Inibaru.id - Kalau Cap Go Meh itu pesta penutup rangkaian Imlek, maka Sa Cap Meh adalah malam final untuk menutup lembaran tahun lalu. Secara harfiah, Sa Cap Meh berasal dari bahasa Hokkien yang berarti "malam ke-30".
Istilah ini merujuk pada malam tanggal 30 bulan ke-12 dalam kalender lunar. Karena kalender Tionghoa mengikuti siklus bulan, malam ini menjadi detik-detik terakhir sebelum kita menyapa hari pertama di tahun baru Imlek.
Baca Juga:
Rayakan Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Guyur 83 Ribu Tiket dan Hias Stasiun dengan Lampion Cantik!Apa pentingnya Sa Cap Meh?
Bukan sekadar pergantian tanggal, Sa Cap Meh adalah fase transisi. Di sinilah masyarakat Tionghoa benar-benar "bersih-bersih", baik secara fisik maupun spiritual. Kalau kamu sering lihat teman-teman Tionghoa sibuk banget sehari sebelum Imlek, nah itulah suasana Sa Cap Meh!
Apa Saja Sih Kegiatannya?
Nggak cuma bengong nunggu kembang api, ada beberapa ritual wajib yang dilakukan saat Sa Cap Meh:
Sembahyang Leluhur
Ini adalah momen untuk menghormati dan berterima kasih kepada leluhur atas perlindungan selama setahun ke belakang. Biasanya dilakukan di rumah atau vihara.
Pembersihan Rumah dan Altar
Ada kepercayaan kalau debu adalah simbol nasib buruk tahun lalu. Makanya, sebelum Sa Cap Meh berakhir, rumah harus sudah kinclong biar hoki tahun depan nggak terhambat kotoran.
Makan Malam Reuni (Tuan Yuan Fan)
Ini bagian yang paling hangat. Keluarga besar bakal berkumpul untuk makan malam bersama. Maknanya dalam banget, yaitu menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga sebelum melangkah ke tahun yang baru.
Persiapan Hidangan Imlek
Dari bikin kue keranjang sampai menyiapkan manisan, semua kesibukan dapur mencapai puncaknya di malam Sa Cap Meh.
Apa Bedanya dengan Cap Go Meh?
Jangan sampai tertukar ya, Gez! Sa Cap Meh nggak sama dengan Cap Go Meh. Biar gampang ingatnya, begini rumusnya:
- Sa Cap Meh: Jatuh sebelum Imlek (Malam penutup tahun lama). Sifatnya lebih privat dan fokus pada persiapan keluarga.
- Cap Go Meh: Jatuh 15 hari setelah Imlek (Malam bulan purnama pertama). Sifatnya lebih meriah, penuh festival lampion, dan pawai budaya di tempat umum.
Imlek bukan cuma soal satu hari perayaan, ya, Gez, tapi tentang proses panjang dari menutup masa lalu di Sa Cap Meh hingga merayakan harapan baru.
Memahami Sa Cap Meh bikin kita sadar kalau tradisi Tionghoa itu sangat menghargai proses dan keluarga. Jadi, buat kamu yang merayakan, sudah siap menyambut malam ke-30 dengan penuh sukacita, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)
