap Abu.

Pembangunan masjid tetap dilanjutkan dengan modal kenekatan itu. Beruntung, masyarakat Indoensia cukup memiliki sifat gotong-royong. Jadi, meski masjid ini milik negara, 90 persen dana pembangunan Masjid Istiqlal berasal dari masyarakat yang berasal dari pelbagai suku dan agama. Gokil!

Menurut Abu, ada saudagar Tionghoa asal Riau yang memberikan dana sebesar Rp 200 juta pada saat itu. Selain itu, para pekerja pembanguan masjid ini juga berasal dari berbagai latar belakang. Berkat segala upaya ini, Istiqlal pun terselesaikan pada 1978.

Masjid megah tersebut menelan biaya sekitar Rp 7 miliar. Nggak hanya umat muslim, Istiqlal yang dibangun semua suku dan agama tentu saja menjadi kebanggaan semua orang di negeri ini! (CNN/IB27/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: