BerandaTradisinesia
Jumat, 12 Feb 2026 17:41

Fang Sheng: Tradisi Melepas Hewan saat Imlek yang Bikin Hati Tenang dan Rezeki Lapang!

Umat Tionghoa sedang melaksanakan Fang Shen dengan melepas burung pipit. (Bisnis Indonesia)

Lebih dari sekadar ritual saat Imlek, Fang Sheng adalah wujud nyata kasih sayang manusia kepada alam. Intip filosofi dan makna di balik pelepasan ikan hingga penyu ini!

Inibaru.id - Pernahkah kamu melihat kerumunan warga di tepi sungai atau vihara yang sibuk melepaskan ribuan ikan dan burung ke alam bebas? Kalau pemandangan itu muncul menjelang Tahun Baru Imlek atau hari besar keagamaan Buddha, berarti kamu sedang menyaksikan ritual Fang Sheng.

Bagi warga keturunan Tionghoa, khususnya penganut Buddha Mahayana, Fang Sheng bukan sekadar aktivitas melepas hewan. Ada filosofi mendalam tentang kasih sayang dan harapan di balik setiap kecipak air dan kepak sayap hewan-hewan tersebut.

Secara etimologi, Fang Sheng berasal dari bahasa Tiongkok; Fang berarti melepas, sementara Sheng berarti kehidupan. Jadi, Fang Sheng adalah upaya membebaskan makhluk hidup yang terancam nyawanya seperti hewan yang akan disembelih atau yang terkurung kembali ke habitat aslinya.

Tradisi ini berakar kuat pada ajaran Buddha yang menekankan kasih sayang universal (metta) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Dengan memberi kesempatan kedua bagi hewan untuk hidup bebas dan bahagia, si pelaku ritual dipercaya akan mendapatkan karma baik berupa keberuntungan dan ketenangan batin.

Antara Ikan, Burung, dan Simbolisme Penyu

Melepaskan kura-kura atau penyu merupakan harapan agar keluarga diberi umkesehatan dan umur panjang. (Detik Sumut)

Meski yang paling sering kita lihat adalah pelepasan ikan lele atau burung pipit, pilihan hewan dalam Fang Sheng ternyata punya makna simbolis masing-masing, Gez!

Ikan Mas

Sering dikaitkan dengan legenda Tiga Dewa Dapur yang menunggangi ikan mas untuk bertemu Kaisar Langit. Ikan mas juga melambangkan kelimpahan dan kesuksesan.

Penyu atau Kura-kura

Hewan ini dikenal memiliki umur yang sangat panjang. Melepaskan penyu ke laut sering kali diniatkan sebagai doa atau permohonan kepada Tuhan agar si pelepas atau keluarganya diberikan kesehatan dan umur yang panjang pula.

Burung

Melambangkan kebebasan dan pelepasan beban pikiran agar jiwa terasa lebih ringan.

Kapan Ritual Ini Digelar?

Bukan hanya ketika Imlek, Fang Sheng juga dilaksanakan pada momen-momen penting lain dalam kalender lunar, seperti Qing Ming (Cheng Beng) dan Gui Yue (Cit Cwee). Nggak jarang, ritual ini juga dilakukan secara personal sebagai bentuk syukur saat sebuah keinginan terwujud atau sebagai bagian dari ritual tolak bala (membuang sial).

Di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur, misalnya, sudah menjadi tradisi tahunan bagi ratusan warga Tionghoa untuk berkumpul di tepi Sungai Segah guna melepaskan ribuan bibit ikan sebelum gong Imlek berbunyi. Suasana haru dan sukacita biasanya menyatu saat makhluk-makhluk kecil itu kembali ke pelukan alam.

Bukan Asal Lepas

Meski niatnya mulia, para ahli ekologi dan pemuka agama masa kini sering mengingatkan pentingnya aspek lingkungan dalam Fang Sheng. Melepaskan spesies invasif (seperti ikan piranha atau kura-kura Brazil) ke ekosistem lokal yang salah justru bisa merusak alam.

Oleh karena itu, banyak komunitas kini mulai mempraktikkan "Fang Sheng Bijak". Caranya dengan memastikan hewan yang dilepas adalah spesies asli (native) dan dalam kondisi sehat agar mereka benar-benar bisa bertahan hidup tanpa merusak habitat hewan lain. Dengan begitu, makna kecintaan pada alam benar-benar terwujud secara nyata, bukan sekadar simbolis.

Bagaimana, Gez? Tertarik ikut menebar kebaikan lewat tradisi unik ini? Ingat, yang paling penting bukan jumlah hewannya, tapi ketulusan hati saat melakukannya. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tragedy of the Commons; Alasan Hutan dan Sumber Daya Bersama Mudah Rusak

16 Mar 2026

Tahayul Dunia Percintaan di Jepang yang Unik dan Lucu

16 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Bukit Lintang Sewu di Yogyakarta

16 Mar 2026

Arus Mudik Mulai Terasa, Puluhan Ribu Kendaraan Masuk Jateng via Tol Kalikangkung

16 Mar 2026

Kenapa Nggak Ada Mamalia Warna Ungu? Ternyata Ini Rahasia Evolusi di Baliknya!

16 Mar 2026

Mudik Jarak Jauh? Ini Posisi Kursi Pesawat Paling 'Wenak' buat Tidur

16 Mar 2026

Candi Muncar Wonogiri, Telaga Sejuk di Lereng Pengunungan Lawu Selatan

17 Mar 2026

Mengenal Fitur 'Safe Mode' Di HP Android, Apa Fungsinya, Ya?

17 Mar 2026

Bukan Cuma Kurang Olahraga, Ternyata Ini Alasan Ilmiah Lemak Perut Susah Banget Hilang!

17 Mar 2026

Manisan Berlapis yang Hangatkan Perayaan Idulfitri di Turki: Baklava!

17 Mar 2026

Ini Rekomendasi Outfit Anti-Pegal buat Penerbangan Jarak Jauh

17 Mar 2026

Panduan Mudik IDAI; Tetap Aman Bepergian bersama Anak

18 Mar 2026

Apa Sih Makna Makna Jumlah Bintang pada Hotel?

18 Mar 2026

Mudah Didaki Tapi Cantik, Puncak Argopuro di Gunung Lasem Cocok Buat Pendaki Tektok

18 Mar 2026

Perjuangan Ardit Erwandha dan Peran Arga dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

18 Mar 2026

Awas 'Ketiduran' Sedetik Bisa Fatal! Kenali Tanda Microsleep saat Mudik dan Cara Mengatasinya

18 Mar 2026

Mengenal Kerbau Rawa: Si Perenang Tangguh dari Kalsel yang Jago Nyelam!

18 Mar 2026

Indikator Bensin Menyala, BBM Mobil Masih Sisa Berapa?

19 Mar 2026

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

19 Mar 2026

Jangan Kalap! Tips Aman Santap Menu Lebaran buat Si Diabetes & Hipertensi

19 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: